WAKIL RAKYAT ACEH DIHUJAT MAHASISWA – Poskota.co
Wednesday, September 20

WAKIL RAKYAT ACEH DIHUJAT MAHASISWA

ilustrasi
ilustrasi

POSKOTA.CO – Wakil Ketua DPR Aceh, Teuku Irwan Djohan ST, mengatakan dirinya tetap berusaha rasional dan objektif dalam menyikapi berbagai persoalan, sehingga dirinya tidak takut dihujat masyarakat demi menyampaikan informasi yang benar.

“Hari ini mahasiswa mengatakan mengutuk DPRA, itu saya terima. Tapi mahasiswa harus paham data dan fakta,” ujar dia di Banda Aceh, Rabu menanggapi hujatan mahasiswa terkait masalah permintaan tambahan anggaran perjalanan dinas untuk pembahasan rancangan qanun.

Di hadapan mahasiswa Irwan Djohan mengakui bahwa saat ini DPRA sudah tidak memiliki anggaran untuk melanjutkan pembahasan qanun. Menurutnya, jika anggaran tidak ditambah semua proses pembahasan qanun terpaksa dihentikan.

“Qanun-qanun ini untuk kepentingan masyarakat juga. Jadi saya ingin masyarakat paham tentang kendala yang sedang terjadi. Karena itu saya mengundang siapa saja yang ingin mengetahui persoalannya untuk datang ke DPRA dan sama-sama kita hitung kebutuhan anggarannya,” katanya.

Irwan menambahkan pernyataan mahasiswa tidak sesuai dengan substansi persoalan yang sebenarnya.

“Mahasiswa berteriak tentang perjalanan DPRA ke luar negeri. Itu tidak ada hubungannya dengan persoalan yang sedang terjadi. Persoalannya khusus pada mata anggaran pembahasan qanun. Ada 15 qanun yang sedang dibahas oleh DPRA saat ini, semuanya sudah setengah jalan, namun kini terhenti karena anggaran untuk melakukan konsultasi qanun-qanun itu ke Pemerintah Pusat sudah habis,” katanya.

Soal habisnya pos anggaran tersebut padahal tahun 2016 baru berjalan lima bulan, Irwan Djohan mengakui adanya kesalahan dalam penyusunan anggaran di Sekretariat DPRA.

Dijelaskannya, anggaran untuk konsultasi qanun ke pusat pada tahun 2015 berjumlah Rp 4,8 miliar, sedangkan untuk tahun 2016 hanya dianggarkan Rp1,8 miliar.

“Pada awalnya usulan Sekretariat DPRA untuk mata anggaran pembahasan qanun di APBA 2016 sudah sesuai kebutuhan, tapi kemudian setelah evaluasi Mendagri anggaran tersebut dipangkas oleh Tim Anggaran Pemerintah Aceh (TAPA). Padahal tugas pembuatan qanun ini bukan cuma tugas DPRA, tapi tugas bersama legislatif dan eksekutif,” terang Irwan Djohan.

Lebih lanjut Irwan menjelaskan, setiap perjalanan dinas anggota DPRA harus diketahui dan disetujui oleh Ketua dan Wakil Ketua DPRA.

“Tidak seenaknya anggota DPRA melakukan perjalanan dinas, baik ke dalam daerah, luar daerah, juga luar negeri. Sebagai salah satu pimpinan DPRA saya mengetahui lalu lintas perjalanan dinas para anggota, dan saya juga tidak sembarangan memberikan persetujuan,” ujarnya.

Jadi, kata dia, selaku pimpinan DPRA, dirinya siap bertanggung jawab. Silakan BPK, KPK atau kejaksaan mengaudit anggaran DPRA. “Saya tidak mau cari muka kepada masyarakat dengan berbicara yang normatif tapi tidak sesuai fakta, penuh dengan retorika dan munafik,” kata Irwan Djohan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_2898" align="alignnone" width="300"] Anang Iskandar[/caption] POSKOTA.CO- Kepala Badan Narkotika Nasional(BNN) Komjen Anang Iskandar mendesak kepada Jaksa Agung Prasetyo untuk segera mengeksekusi terpida mati kasus narkoba. Salah satunya adalah terpidana mati yang kembali mengendalikan bisnis narkoba Warga Negara Nigeria, Silvester Obiek. "Iya, ingin (Silvester) segera dieksekusi mati? Saya laporkan tadi ke Pak Jaksa Agung," kata Anang kepada wartawan di Kejagung, Senin(2/2). Anang berharap, eksekusi mati yang dijalankan pihak kejaksaan, diharapkan tidak terlalu lama waktunya dari eksekusi mati pertama. "Kami ingin efek jera bagi mereka, eksekusi hukuman mati perlu tapi jangan sekali dan jedanya jangan terlalu panjang. Semoga gelombang kedua nggak tahun depan. Kami ingin penegak hukum punya integritas yang tinggi," ujar mantan Kapolda Jambi ini. Sementara itu, Jaksa Agung M Prasetyo mengaku, pihaknya masih menunggu grasi yang diajukan Silvester Obiek ke Presiden Joko Widodo(Jokowi). "Yang bersangkutan (Silvester) ajukan grasi, nanti kita cek lagi,‎" kata Prasetyo. Sebelumnya, petugas BNN mencokok seorang kurir shabu bernama Dewi disebuah parkiran hotel Gunung Sahari, Jakarta Pusat, pada pukul 22.30 WIB.Dari tangan Dewi petugas menyita barang bukti 1.794 gram shabu. Kepada penyidik, Dewi mengaku, dirinya disuruh Andi teman satu sel Silvester Obiek, untuk mengirimkan shabu tersebut kepada seseorang berinsial E yang masih buron. Belakangan diketahui, bisnis narkoba tersebut dikendalikan oleh Silvester Obiek yang mendekam di Lembaga Pemasyarakatan(LP) Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, dan sudah beberapa kali tersangkut kasus narkoba dan divonis hukuman mati.(sapuji)