ULAH PEJABAT LAMPUNG MENGANIAYA WARGA – Poskota.co

ULAH PEJABAT LAMPUNG MENGANIAYA WARGA

28aniayaPOSKOTA.CO – Pegawai perusahaan penerbangan Garuda Indonesia di Bandara Raden Inten II Bandarlampung, Istahul Umam melaporkan ke Polisi seorang pejabat Pemprov Lampung berinisial AJ karena telah melakukan penganiayaan terhadap dirinya.

“Benar kami sudah terima laporan dari orang yang mengaku korban pemukulan dan dan juga telah melakukan visum,” kata Kapolsek Natar, Lampung Selatan Kompol Listiyono Dwi Nugroho saat dihubungi dari Bandarlampung, Senin.

Ia mengatakan, korban sudah melaporkan kejadian pemukulan tersebut ke Polsek Natar pada Sabtu (16/4) sekitar pukul 14.00 WIB.

Sampai dengan saat ini, pihaknya belum bisa menjelaskan secara rinci siapa oknum pejabat provinsi yang diduga melakukan pemukulan sehingga dilaporkan oleh pegawai Garuda Indonesia tersebut.

“Dari informasi yang diterima, bahwa di Bandara Radin Inten II terjadi keributan, tetapi kabar yang saya dapatkan keduanya sudah dimediasi dan diselesaikan secara kekeluargaan,” katanya.

Terkait proses hukum terhadap kasus tersebut, ia mengatakan semuanya tinggal bagaimana dengan pelapor, Jika memang korban tidak mencabut laporannya maka proses hukum akan tetap dilanjutkan.

“Untuk proses hukumnya tergantung bagaimana dengan pelapornya saja. Jika korban memang tidak ingin damai, proses hukumnya akan diteruskan,” kata dia, Ia mengatakan, dari informasi terakhir bahwa keduanya sudah ada kesepakatan damai, tapi pihaknya belum menerima salinan surat perdamaian dari pelapor dan juga belum mencabut laporannya.

Sebelumnya, oknum pejabat Pemerintah Provinsi Lampung, AJ diduga melakukan pemukulan terhadap salah seorang pegawai staf Garuda Indonesia, Istahul Umam (23), pada Sabtu (16/4) sekitar pukul 10.50 WIB di Bandar Raden Inten II, Natar, Lampung Selatan.

Kejadian tersebut, bermula saat AJ akan check-in di Bandara Radin Inten II yang akan melakukan penerbangan menggunakan pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA073 tujuan Jakarta yang akan berangkat pada Sabtu (16/4) sekitar pukul 10.50 WIB.

Kemudian saat akan check-in yang bersangkutan tidak menggunakan jalur khusus sky priority, tapi menggunakan jalur umum.

Pada saat diingatkan oleh pegawai tersebut, oknum pejabat pemprov tersebut tidak terima sehingga terjadi adu mulut di antara keduanya hingga akhirnya terjadi pemukulan yang dilakukan oleh AJ.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
POSKOTA.CO - BRI Cabang Kabupaten Majene mangkir dari panggilan Ombudsman Provinsi Sulawesi Barat untuk melakukan klarifikasi terkait raibnya tabungan warga Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar di Bank BRI Cabang Majene. "Kami sudah melakukan panggilan kepada Kepala Bank BRI Majene untuk melakukan klarifikasi atas raibnya tabungan warga di BRI Majene, namun Bank BRI Majene mangkir dari panggilan," kata Asisten Bidang Pencegahan Ombudsman Perwakilan Provinsi Sulbar, Muhammad Sukriadi Azis S,Ip di Mamuju, Jumat. Ia mengatakan, Ombudsman kembali memanggil Kepala BRI Cabang Majene sampai pada panggilan ketiga dan bila belum diindahkan panggilan yang ketiga maka akan dilakukan pemanggilan paksa dengan melibatkan aparat kepolisian. "Kami akan lakukan panggilan sesuai dengan kewenangan Ombudsman Sulbar kami harap BRI Majene bersedia menerima panggilan Ombudsman Sulbar," katanya. Menurut dia, Ombudsman Sulbar telah menerima laporan nasabah BRI Majene yang tabungannya raib di BRI Majene sebanyak Rp400 juta, raib, "Kami telah menerima laporan dari seorang warga Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polman, atas nama Subli Sukardi, yang mengaku uang tabungannya raib senilai Rp400 juta, di Bank BRI Cabang Majene, sehingga kita panggil BRI Majene melakukan klarifikasi," katanya. Ia mengatakan, warga itu menyampaikan jika uangnya raib diduga karena telah terjadi penggelapan dana di Bank BRI Majene. "Pelapor mengaku bahwa diduga salah seorang oknum pegawai negeri sipil di lingkup Pemkab Majene, telah bersekongkol dengan staf Bank BRI Majene, mencairkan tabungannya sehingga tabungannya raib," katanya. Menurut dia, uang tabungan pelapor telah ditarik sebanyak tiga kali direkeningnya sehingga tabungannya itu raib sejak bulan Juli tahun 2013. Ia menyampaikan bahwa atas laporan tersebut maka pihak Ombudsman Sulbar menindaklanjutinya dengan memanggil Kepala BRI Majene dan melakukan pemeriksaan terhadap staf Bank BRI dan oknum PNS yang dimaksud, namun yang dipanggil ternyata mangkir.