ULAH PEJABAT LAMPUNG MENGANIAYA WARGA – Poskota.co
Wednesday, September 20

ULAH PEJABAT LAMPUNG MENGANIAYA WARGA

28aniayaPOSKOTA.CO – Pegawai perusahaan penerbangan Garuda Indonesia di Bandara Raden Inten II Bandarlampung, Istahul Umam melaporkan ke Polisi seorang pejabat Pemprov Lampung berinisial AJ karena telah melakukan penganiayaan terhadap dirinya.

“Benar kami sudah terima laporan dari orang yang mengaku korban pemukulan dan dan juga telah melakukan visum,” kata Kapolsek Natar, Lampung Selatan Kompol Listiyono Dwi Nugroho saat dihubungi dari Bandarlampung, Senin.

Ia mengatakan, korban sudah melaporkan kejadian pemukulan tersebut ke Polsek Natar pada Sabtu (16/4) sekitar pukul 14.00 WIB.

Sampai dengan saat ini, pihaknya belum bisa menjelaskan secara rinci siapa oknum pejabat provinsi yang diduga melakukan pemukulan sehingga dilaporkan oleh pegawai Garuda Indonesia tersebut.

“Dari informasi yang diterima, bahwa di Bandara Radin Inten II terjadi keributan, tetapi kabar yang saya dapatkan keduanya sudah dimediasi dan diselesaikan secara kekeluargaan,” katanya.

Terkait proses hukum terhadap kasus tersebut, ia mengatakan semuanya tinggal bagaimana dengan pelapor, Jika memang korban tidak mencabut laporannya maka proses hukum akan tetap dilanjutkan.

“Untuk proses hukumnya tergantung bagaimana dengan pelapornya saja. Jika korban memang tidak ingin damai, proses hukumnya akan diteruskan,” kata dia, Ia mengatakan, dari informasi terakhir bahwa keduanya sudah ada kesepakatan damai, tapi pihaknya belum menerima salinan surat perdamaian dari pelapor dan juga belum mencabut laporannya.

Sebelumnya, oknum pejabat Pemerintah Provinsi Lampung, AJ diduga melakukan pemukulan terhadap salah seorang pegawai staf Garuda Indonesia, Istahul Umam (23), pada Sabtu (16/4) sekitar pukul 10.50 WIB di Bandar Raden Inten II, Natar, Lampung Selatan.

Kejadian tersebut, bermula saat AJ akan check-in di Bandara Radin Inten II yang akan melakukan penerbangan menggunakan pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA073 tujuan Jakarta yang akan berangkat pada Sabtu (16/4) sekitar pukul 10.50 WIB.

Kemudian saat akan check-in yang bersangkutan tidak menggunakan jalur khusus sky priority, tapi menggunakan jalur umum.

Pada saat diingatkan oleh pegawai tersebut, oknum pejabat pemprov tersebut tidak terima sehingga terjadi adu mulut di antara keduanya hingga akhirnya terjadi pemukulan yang dilakukan oleh AJ.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_1031" align="alignleft" width="300"] Hakim sang wakil Tuhan di dunia[/caption]POSKOTA.CO - Wakil Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Fadli Zon mengharapkan hakim Mahkamah Konstitusi (MK) jangan ada yang berasal dari partai politik. "Hakim MK haruslah merupakan orang yang benar-benar kompeten dalam bidang hukum tata negara dan bukanlah seseorang yang pernah bergabung dengan partai politik," kata Wakil Ketua Umum Partai Gerindra dalam rilisnya, di Jakarta, Jumat. Menurut dia, bila hakim MK yang terpilih berasal dari partai politik dikhawatirkan hanya mementingkan kepentingan golongannya saja sehingga mengakibatkaan potensi penyelewengan menjadi sangat besar. "Independensi hakim MK sangat penting untuk menjaga kredibilitas MK sebagai lembaga hukum tertinggi. Perlu diperhatikan juga bahwa keputusan yang dibuat MK adalah bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat. Oleh karena itu Hakim MK sebagai pembuat keputusan haruslah orang yang benar-benar mempunyai integritas," paparnya. Kasus Akil Mochtar hendaknya menjadi pelajaran bagi MK untuk bisa menjaga kredibilitasnya. "Kredibilitas MK dalam penegakan hukum tengah disorot karena kasus Akil Mochtar. Oleh karena itu MK harus memastikan bahwa kasus seperti itu tidak terulang kembali. Jangan sampai rakyat hilang kepercayaan terhadap penegakan hukum," kata Fadli. Di tempat terpisah, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh berpendapat persoalan pemilihan anggota Hakim MK bukan pada asas legalitas tetapi adalah asas kepantasan, etika, dan moral.