TIGA WANITA POSITIF NARKOBA DIAMANKAN – Poskota.co

TIGA WANITA POSITIF NARKOBA DIAMANKAN

jaksaPOSKOTA.CO – Kepolisian Resor (Polres) Bone Bolango, mengamankan tiga orang wanita yang positif menggunakan narkoba, saat Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) di Pauwo, kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, Minggu.

Tiga wanita tersebut diketahui positif menggunakan narkoba usai dilakukannya tes urin, baik pada pengunjung maupun karyawan cafe yang berada di kawasan bypass Pauwo.

Wakapolres Bone Bolango, Komisaris Polisi (kompol) M Mukson yang memimpin Operasi Pekat tersebut mengatakan, ketiga wanita tersebut kini telah diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Usai tes urin di Cafe Sergio Valentine ternyata hasilnya ketiga wanita yang berinisial NP,YT dan NE, positif mengkonsumsi narkoba, kini telah kami amankan,” ungkap Kompol Mukson.

Sementara itu, Kepala Bagian Humas Polda Gorontalo, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Bagus Santoso mengatakan, ketiga wanita yang diamankan tersebut, terindikasi mengunakan narkoba jenis sabu-sabu.

“Polda Gorontalo beserta jajaran Polres, akan terus meningkatkan kerjasama dengan BNN dan unsur terkait lainnya, berkomitmen akan terus melakukan pemberantasan dan penanggulangan narkoba dengan melakukan tindakan preventiv, preemtiv dan represif terhadap para pemakai, agen dan distributor narkoba tersebut,” tegas AKBP Bagus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_2898" align="alignnone" width="300"] Anang Iskandar[/caption] POSKOTA.CO- Kepala Badan Narkotika Nasional(BNN) Komjen Anang Iskandar mendesak kepada Jaksa Agung Prasetyo untuk segera mengeksekusi terpida mati kasus narkoba. Salah satunya adalah terpidana mati yang kembali mengendalikan bisnis narkoba Warga Negara Nigeria, Silvester Obiek. "Iya, ingin (Silvester) segera dieksekusi mati? Saya laporkan tadi ke Pak Jaksa Agung," kata Anang kepada wartawan di Kejagung, Senin(2/2). Anang berharap, eksekusi mati yang dijalankan pihak kejaksaan, diharapkan tidak terlalu lama waktunya dari eksekusi mati pertama. "Kami ingin efek jera bagi mereka, eksekusi hukuman mati perlu tapi jangan sekali dan jedanya jangan terlalu panjang. Semoga gelombang kedua nggak tahun depan. Kami ingin penegak hukum punya integritas yang tinggi," ujar mantan Kapolda Jambi ini. Sementara itu, Jaksa Agung M Prasetyo mengaku, pihaknya masih menunggu grasi yang diajukan Silvester Obiek ke Presiden Joko Widodo(Jokowi). "Yang bersangkutan (Silvester) ajukan grasi, nanti kita cek lagi,‎" kata Prasetyo. Sebelumnya, petugas BNN mencokok seorang kurir shabu bernama Dewi disebuah parkiran hotel Gunung Sahari, Jakarta Pusat, pada pukul 22.30 WIB.Dari tangan Dewi petugas menyita barang bukti 1.794 gram shabu. Kepada penyidik, Dewi mengaku, dirinya disuruh Andi teman satu sel Silvester Obiek, untuk mengirimkan shabu tersebut kepada seseorang berinsial E yang masih buron. Belakangan diketahui, bisnis narkoba tersebut dikendalikan oleh Silvester Obiek yang mendekam di Lembaga Pemasyarakatan(LP) Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, dan sudah beberapa kali tersangkut kasus narkoba dan divonis hukuman mati.(sapuji)