TAK HANYA DPRD DKI, DI MAKASSAR DPRD KORUPSI – Poskota.co

TAK HANYA DPRD DKI, DI MAKASSAR DPRD KORUPSI

Ilustrasi
Ilustrasi

POSKOTA.CO – Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat kembali melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi terkait kasus dugaan korupsi dana aspirasi DPRD Jeneponto termasuk Ketua Badan Legislasi Andi Mappatunru.

“Dia diperiksa hari ini untuk tersangka lainnya serta saksi lainnya yang sedang didalami oleh penyidik,” ujar Koordinator Bidang Pidana Khusus Kejati Sulselbar Noer Adi, di Makassar, Kamis.

Andi Mappatunru yang diperiksa sebagai saksi itu, juga salah satu tersangka dalam kasus ini.

Mappatunru dihadirkan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan terkait peran dari 29 anggota DPRD Jeneponto lainnya yang saat ini sedang didalami.

“Dari keterangan saksi nanti kami akan tahu apakah anggarannya digunakan sesuai dengan peruntukannya atau tidak,” ujar dia pula.

Berdasarkan hasil temuan penyidik dalam kasus ini, terdapat indikasi fiktif karena pencairan dana dan proyeknya telah dikerjakan pada tahun 2012.

Laporan pertanggungjawaban proyek ditemukan adanya ketidaksesuaian dengan kondisi di lapangan.

Laporan itu dibuat seolah-olah pekerjaan telah dilaksanakan sesuai kontrak. Beberapa proyek juga diduga tak sesuai spesifikasi yang ditentukan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_2898" align="alignnone" width="300"] Anang Iskandar[/caption] POSKOTA.CO- Kepala Badan Narkotika Nasional(BNN) Komjen Anang Iskandar mendesak kepada Jaksa Agung Prasetyo untuk segera mengeksekusi terpida mati kasus narkoba. Salah satunya adalah terpidana mati yang kembali mengendalikan bisnis narkoba Warga Negara Nigeria, Silvester Obiek. "Iya, ingin (Silvester) segera dieksekusi mati? Saya laporkan tadi ke Pak Jaksa Agung," kata Anang kepada wartawan di Kejagung, Senin(2/2). Anang berharap, eksekusi mati yang dijalankan pihak kejaksaan, diharapkan tidak terlalu lama waktunya dari eksekusi mati pertama. "Kami ingin efek jera bagi mereka, eksekusi hukuman mati perlu tapi jangan sekali dan jedanya jangan terlalu panjang. Semoga gelombang kedua nggak tahun depan. Kami ingin penegak hukum punya integritas yang tinggi," ujar mantan Kapolda Jambi ini. Sementara itu, Jaksa Agung M Prasetyo mengaku, pihaknya masih menunggu grasi yang diajukan Silvester Obiek ke Presiden Joko Widodo(Jokowi). "Yang bersangkutan (Silvester) ajukan grasi, nanti kita cek lagi,‎" kata Prasetyo. Sebelumnya, petugas BNN mencokok seorang kurir shabu bernama Dewi disebuah parkiran hotel Gunung Sahari, Jakarta Pusat, pada pukul 22.30 WIB.Dari tangan Dewi petugas menyita barang bukti 1.794 gram shabu. Kepada penyidik, Dewi mengaku, dirinya disuruh Andi teman satu sel Silvester Obiek, untuk mengirimkan shabu tersebut kepada seseorang berinsial E yang masih buron. Belakangan diketahui, bisnis narkoba tersebut dikendalikan oleh Silvester Obiek yang mendekam di Lembaga Pemasyarakatan(LP) Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, dan sudah beberapa kali tersangkut kasus narkoba dan divonis hukuman mati.(sapuji)