SENGEKETA UTANG, MAL TERBESAR DI CIREBON DISITA PENGADILAN NEGERI – Poskota.co

SENGEKETA UTANG, MAL TERBESAR DI CIREBON DISITA PENGADILAN NEGERI

POSKOTA.CO – Sengketa utang yang berujung pada disitanya mal mewah di Cirebon membuat sebagian masyarakat terheran-heran. Bahkan kabarnya, petugas pengadilan telah menyita sebanyak 57 sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) di kawasan CSB Mall tersebut. Hal tersebut berdasarkan hasil gugatan yang diajukan PT Adi Karya kepada PT Karya Bersama Takarob ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan mengenai perjanjian kontrak kerja.

Mal terbesar di Cirebon yang disita pengadilan.
Mal terbesar di Cirebon yang disita pengadilan.

PT Karya Bersama Takarob sebagai pengelola CSB (Cirebon Super Block) dituntut memberikan ganti rugi sebesar lebih dari Rp24 miliar. Namun, hingga tenggat waktu yang diberikan, PT Karya Bersama Takarob tidak juga menyerahkan ganti rugi.

Bahkan, PT Karya Bersama Takarob sempat menempuh upaya hukum dengan mengajukan penolakan. Namun, upaya tersebut gagal, lantaran ditolak pihak pengadilan.

Kepala Panitera Pengadilan Negeri Cirebon Sutrisno Bardi mengatakan, lantaran aset PT Karya Bersama Takarob berada di Kota Cirebon, PN Jakarta Selatan pun meminta bantuan PN Cirebon untuk melakukan penyitaan.

“Ada permasalahan utang-piutang antara PT Adi Karya dengan PT Karya Bersama Takarob. Terkait pembayaran termin ke-4, 6, 7 dan 8 serta bunganya. Totalnya lebih dari Rp24 miliar,” kata Sutrisno.

Sebelumnya, pihak pengadilan pun beberapa kali melakukan teguran dengan melakukan pemanggilan. Namun tidak ada perwakilan yang datang.

“Sekarang kami lakukan sita eksekusi. Mungkin langkah selanjutnya kami akan melakukan pelelangan,” ujar Sutrisno. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_3182" align="alignnone" width="300"] ilustrasi[/caption] POSKOTA.CO- Hukuman mati yang disandang Silvester Obiekwe alias Mustofa,50, Warga Negara Nigeria tidak membuatnya sadar. Justru Silvester Obiekwe alias Mustofa kembali menjalankan bisnis haramnya. Ulah si hitam itu akhirnya dibongkar aparat Badan Narkotika Nasional (BNN), dari dalam Lembaga Pemasyarakatan(Lapas) Pasir Putih, Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Aksi Obiekwe dibantu oleh teman satu selnya bernama Andi,32.” Dia mengendalikan bisnis narkobanya dari balik jeruji besi. Meski sudah divonis mati tidak membuatnya jera,” kata Kepala BNN Komjen Anang Iskandar, Jumat(30/1). Anang menjelaskan, kasus tersebut terungkap setelah petugas BNN menerima inpormasi intelijen, yang menyebutkan bisnis narkoba asal Goangzu, Tiongkok dikendalikan oleh Silvester Obiekwe alias Mustofa, yang mendekam di Lapas Nusakambangan. Berkat informasi itu, kata Anang, petugas melakukan penyelidikan dan menangkap tersangka Dewi disebuah parkiran hotel Gunung Sahari, Jakarta Pusat, pada pukul 22.30 WIB. Dari tangan Dewi petugas menyita barang bukti berupa 1.794 gran shabu. "Kami lakukan pengembangan ke kontrakan di kawasan Kemayoran dan kembali menemukan barang bukti sabu 5.828 gram. Disembunyikan di dalam kardus. Sabu tersebut dikemas dalam 56 pastik berukuran sedang. Jadi total sabunya 7.622 gram," ungkap mantan Deputy Pencegahaan BNN ini. (sapuji)