SEMUA DANRAMIL KEDIRI MEMANTAU ARUS MUDIK – Poskota.co

SEMUA DANRAMIL KEDIRI MEMANTAU ARUS MUDIK

para Danramil se Kodim Kediri
para Danramil se Kodim Kediri

POSKOTA.CO – Pasca diumumkan penetapan 1 Syawal 1437 Hijriyah oleh Pemerintah kemarin malam, persiapan jelang detik-detik Idul Fitri sudah mulai terlihat, khususnya para pemudik yang melakukan perjalanan, dan Kodim 0809/Kediri juga melakukan pengamanan dan pemantauan di beberapa pos arus mudik bersama Polri, serta turut membantu kelancaran transportasi darat pasca lebaran tahun ini, selasa (05/07/2016).

Dari pos pemantauan arus mudik lebaran di Kecamatan Purwoasri, Danramil Purwoasri, Kapten Inf M. Yunus melaporkan, arus mudik jurusan Kediri menuju Jombang/Surabaya atau sebaliknya, kepadatan arus lalu lintas mengalami peningkatan tajam, bahkan kian meningkat dibanding 2 atau 3 hari lalu.

Dari pos pemantauan arus mudik lebaran di Kecamatan Ngadiluwih, Danramil Ngadilwuih, Kapten Inf Supriyadi melaporkan, untuk arus mudik arah Kediri menuju Blitar atau sebaliknya, relatif normal dari hari-hari biasa.

Demikian juga yang terjadi di pos pemantuan arus mudik lebaran di Kecamatan Kras, Danramil Kras, Kapten Inf Masduki melaporkan, arus mudik arah Kediri menuju Tulungagung atau sebaliknya ,relatif normal, sedangkan untuk angkutan bus yang melewati jalur ini mengalami peningkatan jumlah penumpang.

Dari pos pemantauan arus mudik lebaran di Kecamatan Kandangan, Danramil Kandangan Kapten Czi Kustoyo melaporkan, arus mudik jurusan Kediri menuju Malang atau sebaliknya, kepadatan lalu lintas cenderung mulai meningkat dari hari-hari biasa.

Belum terlihat kemacetan akibat antrian kendaraan bermotor yang panjang, tetapi tetap harus diwaspadai bagi para pengguna jalan, khususnya di kilometer 2 hingga 6 arah Kasembon, karena jalur ini banyak belokan dan tanjakan.

Dari pos pemantauan arus mudik lebaran di Kecamatan Pare, Danramil Kapten Arh Ajir melaporkan, arus mudik arah Jombang/Surabaya menuju Kediri mengalami peningkatan tajam sedangkan arah Kediri menuju Jombang/Surabaya mengalami penurunan.

Sedangkan dari pos pemantauan arus mudik lebaran di Kecamatan Grogol, Danramil Grogol, Kapten Inf Suliyono melaporkan, arus kepadatan lalu lintas jalur Kediri menuju Nganjuk atau sebaliknya, relatif normal, hanya saja kepadatan penumpang angkutan bus agak sedikit mengalami peningkatan dibandingkan hari-hari biasa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
POSKOTA.CO - Permohonan Guru Besar IPB Prof Dr Euis Sunarti dan akademisi ke Mahkamah Konstitusi (MK) sejalan dengan isi Rancangan Undang-Undang (RUU) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Bahkan, dalam RUU tersebut hukuman perzinaan akan diperberat dari sembilan bulan penjara menjadi terancam lima tahun penjara. Pemerintah menanggapi permohonan akademisi terkait permintaan kriminalisasi lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) dan kumpul kebo, di mana materi itu juga masih dibahas di dalam DPR. Sebagai contoh, dalam Pasal 484 Ayat (1) Huruf e RUU KUHP berbunyi, "Laki-laki dan perempuan yang masing-masing tidak terikat dalam perkawinan yang sah melakukan persetubuhan dipidana lima tahun penjara". Pandangan pemerintah dalam hal ini disampaikan oleh Direktur Litigasi Peraturan Perundang-undangan Kemenkumham Yunan Hilmy dalam sidang lanjutan uji materi KUHP di ruang sidang MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Selasa (19/7). Yunan menyebut, pembahasan RUU ini terkesan lambat karena ada beberapa kendala. "Lamanya penyusunan RUU KUHP dipengaruhi banyaknya dinamika di antaranya masalah budaya, agama serta hal-hal lain yang dalam implementasinya harus dapat diukur secara jelas," kata Yunan. Sebab, dalam merumuskan ketentuan pidana berbeda dengan merumus ketentuan lain. Yunan mengatakan, untuk mengukur suatu norma pidana harus dapat dibuktikan secara hukum sehingga untuk dapat memutus suatu norma pidana memerlukan waktu yang lama. Oleh karena itu, pemerintah mengatakan para pemohon dapat memberikan masukan hal ini kepada pemerintah atau DPR. "Dalam rangka turut serta mengatasi problematika pembahasan RUU KUHP, para pemohon dapat memberikan sumbangan pemikirannya terhadap materi RUU KUHP terutama masalah perzinaan, pemerkosaan dan homoseksual. Materi RUU KUHP itu masih dibahas di DPR, dan akhir Agustus mendatang akan kembali dirapatkan usai masa reses DPR. Hukum Penjara Sebelumnya, Guru Besar IPB Prof Dr Euis Sunarti dan para akademisi lain meminta homoseks dan pelaku kumpul kebo dihukum penjara. Mereka meminta Mahkamah Konstitusi menafsir ulang Pasal 292. Selain Euis, ikut pula menggugat para akademisi lainnya yaitu Rita Hendrawaty Soebagio SpPsi, MSi, Dr Dinar Dewi Kania, Dr Sitaresmi Sulistyawati Soekanto, Nurul Hidayati Kusumahastuti Ubaya SS, MA, Dr Sabriaty Aziz. Ada juga Fithra Faisal Hastiadi SE, MA, MSc, PhD, Dr Tiar Anwar Bachtiar SS, MHum, Sri Vira Chandra D SS, MA, Qurrata Ayuni SH, Akmal ST, MPdI dan Dhona El Furqon SHI, MH. (*)