PUPUK OPLOSAN DAPAT MERUSAK KESUBURAN TANAH – Poskota.co

PUPUK OPLOSAN DAPAT MERUSAK KESUBURAN TANAH

isAPOSKOTA.CO – PT. Petrokimia Gresik mengimbau masyarakat agar selektif dalam memilih pupuk untuk pertanian karena penggunaan pupuk oplosan yang harganya hampir sama dengan produk subsidi justru akan menimbulkan dampak negatif terhadap kesuburan tanah.

“NPK oplosan tidak berefek ke penyerapan hara tanaman, namun justru dampaknya merusak kesuburan tanah. Lahan bisa berubah menjadi keras seperti tanah liat,” kata Supervisor PT Petrokimia Gresik DIY Agus Adriansyah, di Yogyakarta, Selasa.

Seperti diberitakan, Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda DIY menggerebek pabrik pengoplosan pupuk untuk dijadikan NPK tablet di Dusun Karang, Ringinharjo, Kabupaten Bantul.

Dalam kasus tersebut Polda DIY menyita barang bukti berupa 69 bungkus pupuk NPK tablet ukuran lima kilogrma yang belum diedarkan atau total 345 kilogram, tujuh karung pupuk makro campuran ZK, tiga karung CSP-36, sebanyak 86 karung pupuk urea subsidi ukuran 50 kilogram.

Selain itu, Polda DIY juga menyita sebanyak 2,8 ton pupuk NPK tablet dari dua pengecer di Kabupaten Kulon Progo.

Agus mengatakan, kadar Nitrogen (N), Phospor (P), dan Kalium (K) dalam pupuk oplosan sangat rendah yakni hanya satu koma sekian persen.

“Sedangkan pada pupuk NPK subsidi yang legal, kandungan ketiga zat itu masing-masing sebesar 15 persen,” paparnya.

Menurut dia, dalam pantauannya temuan pupuk NPK ilegal di beberapa daerah di DIY ada yang dibuat menyerupai dengan produk Petrokimia Gresik.

“Secara kasat mata, warna dan cetakan kantong didesain sangat mirip dengan produk asli. Namun jika dicermati, persentase kandungan unsur kimia yang tertera dalam kemasan pupuk oplosan berbeda dengan pupuk subsidi,” ucapnya.

Ia mengatakan, untuk mengelabui masyarakat, penjualan pupuk ilegal itu biasanya dilakukan pada malam hari dengan cara dititipkan ke gabungan kelompok tani (gapoktan).

“Peredaran pupuk ilegal semacam ini ditengarai tidak hanya terjadi di DIY, tapi juga provinsi lain seperti Jawa Tengah dan Jawa Barat,” ujarnya.

Menurut dia, setelah adanya temuan NPK tablet ilegal di Bantul, PT Petrokimia telah melakukan pengecekan terhadap penyalur pupuk di wilayah DIY.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_2898" align="alignnone" width="300"] Anang Iskandar[/caption] POSKOTA.CO- Kepala Badan Narkotika Nasional(BNN) Komjen Anang Iskandar mendesak kepada Jaksa Agung Prasetyo untuk segera mengeksekusi terpida mati kasus narkoba. Salah satunya adalah terpidana mati yang kembali mengendalikan bisnis narkoba Warga Negara Nigeria, Silvester Obiek. "Iya, ingin (Silvester) segera dieksekusi mati? Saya laporkan tadi ke Pak Jaksa Agung," kata Anang kepada wartawan di Kejagung, Senin(2/2). Anang berharap, eksekusi mati yang dijalankan pihak kejaksaan, diharapkan tidak terlalu lama waktunya dari eksekusi mati pertama. "Kami ingin efek jera bagi mereka, eksekusi hukuman mati perlu tapi jangan sekali dan jedanya jangan terlalu panjang. Semoga gelombang kedua nggak tahun depan. Kami ingin penegak hukum punya integritas yang tinggi," ujar mantan Kapolda Jambi ini. Sementara itu, Jaksa Agung M Prasetyo mengaku, pihaknya masih menunggu grasi yang diajukan Silvester Obiek ke Presiden Joko Widodo(Jokowi). "Yang bersangkutan (Silvester) ajukan grasi, nanti kita cek lagi,‎" kata Prasetyo. Sebelumnya, petugas BNN mencokok seorang kurir shabu bernama Dewi disebuah parkiran hotel Gunung Sahari, Jakarta Pusat, pada pukul 22.30 WIB.Dari tangan Dewi petugas menyita barang bukti 1.794 gram shabu. Kepada penyidik, Dewi mengaku, dirinya disuruh Andi teman satu sel Silvester Obiek, untuk mengirimkan shabu tersebut kepada seseorang berinsial E yang masih buron. Belakangan diketahui, bisnis narkoba tersebut dikendalikan oleh Silvester Obiek yang mendekam di Lembaga Pemasyarakatan(LP) Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, dan sudah beberapa kali tersangkut kasus narkoba dan divonis hukuman mati.(sapuji)