PROGRAM RLTH KEDIRI MENCAPAI 95 PERSEN – Poskota.co

PROGRAM RLTH KEDIRI MENCAPAI 95 PERSEN

Hasil RLTH ditinjau langsung
Hasil RLTH ditinjau langsung

POSKOTA.CO – Kendati ditengah guyuran hujan deras, Tim Inspektorat Kodam V/Brawijaya yang diketuai Kolonel Inf Nur Rahmad didampingi Letkol Czi Franky DK, Mayor Cpl Lawu Redi dan Mayor Inf Sriyono, melihat langsung hasil program renovasi RTLH (rumah tak layak huni), Rabu (20/7).

Dari sekian banyak objek-objek yang dilihat secara langsung dilapangan, hasilnya cukup memuaskan, bahkan ada beberapa objek yang jauh diatas rata-rata standard dasar bangunan.”Hasilnya cukup bagus, meski masih banyak yang harus ditingkatkan,” ungkap Kolonel Inf Nur Rahmad

Diakui dalam hal kelengkapan administrasi, khususnya yang ada di Koramil-Koramil masih perlu diperbaiki, agar dalam penyelesaian program tersebut, tidak mengalami kendala pada verifikasi nantinya.

Dandim Kediri, Letkol Inf Purnomosidi, juga menyempatkan mendampingi Tim Irdam V/Brawijaya untuk berkeliling di lokasi-lokasi baik yang masih dikerjakan maupun yang sudah selesai secara keseluruhan.

Beliau juga membenarkan bahwa dalam waktu dekat, target yang dibebankan kepada Kodim Kediri agar tepat waktu dalam penyelesaian program tersebut, dapat dipastikan akan ditepati karena hampir secara keseluruhan bila diukur prosentase, hampir semua Koramil sudah mencapai 95% keatas.

Mayor Cpl Lawu Redi dan Mayor Inf Sriyono yang memantau langsung perkembangan beberapa objek program renovasi RTLH yang masih berlangsung sampai hari ini, menjelaskan, objek yang yang berada di pedesaan lebih mendominasi spirit kegotongroyongan dibanding objek yang berlokasi di perkotaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
POSKOTA.CO - BRI Cabang Kabupaten Majene mangkir dari panggilan Ombudsman Provinsi Sulawesi Barat untuk melakukan klarifikasi terkait raibnya tabungan warga Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar di Bank BRI Cabang Majene. "Kami sudah melakukan panggilan kepada Kepala Bank BRI Majene untuk melakukan klarifikasi atas raibnya tabungan warga di BRI Majene, namun Bank BRI Majene mangkir dari panggilan," kata Asisten Bidang Pencegahan Ombudsman Perwakilan Provinsi Sulbar, Muhammad Sukriadi Azis S,Ip di Mamuju, Jumat. Ia mengatakan, Ombudsman kembali memanggil Kepala BRI Cabang Majene sampai pada panggilan ketiga dan bila belum diindahkan panggilan yang ketiga maka akan dilakukan pemanggilan paksa dengan melibatkan aparat kepolisian. "Kami akan lakukan panggilan sesuai dengan kewenangan Ombudsman Sulbar kami harap BRI Majene bersedia menerima panggilan Ombudsman Sulbar," katanya. Menurut dia, Ombudsman Sulbar telah menerima laporan nasabah BRI Majene yang tabungannya raib di BRI Majene sebanyak Rp400 juta, raib, "Kami telah menerima laporan dari seorang warga Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polman, atas nama Subli Sukardi, yang mengaku uang tabungannya raib senilai Rp400 juta, di Bank BRI Cabang Majene, sehingga kita panggil BRI Majene melakukan klarifikasi," katanya. Ia mengatakan, warga itu menyampaikan jika uangnya raib diduga karena telah terjadi penggelapan dana di Bank BRI Majene. "Pelapor mengaku bahwa diduga salah seorang oknum pegawai negeri sipil di lingkup Pemkab Majene, telah bersekongkol dengan staf Bank BRI Majene, mencairkan tabungannya sehingga tabungannya raib," katanya. Menurut dia, uang tabungan pelapor telah ditarik sebanyak tiga kali direkeningnya sehingga tabungannya itu raib sejak bulan Juli tahun 2013. Ia menyampaikan bahwa atas laporan tersebut maka pihak Ombudsman Sulbar menindaklanjutinya dengan memanggil Kepala BRI Majene dan melakukan pemeriksaan terhadap staf Bank BRI dan oknum PNS yang dimaksud, namun yang dipanggil ternyata mangkir.