KUNKER ANGGOTA DEWAN DISELIDIKI POLRES CIREBON KOTA – Poskota.co

KUNKER ANGGOTA DEWAN DISELIDIKI POLRES CIREBON KOTA

POSKOTA.CO – Upaya penegakan hukum terus dilakukan, kini tak pandang lagi siapa yang berbuat dan siapa yang bersalah. Bahkan jika uang negara pun dipergunakan tanpa pertanggungjawaban yang jelas, maka ini pun menjadi incaran institusi hukum untuk menegakkan hukum.

Seperti baru-baru ini terdengar kabar tidak sedap di lingkungan DPRD Kota Cirebon, di mana Kepolisian Resort Cirebon Kota mencium adanya kejanggalan atas aktivitas kunjungan kerja (kunker) yang dilakukan oleh anggota DPRD Kota Cirebon selama tahun 2016.

Diduga pertanggungjawaban atas kunker menjadi suatu perhatian yang serius Bagian Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Cirebon Kota yang sudah menyelidiki atas anggaran kunker dewan selama 2016. Atas hal tersebut, sudah ada beberapa orang yang dimintai keterangan oleh pihak kepolisian.

Salah seorang narasumber di lingkungan DPRD Kota Cirebon yang enggan disebutkan namanya, mengakui sudah ada sebuah penyelidikan yang dilakukan bagian Tipikor Porlres Cirebon Kota terhadap anggaran kunjungan kerja dewan selama 2016 ini.

Dan sekitar satu bulan yang lalu, kata dia, Bagian Tipikor mengirim surat untuk memanggil dan meminta keterangan dari pihak Sekretaris Dewan dan PPTK atas penggunaan anggaran kungker tersebut.
“Iya yang di mintai keterangan itu Sekwan sama PPTK-nya sama Tipikor Polres Cirebon Kota,” ujarnya.

Mengenai soal ini, masih kata sumber ini, pimpinan dewan pasti tahu semua. Dirinya juga mengakui bahwa kasus tersebut sampai sekarang proses hukumnya masih terus berjalan. “Pimpinan dewan pasti tau soal ini mas. Kan proses hukumnya masih jalan,” paparnya. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_3182" align="alignnone" width="300"] ilustrasi[/caption] POSKOTA.CO- Hukuman mati yang disandang Silvester Obiekwe alias Mustofa,50, Warga Negara Nigeria tidak membuatnya sadar. Justru Silvester Obiekwe alias Mustofa kembali menjalankan bisnis haramnya. Ulah si hitam itu akhirnya dibongkar aparat Badan Narkotika Nasional (BNN), dari dalam Lembaga Pemasyarakatan(Lapas) Pasir Putih, Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Aksi Obiekwe dibantu oleh teman satu selnya bernama Andi,32.” Dia mengendalikan bisnis narkobanya dari balik jeruji besi. Meski sudah divonis mati tidak membuatnya jera,” kata Kepala BNN Komjen Anang Iskandar, Jumat(30/1). Anang menjelaskan, kasus tersebut terungkap setelah petugas BNN menerima inpormasi intelijen, yang menyebutkan bisnis narkoba asal Goangzu, Tiongkok dikendalikan oleh Silvester Obiekwe alias Mustofa, yang mendekam di Lapas Nusakambangan. Berkat informasi itu, kata Anang, petugas melakukan penyelidikan dan menangkap tersangka Dewi disebuah parkiran hotel Gunung Sahari, Jakarta Pusat, pada pukul 22.30 WIB. Dari tangan Dewi petugas menyita barang bukti berupa 1.794 gran shabu. "Kami lakukan pengembangan ke kontrakan di kawasan Kemayoran dan kembali menemukan barang bukti sabu 5.828 gram. Disembunyikan di dalam kardus. Sabu tersebut dikemas dalam 56 pastik berukuran sedang. Jadi total sabunya 7.622 gram," ungkap mantan Deputy Pencegahaan BNN ini. (sapuji)