POLISI SELIDIKI KEBAKARAN PASAR PELITA SUKABUMI – Poskota.co
Saturday, September 23

POLISI SELIDIKI KEBAKARAN PASAR PELITA SUKABUMI

9kebakaranPOSKOTA.CO – Jajaran Polres Sukabumi Kota menyelidiki kasus kebakaran Pasar Pelita Kota Sukabumi, Jawa Barat yang menyebabkan puluhan lapak pedagang kaki lima dan kios hangus terbakar.

“Penyebab musibah ini masih dalam penyelidikan. Tetelah api benar-benar padam rencananya tim Labfor Polres Sukabumi Kota akan turun langsung ke titik awal api muncul untuk mencari barang bukti yang bisa dijadikan sebagai bahan penyelidikan,” kata Kepala Bagian Operasi Polres Sukabumi Kota, Kompol Sulaeman Salim kepada Antara di Sukabumi, Kamis.

Informasi yang dihimpun, api mulai membesar dan menghanguskan lapak PKL serta kios yang berada di sekitar Pasar Pelita sekitar pukul 00.00 WIB. Walaupun sebelum kejadian sempat turun hujan, tetapi karena mayoritas pedagang di pasar tersebut menjual barang yang mudah terbakar sehingga api dengan cepat membesar.

Untuk memadamkan api, petugas menurunkan 11 mobil damkar, empat unitnya diantranya berasal dari Kabupaten Sukabumi.

Api baru bisa dijinakan sekitar pukul 03.00 WIB, namun masih banyak bara api yang masih menyala.

Sulaeman mengatakan untuk antisipasi hal yang tidak diinginkan pihaknya juga menurunkan sedikitnya 50 personelnya untuk mengamankan jalan proses pemadaman api.

Selain itu, untuk menetralkan lokasi musibah polisi juga memblokir beberapa akses jalan menuju tempat kejadian kebakaran.

“Hingga kini kondisi di lokasi musibah berangsur kondusif dan kami tidak menerima laporan adanya oknum yang memanfaatkan momen kebakaran ini untuk menjarah barang dagangan milik pedagang,” katanya.

Sementara, salah seorang PKL, Zaenudin mengatakan api dengan cepat membakar lapak PKL dan kios. Mudahnya api membesar karena mayoritas pedagang yang berjualan di Pasar Pelita ini menjual barang yang berbahan kain seperti seragam sekolah, pakaian, gordain dan lain-lain.

“Barang dagangan saya berhasil diselamatkan karena saat api menjalar saya dan rekan langsung mengevakuasi barang-barang yang ada di lapak,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_445" align="alignleft" width="300"] Kuasa hukum pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman Surjadi Sumawiredja dalam pilkada Jawa Timur 2013, Kenny Hasibuan, menunjukkan surat yang akan diberikan kepada Mendagri Gamawan Fauzi di Kantor Kemendagri, Jakarta, Senin (3/2). (ANTARA)[/caption] POSKOTA.CO - Pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman Suryadi Sumawiredja meminta Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi membatalkan jadwal pelantikan pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur (Jatim) terpilih Soekarwo-Saifullah Yusuf, 12 Februari 2014. "Kami ke sini untuk menemui Mendagri guna menjelaskan permohonan klien kami (Khofifah-Herman) untuk tidak melantik pasangan Soekarwo-Saifullah," kata Kuasa Hukum Khofifah, Romulo HSA Silaen, di Jakarta, Senin. Menurut Romulo, permohonan pembatalan pelantikan ini karena ada pernyataan dari Akil (mantan Ketua MK Akil Mochtar) bahwa dalam putusan panel yang dimenangkan adalah Khofifah-Herman. "Ini karena ada statement dari Pak Akil bahwa dalam putusan panel yang dimenangkan adalah Khofifah, kenapa setelah Akil ditangkap, putusan itu berubah. Ada yang merugikan klien kami," katanya. Selain itu, Romulo menilai, MK telah melanggar undang-undang MK, yang tidak melibatkan ketua dalam RPH. "Ada cacat hukum dari putusan MK, pertama tidak melibatkan Akil sebagai ketua panel, dan tidak sesuai isi putusan panel yang diputus oleh panel sebelumnya, yang 3 orang itu, Akil, Maria, Anwar Usman, ini melanggar pasal 28 ayat 1 Undang-Undang MK, yaitu diputuskan oleh 9 atau dalam keadaan luar biasa 7 orang, dan dipimpin oleh ketua MK, putusan itu tidak melibatkan Akil dan putusan itu berbeda dengan putusan panel yang ditetapkan sebelumnya," katanya. Kepala Pusat Penerangan Kemendagri Dedy Suprayitno mengatakan hingga saat ini  belum ada rencana pengunduran pelantikan Soekarwo-Saifullah Yusuf pada 12 Februari 2014. "Rencana itu masih berjalan, pelantikan sudah direncanakan, belum ada (pengunduran)," kata Dedy. (djoko/ant)