PADA 2015 MENRISTEKDIKTI LAKUKAN 701 KALI RISET – Poskota.co

PADA 2015 MENRISTEKDIKTI LAKUKAN 701 KALI RISET

8dPOSKOTA.CO – Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir, mengatakan riset pendidikan tinggi harus memiliki nilai tambah atau dampak langsung bagi masyarakat. Selama ini, riset yang menghasilkan inovasi hingga tahun 2015 mencapai 701 riset.

Tapi kenyataannya, tidak ada yang mampu diserap industri yang ada‬, bisa dihitung jari, mana yang dipakai oleh industri, nantinya Kemenristekdikti akan mendukung scale up inovasi perguruan tinggi negeri lewat keberadaan Techno Park.

“Hal ini penting untuk mendukung nilai tambah perguruan tinggi,” kata nasir, Senin (7/8), saat penandatangan kerjasama kontrak Inovasi Perguruan Tinggi di Industri Tahun 2016, Hotel Millenium Sirih, Lantai 3 Ruang Sulawesi, Jl. H. Fachrudin, Tanah Abang, Jakarta Pusat.‬

Sementara itu, kedepannya, saya sudah minta Menteri Keuangan agar peneliti tidak disibukka lagi dengan laporan pertanggungjawaban keuangan, yang penting inovasi harus memberi nilai tambah. (dade)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_3182" align="alignnone" width="300"] ilustrasi[/caption] POSKOTA.CO- Hukuman mati yang disandang Silvester Obiekwe alias Mustofa,50, Warga Negara Nigeria tidak membuatnya sadar. Justru Silvester Obiekwe alias Mustofa kembali menjalankan bisnis haramnya. Ulah si hitam itu akhirnya dibongkar aparat Badan Narkotika Nasional (BNN), dari dalam Lembaga Pemasyarakatan(Lapas) Pasir Putih, Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Aksi Obiekwe dibantu oleh teman satu selnya bernama Andi,32.” Dia mengendalikan bisnis narkobanya dari balik jeruji besi. Meski sudah divonis mati tidak membuatnya jera,” kata Kepala BNN Komjen Anang Iskandar, Jumat(30/1). Anang menjelaskan, kasus tersebut terungkap setelah petugas BNN menerima inpormasi intelijen, yang menyebutkan bisnis narkoba asal Goangzu, Tiongkok dikendalikan oleh Silvester Obiekwe alias Mustofa, yang mendekam di Lapas Nusakambangan. Berkat informasi itu, kata Anang, petugas melakukan penyelidikan dan menangkap tersangka Dewi disebuah parkiran hotel Gunung Sahari, Jakarta Pusat, pada pukul 22.30 WIB. Dari tangan Dewi petugas menyita barang bukti berupa 1.794 gran shabu. "Kami lakukan pengembangan ke kontrakan di kawasan Kemayoran dan kembali menemukan barang bukti sabu 5.828 gram. Disembunyikan di dalam kardus. Sabu tersebut dikemas dalam 56 pastik berukuran sedang. Jadi total sabunya 7.622 gram," ungkap mantan Deputy Pencegahaan BNN ini. (sapuji)