ORMAS TAK AKUI PANCASILA USIR DARI KEDIRI – Poskota.co

ORMAS TAK AKUI PANCASILA USIR DARI KEDIRI

POSKOTA.CO – Gelar Nusantara Bersatu Stadion Brawijaya Kediri yang dihadiri 17000 dari 343 desa ditambah anggota Banser, FKPPI, Pramuka, tokoh lintas agama, kelompok tani, perangkat desa, para pelajar dan mahasiswa, serta anggota LVRI, menjadi saksi bisu.

Ketua Gerakan Pemuda Ansor Kediri, Munasir Huda menegaskan, ormas-ormas yang secara jelas menolak azas Pancasila, harus dibubarkan oleh Pemerintah, karena dianggap bertentangan dengan tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Khusus ormas-ormas di Kota dan Kabupaten Kediri yang berindikasi tidak sesuai dengan Pancasila harus diusir dari wilayah Kediri, karena dapat memicu perselisihan maupun perpecahan antar warga yang berlatarbelakang beragama.

Beliau juga menyikapi aksi demo 411 yang sudah berlangsung dan aksi demo 212 yang akan berlangsung, sebagai tindakan yang mengintervensi Pemerintah dan dapat membuat menimbulkan perselisihan yang berlatarbelakang SARA.

2de1
Ditenda kehormatan, juga terlihat Dandim Kediri, Letkol Inf Purnomosidi, Kapolresta Kediri, AKBP wibowo, Wakil Walikota Kediri, Lilik Muhibah, dan Ketua DPRD Kota Kediri, Kholifi Yunon, Rabu (30/11/)

K.H. Anwar Iskandar, selaku tokoh agama, menyatakan, semua warga Kediri harus bersatu tanpa harus memandang segala perbedaan, dan tidak mudah terpancing segala provokasi yang berbau SARA. Selain itu, seluruh warga Kediri agar memegang prinsip dan konsep yang terkandung dalam Bhinneka Tunggal Ika.

Gelar nusantara bersatu ini juga dimeriahkan berbagai acara, seperti kesenian kuda lumping ,seni tari, seni barongsay, serta puisi dan orasi dari siswa/siswi dan mahasiswa yang ada di Kediri.

Disamping itu, pameran alutsista juga dipertontonkan kepada publik yang hadir di stadion brawijaya ini. Diakhir gelar nusantara bersatu, doa bersama dilakukan seluruh Forpimda (Forum Pimpinan Daerah) Kediri dengan tokoh lintas agama uang tergabung dalam FKUB.

2des
Menurut Letkol Inf Purnomosidi, gelar nusantara bersatu ini, untuk memperkuat Bhinneka Tunggal Ika yang ada ditengah-tengah kehidupan sosial masyarakat, sekaligus menegaskan bahwa segala perbedaan yang melatarbelakanginya, tidak menjadi halangan untuk menjaga persatuan dan kesatuan. Demikian juga kerukunan antar umat beragama yang ada di Kediri, harus bisa menjadi dasar utama, saling menghargai dan saling menghormati satu sama lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_3182" align="alignnone" width="300"] ilustrasi[/caption] POSKOTA.CO- Hukuman mati yang disandang Silvester Obiekwe alias Mustofa,50, Warga Negara Nigeria tidak membuatnya sadar. Justru Silvester Obiekwe alias Mustofa kembali menjalankan bisnis haramnya. Ulah si hitam itu akhirnya dibongkar aparat Badan Narkotika Nasional (BNN), dari dalam Lembaga Pemasyarakatan(Lapas) Pasir Putih, Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Aksi Obiekwe dibantu oleh teman satu selnya bernama Andi,32.” Dia mengendalikan bisnis narkobanya dari balik jeruji besi. Meski sudah divonis mati tidak membuatnya jera,” kata Kepala BNN Komjen Anang Iskandar, Jumat(30/1). Anang menjelaskan, kasus tersebut terungkap setelah petugas BNN menerima inpormasi intelijen, yang menyebutkan bisnis narkoba asal Goangzu, Tiongkok dikendalikan oleh Silvester Obiekwe alias Mustofa, yang mendekam di Lapas Nusakambangan. Berkat informasi itu, kata Anang, petugas melakukan penyelidikan dan menangkap tersangka Dewi disebuah parkiran hotel Gunung Sahari, Jakarta Pusat, pada pukul 22.30 WIB. Dari tangan Dewi petugas menyita barang bukti berupa 1.794 gran shabu. "Kami lakukan pengembangan ke kontrakan di kawasan Kemayoran dan kembali menemukan barang bukti sabu 5.828 gram. Disembunyikan di dalam kardus. Sabu tersebut dikemas dalam 56 pastik berukuran sedang. Jadi total sabunya 7.622 gram," ungkap mantan Deputy Pencegahaan BNN ini. (sapuji)