OKNUM TNI DALANGI PERAMPOKAN – Poskota.co
Wednesday, September 20

OKNUM TNI DALANGI PERAMPOKAN

ilustrasi
ilustrasi

POSKOTA.CO – Kepolisian Resor Temanggung, Jawa Tengah, meringkus tujuh pelaku perampokan, satu di antaranya melibatkan oknum anggota TNI dan dua perempuan. “Aksi tersebut diotaki oknum TNI,” kata seorang petugas.

Kasubag Humas Polres Temanggung AKP Henny Widiyanti di Temanggung, Rabu, mengatakan para pelaku melakukan aksi pada Senin (22/2) pukul 15.00 WIB di Jalan Raya Ngadirejo-Candiroto dengan korban Wahid Taufan Romadhon,27, warga Plososari, Patehan, Kabupaten Kendal.

Para pelaku semuanya warga Demak:
o. Suy,27, anggota TNI
o. Jas,28,
o. Gun,26,
o. Ahm,27,
o. Eni,39,
o. Siti,18,
o. Abd,27,

“Kini enam pelaku ditahan di mapolres Temanggung, sedangkan satu oknum anggota TNI dibawa ke Denpom untuk proses hukum,” katanya.

Pada kejadian tersebut korban sedang melintas berkendara sepeda motor dipepet para tersangka yang mengendarai Avanza H 8521 KE. Tersangka lantas menodongkan senjata api dan pisau pada korban. Tas yang dibawa korban diambil tersangka. Tas itu berisi baju, mukenah dan telepon seluler.

Henny mengatakan sebelum beraksi di Temanggung, mereka berencana merampok di Yogyakarta, tetapi karena situasi sasaran ramai dan tidak memungkinkan kemudian meluncur ke Temanggung untuk mencari sasaran lain.

Ia mengatakan setelah menerima laporan dari korban, kemudian petugas melakukan penyelidikan. Saat melakukan pengejaran terhadap mobil yang dipakai pelaku, petugas sempat terkecoh karena mobil yang dipakai semula H 8521 KE, telah diganti plat nomornya dengan AD 8456 FC.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_2327" align="alignleft" width="300"] Ilustrasi[/caption] POSKOTA.CO - Komisi Pemberantasan Korupsi menerima sembilan laporan penerimaan gratifikasi berupa pemutar musik elektronik Ipod Shuffle yang diterima saat resepsi pernikahan anak Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi. "Sudah ada sembilan orang yang melaporkan Ipod kepada KPK," kata Juru Bicara KPK Johan Budi, Jumat (21/3). Sembilan orang yang melaporkan penerimaan itu adalah Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) DKI Jakarta Ratiyono, satu orang hakim Pengadilan Tinggi, Ketua Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Made Rawa Aryawan, dua orang hakim Mahkamah Agung, satu orang pejabat Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan, satu pejabat Komisi Yudisial dan dua orang pejabat dari Ombudsman. "Laporan ini akan kita analisa dan klarifikasi," kata Direktur Gratifikasi KPK Giri Suprapdiono. Sebelumnya, Ketua Ikatan Hakim Indonesia (IKAHI) cabang Mahkamah Agung Gayus Lumbuun saat datang ke KPK bersama empat hakim agung lain pada Kamis (19/3) mengatakan bahwa para hakim akan melaporkan pemberian tersebut ke KPK. "Kami akan mempersiapkan surat laporan dari IKAHI cabang MA karena penerima iPod sebagian besar adalah hakim-hakim di MA, hakim agung dan hakim-hakim yang ditugaskan di lingkungan MA," kata Gayus, Kamis (19/3). Gayus juga menyerahkan contoh iPod yang akan dinilai KPK. "Menurut hitungan kami, data yang kami miliki (harganya) di bawah Rp500 ribu, jadi kami berpandangan ini bukan gratifikasi yang dilarang, tapi kami menyerahkan pada KPK untuk menilai, oleh karena itu yang kami urus adalah hakim-hakim yang menerima," ujar Gayus.