OKNUM TNI DALANGI PERAMPOKAN – Poskota.co

OKNUM TNI DALANGI PERAMPOKAN

ilustrasi
ilustrasi

POSKOTA.CO – Kepolisian Resor Temanggung, Jawa Tengah, meringkus tujuh pelaku perampokan, satu di antaranya melibatkan oknum anggota TNI dan dua perempuan. “Aksi tersebut diotaki oknum TNI,” kata seorang petugas.

Kasubag Humas Polres Temanggung AKP Henny Widiyanti di Temanggung, Rabu, mengatakan para pelaku melakukan aksi pada Senin (22/2) pukul 15.00 WIB di Jalan Raya Ngadirejo-Candiroto dengan korban Wahid Taufan Romadhon,27, warga Plososari, Patehan, Kabupaten Kendal.

Para pelaku semuanya warga Demak:
o. Suy,27, anggota TNI
o. Jas,28,
o. Gun,26,
o. Ahm,27,
o. Eni,39,
o. Siti,18,
o. Abd,27,

“Kini enam pelaku ditahan di mapolres Temanggung, sedangkan satu oknum anggota TNI dibawa ke Denpom untuk proses hukum,” katanya.

Pada kejadian tersebut korban sedang melintas berkendara sepeda motor dipepet para tersangka yang mengendarai Avanza H 8521 KE. Tersangka lantas menodongkan senjata api dan pisau pada korban. Tas yang dibawa korban diambil tersangka. Tas itu berisi baju, mukenah dan telepon seluler.

Henny mengatakan sebelum beraksi di Temanggung, mereka berencana merampok di Yogyakarta, tetapi karena situasi sasaran ramai dan tidak memungkinkan kemudian meluncur ke Temanggung untuk mencari sasaran lain.

Ia mengatakan setelah menerima laporan dari korban, kemudian petugas melakukan penyelidikan. Saat melakukan pengejaran terhadap mobil yang dipakai pelaku, petugas sempat terkecoh karena mobil yang dipakai semula H 8521 KE, telah diganti plat nomornya dengan AD 8456 FC.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
POSKOTA.CO - BRI Cabang Kabupaten Majene mangkir dari panggilan Ombudsman Provinsi Sulawesi Barat untuk melakukan klarifikasi terkait raibnya tabungan warga Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar di Bank BRI Cabang Majene. "Kami sudah melakukan panggilan kepada Kepala Bank BRI Majene untuk melakukan klarifikasi atas raibnya tabungan warga di BRI Majene, namun Bank BRI Majene mangkir dari panggilan," kata Asisten Bidang Pencegahan Ombudsman Perwakilan Provinsi Sulbar, Muhammad Sukriadi Azis S,Ip di Mamuju, Jumat. Ia mengatakan, Ombudsman kembali memanggil Kepala BRI Cabang Majene sampai pada panggilan ketiga dan bila belum diindahkan panggilan yang ketiga maka akan dilakukan pemanggilan paksa dengan melibatkan aparat kepolisian. "Kami akan lakukan panggilan sesuai dengan kewenangan Ombudsman Sulbar kami harap BRI Majene bersedia menerima panggilan Ombudsman Sulbar," katanya. Menurut dia, Ombudsman Sulbar telah menerima laporan nasabah BRI Majene yang tabungannya raib di BRI Majene sebanyak Rp400 juta, raib, "Kami telah menerima laporan dari seorang warga Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polman, atas nama Subli Sukardi, yang mengaku uang tabungannya raib senilai Rp400 juta, di Bank BRI Cabang Majene, sehingga kita panggil BRI Majene melakukan klarifikasi," katanya. Ia mengatakan, warga itu menyampaikan jika uangnya raib diduga karena telah terjadi penggelapan dana di Bank BRI Majene. "Pelapor mengaku bahwa diduga salah seorang oknum pegawai negeri sipil di lingkup Pemkab Majene, telah bersekongkol dengan staf Bank BRI Majene, mencairkan tabungannya sehingga tabungannya raib," katanya. Menurut dia, uang tabungan pelapor telah ditarik sebanyak tiga kali direkeningnya sehingga tabungannya itu raib sejak bulan Juli tahun 2013. Ia menyampaikan bahwa atas laporan tersebut maka pihak Ombudsman Sulbar menindaklanjutinya dengan memanggil Kepala BRI Majene dan melakukan pemeriksaan terhadap staf Bank BRI dan oknum PNS yang dimaksud, namun yang dipanggil ternyata mangkir.