NYABU, 2 ANGGOTA KODAM CENDERAWASIH DITANGKAP – Poskota.co

NYABU, 2 ANGGOTA KODAM CENDERAWASIH DITANGKAP

ilustrasi
ilustrasi

POSKOTA.CO – Dua anggota TNI AD yang bertugas di Kodam XVII Cenderawasih ditangkap karena diduga menjadi pengedar dan pengguna narkotika jenis sabu sabu.

Data yang dihimpun Antara di Jayapura, Senin mengungkapkan, kedua anggota ditangkap Sabtu (5/3) sekitar pukul 00.00 WIT, dan tim gabungan TNI AD melakukan penangkapan terhadap Kopda I dan Kopda LT,di komplek perumahan kodam lama, Jalan Setiabudi, Kota Jayapura.

Kopda I bertugas dilingkungan Topdam dan Kopda LT bertugas Denmadam Kodam XVII Cendrawasih.

Saat ditangkap, kedua diduga sudah menggunakan barang haram karena ditemukan alat isap (bong), ungkap sumber yang tidak ingin diungkapkan identitasnya.

Ada pun barang bukti yang diamankan terdiri atas lima bungkus sabu sabu seberat 4.2 Gram, satu dus amunisi senjata softgun berisi 50 butir, timbangan digital dan lainnya.

Sementara itu Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI Hinsa Siburian kepada Antara di Jayapura membenarkan adanya penangkapan terhadap kedua anggota namun hingga kini masih diperiksa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_445" align="alignleft" width="300"] Kuasa hukum pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman Surjadi Sumawiredja dalam pilkada Jawa Timur 2013, Kenny Hasibuan, menunjukkan surat yang akan diberikan kepada Mendagri Gamawan Fauzi di Kantor Kemendagri, Jakarta, Senin (3/2). (ANTARA)[/caption] POSKOTA.CO - Pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman Suryadi Sumawiredja meminta Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi membatalkan jadwal pelantikan pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur (Jatim) terpilih Soekarwo-Saifullah Yusuf, 12 Februari 2014. "Kami ke sini untuk menemui Mendagri guna menjelaskan permohonan klien kami (Khofifah-Herman) untuk tidak melantik pasangan Soekarwo-Saifullah," kata Kuasa Hukum Khofifah, Romulo HSA Silaen, di Jakarta, Senin. Menurut Romulo, permohonan pembatalan pelantikan ini karena ada pernyataan dari Akil (mantan Ketua MK Akil Mochtar) bahwa dalam putusan panel yang dimenangkan adalah Khofifah-Herman. "Ini karena ada statement dari Pak Akil bahwa dalam putusan panel yang dimenangkan adalah Khofifah, kenapa setelah Akil ditangkap, putusan itu berubah. Ada yang merugikan klien kami," katanya. Selain itu, Romulo menilai, MK telah melanggar undang-undang MK, yang tidak melibatkan ketua dalam RPH. "Ada cacat hukum dari putusan MK, pertama tidak melibatkan Akil sebagai ketua panel, dan tidak sesuai isi putusan panel yang diputus oleh panel sebelumnya, yang 3 orang itu, Akil, Maria, Anwar Usman, ini melanggar pasal 28 ayat 1 Undang-Undang MK, yaitu diputuskan oleh 9 atau dalam keadaan luar biasa 7 orang, dan dipimpin oleh ketua MK, putusan itu tidak melibatkan Akil dan putusan itu berbeda dengan putusan panel yang ditetapkan sebelumnya," katanya. Kepala Pusat Penerangan Kemendagri Dedy Suprayitno mengatakan hingga saat ini  belum ada rencana pengunduran pelantikan Soekarwo-Saifullah Yusuf pada 12 Februari 2014. "Rencana itu masih berjalan, pelantikan sudah direncanakan, belum ada (pengunduran)," kata Dedy. (djoko/ant)