MEMBUNUH KARENA MEMBELA DIRI DIKEROYOK – Poskota.co

MEMBUNUH KARENA MEMBELA DIRI DIKEROYOK

02BORGOLPOSKOTA.CO – Yunus alias Mansyur,23, pembunuh Dede Irawan,30, mengaku tindakannya untuk membela diri karena ada empat orang yang berniat memukulinya.

Peristiwa itu berawal dari pelaku yang ingin menjemput pacarnya di Jalan Pangeran M Noor pada Selasa (26/4) sekitar pukul 20.00 WIB, tiba-tiba didatangi em pat orang dan langsung memukulinya.

Pelaku merasa terdesak hingga akhirnya mengeluarkan senjata tajam jenis badik dan melakukan penyerangan secara membabi buta yang akhirnya menelan korban jiwa bernama Dede Irawan.

“Saya membela diri dengan mengeluarkan badik di pinggang. Badik saya arahkan ke orang-orang yang memukuli saya,” kata Yunus.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kota Bandarlampung, Komisaris Dery Agung Wijaya, di Bandarlampung, Minggu menjelaskan,
korban, sempat dilarikan ke rumah sakit namun nyawanya tidak tertolong, sedangkan dua orang korban lainnya yang terkena sabetan senjata tajam dapat diselamatkan.

Pelaku dijerat dengan Pasal 338 sub Pasal 351 Ayat 3 tentang penganiayaan dengan ancaman pidana penjara selama 15 tahun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_1031" align="alignleft" width="300"] Hakim sang wakil Tuhan di dunia[/caption]POSKOTA.CO - Wakil Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Fadli Zon mengharapkan hakim Mahkamah Konstitusi (MK) jangan ada yang berasal dari partai politik. "Hakim MK haruslah merupakan orang yang benar-benar kompeten dalam bidang hukum tata negara dan bukanlah seseorang yang pernah bergabung dengan partai politik," kata Wakil Ketua Umum Partai Gerindra dalam rilisnya, di Jakarta, Jumat. Menurut dia, bila hakim MK yang terpilih berasal dari partai politik dikhawatirkan hanya mementingkan kepentingan golongannya saja sehingga mengakibatkaan potensi penyelewengan menjadi sangat besar. "Independensi hakim MK sangat penting untuk menjaga kredibilitas MK sebagai lembaga hukum tertinggi. Perlu diperhatikan juga bahwa keputusan yang dibuat MK adalah bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat. Oleh karena itu Hakim MK sebagai pembuat keputusan haruslah orang yang benar-benar mempunyai integritas," paparnya. Kasus Akil Mochtar hendaknya menjadi pelajaran bagi MK untuk bisa menjaga kredibilitasnya. "Kredibilitas MK dalam penegakan hukum tengah disorot karena kasus Akil Mochtar. Oleh karena itu MK harus memastikan bahwa kasus seperti itu tidak terulang kembali. Jangan sampai rakyat hilang kepercayaan terhadap penegakan hukum," kata Fadli. Di tempat terpisah, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh berpendapat persoalan pemilihan anggota Hakim MK bukan pada asas legalitas tetapi adalah asas kepantasan, etika, dan moral.