KODIM KEDIRI JAGA KETAT TEMPAT IBADAH – Poskota.co
Wednesday, September 20

KODIM KEDIRI JAGA KETAT TEMPAT IBADAH

POSKOTA.CO – Pascatragedi di Tanjungbalai, Sumatera Utara, Dandim Kediri Letkol Inf Purnomosidi yang masih berada di Kodam V/Brawijaya menghubungi Kasdim Kediri Mayor Inf Joni Morwantoto melalui sambungan telepon, Sabtu (30/7), untuk menyikapi segala kemungkinan dan gejala sosial masyarakat yang berdampak negatif, khususnya di Kota dan Kabupaten Kediri.

Usai kontak via telepon, Mayor Inf Joni Morwantoto langsung mengambil langkah strategis guna menghadapi segala kemungkinan yang tidak terduga dengan memerintahkan seluruh Danramil jajaran Kodim 0809/Kediri untuk langsung mengantisipasi tempat-tempat ibadah yang ada di Kota dan Kabupaten Kediri.

Dari 29 kecamatan, tiga di Kota Kediri dan 26 di Kabupaten Kediri, seluruh tempat ibadah mulai hari ini dijaga ketat anggota Koramil jajaran Kodim Kediri, di samping vihara atau klenteng tentunya. Sesuai instruksi Letkol Inf Purnomosidi, yang langsung ditujukan kepada Mayor Inf Joni Morwantoto, turun dalam pengamanan di tempat ibadah vihara atau klenteng dengan jumlah personel lebih banyak.

Di samping tempat ibadah, Pasi Ops Kodim Kediri Kapten Arm Nur Solikin, juga telah menyiapkan personel khusus, untuk mengantisipasi kerawanan sosial yang akan timbul, dengan menempatkan personel di titik-titik tertentu. Sebagaimana pengamanan yang dilakukan di Vihara Tjoe Hwie Kiong yang berlokasi di Kelurahan Pocanan, dan Vihara Jayasaccako di Kelurahan Semampir, keduanya berada di Kecamatan Kota.

Menurut Mayor Inf Joni Morwantoto, salah satu kunci keberhasilan Kediri hingga saat ini tetap aman dan kondusif adalah, kesadaran masyarakat dan kredibilitas para pemuka agama, yang mampu menjadi ‘transporter dan speaker’ untuk menjadi jembatan segala perbedaan ataupun perselisihan. Dalam catatan tinta emas, konflik berbau SARA yang ada di Kediri, memang belum pernah terjadi, tetapi gesekan berbau perselisihan memang kerap terjadi, tetapi belum pernah berujung pada kerusuhan, dan selalu berakhir di meja perundingan dan dialogis dengan damai. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_2898" align="alignnone" width="300"] Anang Iskandar[/caption] POSKOTA.CO- Kepala Badan Narkotika Nasional(BNN) Komjen Anang Iskandar mendesak kepada Jaksa Agung Prasetyo untuk segera mengeksekusi terpida mati kasus narkoba. Salah satunya adalah terpidana mati yang kembali mengendalikan bisnis narkoba Warga Negara Nigeria, Silvester Obiek. "Iya, ingin (Silvester) segera dieksekusi mati? Saya laporkan tadi ke Pak Jaksa Agung," kata Anang kepada wartawan di Kejagung, Senin(2/2). Anang berharap, eksekusi mati yang dijalankan pihak kejaksaan, diharapkan tidak terlalu lama waktunya dari eksekusi mati pertama. "Kami ingin efek jera bagi mereka, eksekusi hukuman mati perlu tapi jangan sekali dan jedanya jangan terlalu panjang. Semoga gelombang kedua nggak tahun depan. Kami ingin penegak hukum punya integritas yang tinggi," ujar mantan Kapolda Jambi ini. Sementara itu, Jaksa Agung M Prasetyo mengaku, pihaknya masih menunggu grasi yang diajukan Silvester Obiek ke Presiden Joko Widodo(Jokowi). "Yang bersangkutan (Silvester) ajukan grasi, nanti kita cek lagi,‎" kata Prasetyo. Sebelumnya, petugas BNN mencokok seorang kurir shabu bernama Dewi disebuah parkiran hotel Gunung Sahari, Jakarta Pusat, pada pukul 22.30 WIB.Dari tangan Dewi petugas menyita barang bukti 1.794 gram shabu. Kepada penyidik, Dewi mengaku, dirinya disuruh Andi teman satu sel Silvester Obiek, untuk mengirimkan shabu tersebut kepada seseorang berinsial E yang masih buron. Belakangan diketahui, bisnis narkoba tersebut dikendalikan oleh Silvester Obiek yang mendekam di Lembaga Pemasyarakatan(LP) Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, dan sudah beberapa kali tersangkut kasus narkoba dan divonis hukuman mati.(sapuji)