KETUA INW: SULIT MEMBAYANGKAN 11 TAHANAN KABUR – Poskota.co

KETUA INW: SULIT MEMBAYANGKAN 11 TAHANAN KABUR

Ilustrasi
Ilustrasi

POSKOTA.CO – Ketua Idonesia Narcotics Watch (INW) Josmar Naibaho dalam rilisnya, Selasa (14/6) minta Petugas yang berjaga saat kejadian harus dimintai pertanggungjawaban, termasuk mengusut kemungkinan adanya kerjasana dalam pelarian ini.

“Melihat posisi tahanan yang terletak dilantai dasar gedung dan hanya memiliki satu pintu keluar masuk, rasanya sulit bagi tahanan secara bergerombol melenggang keluar ruang tahanan,” jelas

Disamping itu, persis di depan pintu utama tahanan juga terdapat ruang petugas jaga. Kemudian, sebelum keluar gedung tahanan juga terdapat ruang jaga.

Jadi, kata Josmar, terdapat setidaknya dua ruang penjagaan sebelum seseorang keluar atau masuk gedung tahanan. “Perlu dilakukan pemeriksaan khususnya terhadap petugas dan komandan jaga saat kejadian berlangsung,” katanya.

Seperti diinformasikan Senin (13/6), 11 orang tahanan kasus narkoba berhasil melarikan diri. Mereka adalah Syarifuddin (43) warga Jalan Pambon, Kelurahan Belawan Bahari, Kecamatan Medan Belawan. Suhermanto (25) warga Duun Gang Tengah Trangon, Kababupaten Gayo Lues, Aceh.

Datuk Ega Juanda (28) warga Jalan Tertib, Komplek Panggon Indah, Kecamatan Medan Marelan; Busra (38) Warga Desa Paya Rabo Kecamatan Sawang, Aceh Utara; Yudhi Kurniawan (26) warga Jalan Flores, Kelurahan Kebun Lada, Binjai.

Abdullah (37) warga Jalan Pulau Rupat, Kecamatan Medan Belawan; Richo Triyoga Tama (32) warga Jalan Pesantren, Kelurahan Sei Sikambing B, Kecamatan Medan Sunggal; Teddy Sugara (39) warga Jalan Pancasila, Kecamatan Medan Denai.

Suliyadi (33) warga Desa Melati II, Kecamatan Perbaungan, Serdang Bedagai; Amad (31) warga Desa Namo Riam, Kecamatan Pancur Batu, Deliserdang dan Herijal (24) warga Dusun Mangga II, Desa Uyem Beriring Kecamatan Tripe Jaya, Gayo Lues, Aceh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_2327" align="alignleft" width="300"] Ilustrasi[/caption] POSKOTA.CO - Komisi Pemberantasan Korupsi menerima sembilan laporan penerimaan gratifikasi berupa pemutar musik elektronik Ipod Shuffle yang diterima saat resepsi pernikahan anak Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi. "Sudah ada sembilan orang yang melaporkan Ipod kepada KPK," kata Juru Bicara KPK Johan Budi, Jumat (21/3). Sembilan orang yang melaporkan penerimaan itu adalah Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) DKI Jakarta Ratiyono, satu orang hakim Pengadilan Tinggi, Ketua Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Made Rawa Aryawan, dua orang hakim Mahkamah Agung, satu orang pejabat Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan, satu pejabat Komisi Yudisial dan dua orang pejabat dari Ombudsman. "Laporan ini akan kita analisa dan klarifikasi," kata Direktur Gratifikasi KPK Giri Suprapdiono. Sebelumnya, Ketua Ikatan Hakim Indonesia (IKAHI) cabang Mahkamah Agung Gayus Lumbuun saat datang ke KPK bersama empat hakim agung lain pada Kamis (19/3) mengatakan bahwa para hakim akan melaporkan pemberian tersebut ke KPK. "Kami akan mempersiapkan surat laporan dari IKAHI cabang MA karena penerima iPod sebagian besar adalah hakim-hakim di MA, hakim agung dan hakim-hakim yang ditugaskan di lingkungan MA," kata Gayus, Kamis (19/3). Gayus juga menyerahkan contoh iPod yang akan dinilai KPK. "Menurut hitungan kami, data yang kami miliki (harganya) di bawah Rp500 ribu, jadi kami berpandangan ini bukan gratifikasi yang dilarang, tapi kami menyerahkan pada KPK untuk menilai, oleh karena itu yang kami urus adalah hakim-hakim yang menerima," ujar Gayus.