KEMENAG REJANGLEBONG AJAK KHATIB PERANGI DBD – Poskota.co
Wednesday, September 20

KEMENAG REJANGLEBONG AJAK KHATIB PERANGI DBD

POSKOTA.CO – Kementerian Agama Kabupaten Rejanglebong, Provinsi Bengkulu, mengajak khatib di daerahnya untuk turut mengkampanyekan gerakan memerangi demam berdarah dengue (DBD) dalam materi ceramah agama.

Kepala Kemenag Rejanglebong M CH Naseh di Rejanglebong, Jumat, mengatakan gerakan kampanye memerangi DBD itu guna membantu pemerintah daerah setempat dalam membantu penanganan merebaknya kasus akibat gigitan nyamuk aides aegipty tersebut.

“Kami sudah membuat surat edaran yang ditujukan kepada 15 Kantor Urusan Agama di setiap kecamatan yang ada di Rejanglebong, dan seterusnya masing-masing KUA membuat surat edaran kepada khatib. Surat ini meminta agar para khatib memasukan materi gerakan menjaga kebersihan dalam memerangi DBD pada setiap ceramah agama mereka,” ujar Naseh.

Materi ceramah agama yang menyelipkan pesan-pesan pemerintah dalam penanganan DBD itu sendiri, kata dia, dianggap cukup efektif dan lebih cepat sampai ke masyarakat baik dalam khotbah Jumat atau ceramah agama.

Hal ini penting mengingat penyampaian pesan pemerintah itu merupakan bagian dari anjuran agama Islam terutama dalam menjaga kebersihan diri maupun lingkungan.

Sementara itu ketua Fraksi Partai Demokrat di DPRD Rejanglebong, Zulkarnain Thaib, meminta Pemkab Rejanglebong dan dinas terkait mengutamakan penanganan DBD di daerah itu karena kasusnya terus meningkat.

“Dinas kesehatan harus lebih sensitif dan peduli dengan keadaan yang ada di masyarakat,” kata Zulkarnain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_2898" align="alignnone" width="300"] Anang Iskandar[/caption] POSKOTA.CO- Kepala Badan Narkotika Nasional(BNN) Komjen Anang Iskandar mendesak kepada Jaksa Agung Prasetyo untuk segera mengeksekusi terpida mati kasus narkoba. Salah satunya adalah terpidana mati yang kembali mengendalikan bisnis narkoba Warga Negara Nigeria, Silvester Obiek. "Iya, ingin (Silvester) segera dieksekusi mati? Saya laporkan tadi ke Pak Jaksa Agung," kata Anang kepada wartawan di Kejagung, Senin(2/2). Anang berharap, eksekusi mati yang dijalankan pihak kejaksaan, diharapkan tidak terlalu lama waktunya dari eksekusi mati pertama. "Kami ingin efek jera bagi mereka, eksekusi hukuman mati perlu tapi jangan sekali dan jedanya jangan terlalu panjang. Semoga gelombang kedua nggak tahun depan. Kami ingin penegak hukum punya integritas yang tinggi," ujar mantan Kapolda Jambi ini. Sementara itu, Jaksa Agung M Prasetyo mengaku, pihaknya masih menunggu grasi yang diajukan Silvester Obiek ke Presiden Joko Widodo(Jokowi). "Yang bersangkutan (Silvester) ajukan grasi, nanti kita cek lagi,‎" kata Prasetyo. Sebelumnya, petugas BNN mencokok seorang kurir shabu bernama Dewi disebuah parkiran hotel Gunung Sahari, Jakarta Pusat, pada pukul 22.30 WIB.Dari tangan Dewi petugas menyita barang bukti 1.794 gram shabu. Kepada penyidik, Dewi mengaku, dirinya disuruh Andi teman satu sel Silvester Obiek, untuk mengirimkan shabu tersebut kepada seseorang berinsial E yang masih buron. Belakangan diketahui, bisnis narkoba tersebut dikendalikan oleh Silvester Obiek yang mendekam di Lembaga Pemasyarakatan(LP) Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, dan sudah beberapa kali tersangkut kasus narkoba dan divonis hukuman mati.(sapuji)