JAKSA GADUNGAN DI PEKANBARU DIRINGKUS – Poskota.co

JAKSA GADUNGAN DI PEKANBARU DIRINGKUS

jaksaPOSKOTA.CO – Kepolisian Resort Kota Pekanbaru merinkus seorang pria yang berpura-pura menjadi pegawai Kejaksaan Tinggi Riau untuk mengutip uang perizinan dari panti pijat.

“Terhadap pelaku telah dilakukan penangkapan,” kata Kepala Kepolisian Sektor Sukajadi, Kompol Hermawi, kepada wartawan di Pekanbaru, Minggu.

Kompol Hermawi menjelaskan jaksa gadungan tersebut bernama Ari Yuhenri (25) warga Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru. Polisi meringkus pelaku pada 10 Februari lalu dengan tuduhan penipuan dan pemalsuan surat.

Penangkapan jaksa gadungan itu berawal dari laporan seorang pengusaha panti pijat bernama Maryati, yang menjadi korban penipuan.

Pelapor menyebutkan pada 28 Januari 2016 pelaku datang ke tempat usaha panti pijat korban, dengan mengaku sebagai pegawai Kejaksaan Tinggi Riau.

Jaksa gadungan itu kemudian melakukan pendataan terhadap panti pijat korban, khususnya mengenai rekomendasi perizinan panti dari dinas kesehatan setempat.

Karena kebetulan panti pijat milik tersebut memang belum memiliki perizinan dari dinas kesehatan, pelaku menawarkan untuk menguruskan perizinan dimaksud. Kemudian pada 29 Januari pelaku datang lagi dengan membawa surat terdaftar pengobatan tradisional dari dinas kesehatan.

“Di duga surat tersebut dipalsukan oleh pelaku dan korban dikenai biaya Rp300 ribu,” kata Kompol Hermawi.

Pelapor mulai merasakan kejanggalan karena pada 10 Februari jaksa gadungan itu datang lagi ke panti korban dengan membawa dua lembar surat, yaitu sertifikat laik kesehatan panti dari dinas kesehatan dan formulir pendataan pengobatan tradisional dari Kejaksaan Tinggi Riau, yang dua-duanya juga diduga palsu.

Pelaku lalu membebankan korban biaya lagi sebesar Rp550.000.

Karena merasa curiga, korban lalu menghubungi seorang pegawai Kejaksaan Tinggi Riau kenalannya dan mendapat keterangan bahwa pelaku bernama Ari Yuhenri bukanlah pegawai di instansi hukum itu. Setelah dilakukan penangkapan, lanjutnya, jaksa gadungan itu akhirnya mengaku telah melakukan banyak penipuan dengan membuat surat palsu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_2898" align="alignnone" width="300"] Anang Iskandar[/caption] POSKOTA.CO- Kepala Badan Narkotika Nasional(BNN) Komjen Anang Iskandar mendesak kepada Jaksa Agung Prasetyo untuk segera mengeksekusi terpida mati kasus narkoba. Salah satunya adalah terpidana mati yang kembali mengendalikan bisnis narkoba Warga Negara Nigeria, Silvester Obiek. "Iya, ingin (Silvester) segera dieksekusi mati? Saya laporkan tadi ke Pak Jaksa Agung," kata Anang kepada wartawan di Kejagung, Senin(2/2). Anang berharap, eksekusi mati yang dijalankan pihak kejaksaan, diharapkan tidak terlalu lama waktunya dari eksekusi mati pertama. "Kami ingin efek jera bagi mereka, eksekusi hukuman mati perlu tapi jangan sekali dan jedanya jangan terlalu panjang. Semoga gelombang kedua nggak tahun depan. Kami ingin penegak hukum punya integritas yang tinggi," ujar mantan Kapolda Jambi ini. Sementara itu, Jaksa Agung M Prasetyo mengaku, pihaknya masih menunggu grasi yang diajukan Silvester Obiek ke Presiden Joko Widodo(Jokowi). "Yang bersangkutan (Silvester) ajukan grasi, nanti kita cek lagi,‎" kata Prasetyo. Sebelumnya, petugas BNN mencokok seorang kurir shabu bernama Dewi disebuah parkiran hotel Gunung Sahari, Jakarta Pusat, pada pukul 22.30 WIB.Dari tangan Dewi petugas menyita barang bukti 1.794 gram shabu. Kepada penyidik, Dewi mengaku, dirinya disuruh Andi teman satu sel Silvester Obiek, untuk mengirimkan shabu tersebut kepada seseorang berinsial E yang masih buron. Belakangan diketahui, bisnis narkoba tersebut dikendalikan oleh Silvester Obiek yang mendekam di Lembaga Pemasyarakatan(LP) Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, dan sudah beberapa kali tersangkut kasus narkoba dan divonis hukuman mati.(sapuji)