HIMKI DAN PENGUSAHA ROTAN DUKUNG PROGRAM PRESIDEN BERANTAS PUNGLI – Poskota.co

HIMKI DAN PENGUSAHA ROTAN DUKUNG PROGRAM PRESIDEN BERANTAS PUNGLI

POSKOTA.CO – Instruksi Presiden Joko Widodo untuk memberantas pungli dalam bentuk apa pun, menjadi program gayung bersambut di seluruh Indonesia, tak terkecuali di Cirebon, Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) pun mendukung program pemberantasan pungutan liar (pungli) dan siap untuk mengawalnya.

Dalam langkah-langkahnya, HIMKI akan melaporkan temuan-temuan (dugaan pungli) terutama dalam proses perizinan. Hal tersebut diungkapkan Wakil Ketua Bidang Mebel Rotan dan Bambu HIMKI Alamsyah, agar amanah Presiden RI terlaksana dan berjalan baik di semua bidang pemerintahan.

“Kami sepakat dan akan berkoordinasi dengan lembaga terkait bila ada indikasi pungli di lapangan. Terutama dalam proses perizinan dan lainnya,” tegas Alamsyah.

Pengusaha rotan, khususnya di Kabupaten Cirebon mendukung program yang dicanangkan pemerintah pusat dalam memberantas pungutan liar terutama dalam pengurusan perizinan. Alamsyah mengaku, selama ini para pengusaha terbebani dengan biaya yang cukup besar saat memproses perizinan.

“Saat ini kan tidak ada standar harga yang  ditentukan oleh pemerintah. Seharusnya ada itu (standar harga) sehingga para pengusaha di saat mau ngurus izin sudah tahu, karena harganya segitu,” ujarnya.

Menurut Alamsyah, selama ini tidak ada standar harga yang ditentukan dalam proses perizinan. Para pengusaha pun  terbebani dengan biaya-biaya yang diminta oleh petugas yang ada di intansi tersebut. Dia berharap pemerintah menetapkan standar harga dalam proses perizinan.

“Akibat biaya besar yang dikeluarkan dalam membuat perizinan. Otomatis nilai jual produknya pun akan tinggi, dan ini yang sulit dalam bersaing,” jelasnya.

Dengan tidak ada standar harga dalam pembuatan perizinan, Dia menduga indikasi pungli makin kuat. “Kalau ada harganya kan jelas, sehingga pengusaha tahu. Kalau ini kan tidak, jangankan masyarakat umum pengusaha saja tidak tahu harga dalam membuat perizinan ini dan itu berapa, inilah yang bisa menyebabkan pungli,” pungkas Almasyah. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_2898" align="alignnone" width="300"] Anang Iskandar[/caption] POSKOTA.CO- Kepala Badan Narkotika Nasional(BNN) Komjen Anang Iskandar mendesak kepada Jaksa Agung Prasetyo untuk segera mengeksekusi terpida mati kasus narkoba. Salah satunya adalah terpidana mati yang kembali mengendalikan bisnis narkoba Warga Negara Nigeria, Silvester Obiek. "Iya, ingin (Silvester) segera dieksekusi mati? Saya laporkan tadi ke Pak Jaksa Agung," kata Anang kepada wartawan di Kejagung, Senin(2/2). Anang berharap, eksekusi mati yang dijalankan pihak kejaksaan, diharapkan tidak terlalu lama waktunya dari eksekusi mati pertama. "Kami ingin efek jera bagi mereka, eksekusi hukuman mati perlu tapi jangan sekali dan jedanya jangan terlalu panjang. Semoga gelombang kedua nggak tahun depan. Kami ingin penegak hukum punya integritas yang tinggi," ujar mantan Kapolda Jambi ini. Sementara itu, Jaksa Agung M Prasetyo mengaku, pihaknya masih menunggu grasi yang diajukan Silvester Obiek ke Presiden Joko Widodo(Jokowi). "Yang bersangkutan (Silvester) ajukan grasi, nanti kita cek lagi,‎" kata Prasetyo. Sebelumnya, petugas BNN mencokok seorang kurir shabu bernama Dewi disebuah parkiran hotel Gunung Sahari, Jakarta Pusat, pada pukul 22.30 WIB.Dari tangan Dewi petugas menyita barang bukti 1.794 gram shabu. Kepada penyidik, Dewi mengaku, dirinya disuruh Andi teman satu sel Silvester Obiek, untuk mengirimkan shabu tersebut kepada seseorang berinsial E yang masih buron. Belakangan diketahui, bisnis narkoba tersebut dikendalikan oleh Silvester Obiek yang mendekam di Lembaga Pemasyarakatan(LP) Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, dan sudah beberapa kali tersangkut kasus narkoba dan divonis hukuman mati.(sapuji)