HANDOYO MENGINGATKAN EMPAT PILAR BANGSA JANGAN SAMPAI LUNTUR – Poskota.co

HANDOYO MENGINGATKAN EMPAT PILAR BANGSA JANGAN SAMPAI LUNTUR

POSKOTA.CO – Guna menangkis upaya disintegrasi bangsa yang belakangan ini mulai menyeruak, tak ada pilihan lain, nilai-nilai luhur empat pilar harus dikedepankan. Hal ini disampaikan anggota MPR RI, Rahmad Handoyo dihadapan puluhan Kepala Desa dan PAC PDI Perjuangan Sekecamatan Simo, Kabupaten Boyolali, saat sosialisasi empat pilar kebangsaan yang digelar MPR RI, Minggu (18/06).

” Sudah terbukti, empat pilar selama ini mampu membuat bangsa kita kokoh hingga kini.” kata Rahmad Handoyo.
Politisi yang berasal dari daerah pemilihan (dapil) Jateng V, (Boyolali, Solo, Klaten dan Sukoharjo) ini menambahkan, nilai-nilai luhur empat pilar, yaitu Pancasila sebagai perekat dan ideologi bangsa, UUD 1945 sebagai konstitusi negara, NKRI sebagai bentuk negara dan Bhineka Tunggal Ika sebagai semboyan bangsa, bisa terus diimplementasikan.

“Empat pilar kebangsaan begitu penting untuk terus dimaknai dan diimplementasikan dalam kehidupan. Sebab jika tidak, nilai-nilai luhur empat pilar dalam Pancasila, UUD 45, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika, bisa luntur,”kata Rahmad Handoyo.
Rahmad Handoyo mengakui, saat ini, mulai muncul upaya yang mengarah disintegrasi bangsa. Namun, Rahmad Handoyo meyakini, kalau semua masyarakat memahami arti pentingnya empat pilar kebangsaan, maka upaya tersebut tidak akan berhasil.

“Salah satu bentuk implementasi empat pilar, misalnya bijak memberikan komentar lewat media sosial,” kata Rahmad Handoyo.
Menurut Rahmad Handoyo, kegiatan sosialisasi empat pilar kebangsaan yang digelar di Rumah makan Ojo Dumeh Kecamatan Simo, Kabupaten Boyolali ini, merupakan salah satu agenda rutin MPR. MPR sangat perlu memberikan sosialiasi empat pilar kebangsaan kepada seluruh masyarakat Indonesia.

Diharapkan, para kepala desa dan pengurus PAC nantinya bisa menjelaskan lebih lanjut terkait empat pilar kebangsaan kepada masyarakat di lingkungannya masing-masing. Misalnya disampaikan dalam pertemuan warga dan pertemuan arisan rutin atau ibu-ibu PKK.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_1031" align="alignleft" width="300"] Hakim sang wakil Tuhan di dunia[/caption]POSKOTA.CO - Wakil Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Fadli Zon mengharapkan hakim Mahkamah Konstitusi (MK) jangan ada yang berasal dari partai politik. "Hakim MK haruslah merupakan orang yang benar-benar kompeten dalam bidang hukum tata negara dan bukanlah seseorang yang pernah bergabung dengan partai politik," kata Wakil Ketua Umum Partai Gerindra dalam rilisnya, di Jakarta, Jumat. Menurut dia, bila hakim MK yang terpilih berasal dari partai politik dikhawatirkan hanya mementingkan kepentingan golongannya saja sehingga mengakibatkaan potensi penyelewengan menjadi sangat besar. "Independensi hakim MK sangat penting untuk menjaga kredibilitas MK sebagai lembaga hukum tertinggi. Perlu diperhatikan juga bahwa keputusan yang dibuat MK adalah bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat. Oleh karena itu Hakim MK sebagai pembuat keputusan haruslah orang yang benar-benar mempunyai integritas," paparnya. Kasus Akil Mochtar hendaknya menjadi pelajaran bagi MK untuk bisa menjaga kredibilitasnya. "Kredibilitas MK dalam penegakan hukum tengah disorot karena kasus Akil Mochtar. Oleh karena itu MK harus memastikan bahwa kasus seperti itu tidak terulang kembali. Jangan sampai rakyat hilang kepercayaan terhadap penegakan hukum," kata Fadli. Di tempat terpisah, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh berpendapat persoalan pemilihan anggota Hakim MK bukan pada asas legalitas tetapi adalah asas kepantasan, etika, dan moral.