GUBERNUR BANTEN BANTU KORBAN KEBAKARAN WIHARA BHUTONG – Poskota.co
Wednesday, September 20

GUBERNUR BANTEN BANTU KORBAN KEBAKARAN WIHARA BHUTONG

9kebakaran POSKOTA.CO – Pemerintah Provinsi Banten memberikan bantuan bagi korban kebakaran Wihara Bhutong Dhamma Budhi Bhakti yang menelan korban empat orang meninggal dunia di Kota Tangerang.

Bantuan berupa uang sebesar Rp70 juta, untuk korban meninggal dunia empat orang masing-masing Rp5 juta dan untuk perbaikan wihara Rp50 juta tersebut, secara simbolis diserahkan Gubernur Banten Rano Karno saat meninjau lokasi kebakaran Wihara Bhutong di Jalan Burok, Neglasari, Kota Tangerang, di Tangerang, Sabtu.

Bantuan tersebut diterima langsung pemilik dan juga Ketua Wihara Bhutong Dhamma Budhi Bhakti, Beni Susanto yang juga menjadi salah satu korban luka kebakaran yang terjadi Jumat (19/2) dini hari tersebut.

“Mudah-mudahan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran. Untuk itu ke depan harus lebih berhati-hati dan kami berharap segera dibangun kembali wihara ini,” kata Gubernur Banten Rano Karno usai meninjau lokasi kebakaran tersebut didampingi Sekda Banten Ranta Soeharta dan sejumlah pejabat Provinsi Banten.

Usai mengujungi lokasi kebakaran Wihara Bhutong Dhamma Budhi Bhakti, Gubernur Banten juga menghadiri perayaan Imlek dan Cap Go Meh di Wihara yang Sen Bio di Cihakuhirap, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang.

Dalam kesempatan tersebut Gubernur Banten Rano Karno menyampaikan pentingnya toleransi dan kerukunan hidup umat beragama di dalam upaya melaksanakan pembangunan daerah khususnya di Provinsi Banten.

“Suasana damai ini harus terus dipelihara demi membangun Banten yang kita cintai,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_445" align="alignleft" width="300"] Kuasa hukum pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman Surjadi Sumawiredja dalam pilkada Jawa Timur 2013, Kenny Hasibuan, menunjukkan surat yang akan diberikan kepada Mendagri Gamawan Fauzi di Kantor Kemendagri, Jakarta, Senin (3/2). (ANTARA)[/caption] POSKOTA.CO - Pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman Suryadi Sumawiredja meminta Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi membatalkan jadwal pelantikan pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur (Jatim) terpilih Soekarwo-Saifullah Yusuf, 12 Februari 2014. "Kami ke sini untuk menemui Mendagri guna menjelaskan permohonan klien kami (Khofifah-Herman) untuk tidak melantik pasangan Soekarwo-Saifullah," kata Kuasa Hukum Khofifah, Romulo HSA Silaen, di Jakarta, Senin. Menurut Romulo, permohonan pembatalan pelantikan ini karena ada pernyataan dari Akil (mantan Ketua MK Akil Mochtar) bahwa dalam putusan panel yang dimenangkan adalah Khofifah-Herman. "Ini karena ada statement dari Pak Akil bahwa dalam putusan panel yang dimenangkan adalah Khofifah, kenapa setelah Akil ditangkap, putusan itu berubah. Ada yang merugikan klien kami," katanya. Selain itu, Romulo menilai, MK telah melanggar undang-undang MK, yang tidak melibatkan ketua dalam RPH. "Ada cacat hukum dari putusan MK, pertama tidak melibatkan Akil sebagai ketua panel, dan tidak sesuai isi putusan panel yang diputus oleh panel sebelumnya, yang 3 orang itu, Akil, Maria, Anwar Usman, ini melanggar pasal 28 ayat 1 Undang-Undang MK, yaitu diputuskan oleh 9 atau dalam keadaan luar biasa 7 orang, dan dipimpin oleh ketua MK, putusan itu tidak melibatkan Akil dan putusan itu berbeda dengan putusan panel yang ditetapkan sebelumnya," katanya. Kepala Pusat Penerangan Kemendagri Dedy Suprayitno mengatakan hingga saat ini  belum ada rencana pengunduran pelantikan Soekarwo-Saifullah Yusuf pada 12 Februari 2014. "Rencana itu masih berjalan, pelantikan sudah direncanakan, belum ada (pengunduran)," kata Dedy. (djoko/ant)