CUACA EKSTREM, NELAYAN CIREBON BANYAK DI RUMAH – Poskota.co

CUACA EKSTREM, NELAYAN CIREBON BANYAK DI RUMAH

Ketua Rukun Nelayan Kesenden Kota Cirebon Sofyan bersama rekan nelayan lainnya tidak berani melaut apabila melihat cuaca kurang baik, akhirnya hanya memperbaiki jaring untuk tangkapan ikannya.
Ketua Rukun Nelayan Kesenden Kota Cirebon Sofyan bersama rekan nelayan lainnya tidak berani melaut apabila melihat cuaca kurang baik, akhirnya hanya memperbaiki jaring untuk tangkapan ikannya.

POSKOTA.CO – Mau gimana lagi, selain bisa membahayakan keselamatan para nelayan, tangkapan ikan pun berkurang, maka jika cuaca ekstrem puluhan nelayan di daerah Samadikun, Kesenden Kecamatan Kejaksan Kota Cirebon enggan melaut. Kalaupun ada yang melaut, hasil tangkapanya tidak sebanyak melaut saat cuaca normal.

Ketua Rukun Nelayan Kesenden Kota Cirebon Sofyan menyatakan, di musim cuaca yang tidak menentu dan sulit diprediksi akhir-akhir ini, membuat dirinya dan rekan nelayan lainnya jarang bahkan enggan melaut. Dikatakannya, nelayan berani melaut apabila melihat cuaca yang baik dan tidak berpotensi buruk.

“Kalau melaut sih tetap melaut, cuma kita lihat keadaan cuacanya, jadi kalau cuacanya kurang baik ya terpaksa tidak jadi berangkat melaut, akhirnya kita hanya perbaikan jaring saja,” ungkap Sofyan saat ditemui di salah satu perahu nelayan yang parkir.

Saya dan warga Kampung Baru, lanjut Sofyan, hanya berprofesi sebagai nelayan, sehingga apabila kedaan seperti ini berlangsung lama secara otomatis pendapatannya berkurang.

Menurut Sofyan, dalam setiap melaut dirinya rata-rata memperoleh pendapatan Rp400-500 ribu, itu saat ramai dan cuaca baik, tetapi kalau cuaca seperti sekarang ini jangankan untung, untuk bayar perbekalan saja pendapatan yang didapat tidak cukup untuk membayarnya. Oleh karena hal itu, ia berharap kepada Pemerintah Kota Cirebon agar memperhatikan nasib nelayan apabila cuaca tidak memihak seperti akhir-akhir ini.

“Kalau selama ini, Pemerintah Kota Cirebon, sepertinya kurang perhatian ke nelayan, belum ada terobosan-terobosan masuk ke nelayan, belum turun ke nelayan,” keluh Sofyan.

Sofyan juga berharap, pemerintah kota peduli dengan nasib nelayan Kota Cirebon yang jumlahnya hanya beberapa ini, dibandingkan dengan nelayan Kabupaten Cirebon yang jumlahnya jauh lebih banyak.

Menurutnya, sejauh ini belum ada perhatian yang serius, dari dinasnya pun kurang antusias. Jadi, kalau keadaan musim seperti sekarang ini, nelayan hanya istirahat dan memperbaiki jaring saja.

“Saya berharap ada perhatian, di mana nelayan itu ada masa-masanya, kalau musim angin barat seperti ini angin kencang, kalau kita melaut paling kekuatan jaraknya hanya satu mil, harusnya ada perhatian khusus, mudah-mudahan keluhan saya ini didengar oleh Pak Wali Kota sendiri,” ungkap Sofyan. (*/nurudin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_1031" align="alignleft" width="300"] Hakim sang wakil Tuhan di dunia[/caption]POSKOTA.CO - Wakil Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Fadli Zon mengharapkan hakim Mahkamah Konstitusi (MK) jangan ada yang berasal dari partai politik. "Hakim MK haruslah merupakan orang yang benar-benar kompeten dalam bidang hukum tata negara dan bukanlah seseorang yang pernah bergabung dengan partai politik," kata Wakil Ketua Umum Partai Gerindra dalam rilisnya, di Jakarta, Jumat. Menurut dia, bila hakim MK yang terpilih berasal dari partai politik dikhawatirkan hanya mementingkan kepentingan golongannya saja sehingga mengakibatkaan potensi penyelewengan menjadi sangat besar. "Independensi hakim MK sangat penting untuk menjaga kredibilitas MK sebagai lembaga hukum tertinggi. Perlu diperhatikan juga bahwa keputusan yang dibuat MK adalah bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat. Oleh karena itu Hakim MK sebagai pembuat keputusan haruslah orang yang benar-benar mempunyai integritas," paparnya. Kasus Akil Mochtar hendaknya menjadi pelajaran bagi MK untuk bisa menjaga kredibilitasnya. "Kredibilitas MK dalam penegakan hukum tengah disorot karena kasus Akil Mochtar. Oleh karena itu MK harus memastikan bahwa kasus seperti itu tidak terulang kembali. Jangan sampai rakyat hilang kepercayaan terhadap penegakan hukum," kata Fadli. Di tempat terpisah, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh berpendapat persoalan pemilihan anggota Hakim MK bukan pada asas legalitas tetapi adalah asas kepantasan, etika, dan moral.