BNN SURABAYA SOSIALISASI DI KONSER IWAN FALS – Poskota.co
Saturday, September 23

BNN SURABAYA SOSIALISASI DI KONSER IWAN FALS

iwan_falsPOSKOTA.CO – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Surabaya melakukan sosialisasi di sela konser Iwan Fals bertajuk “Konser 55 Pramuka” yang digelar di Lapangan Makodam V/Brawijaya Surabaya, Minggu malam.

“Sosialisasi wajib dilakukan, di mana saja dan kapan saja,” ujar Kepala BNN Kota Surabaya AKBP Suparti kepada wartawan di sela konser Iwan Fals.

Meski hanya menggunakan beberapa gabus berukuran kecil bertuliskan “Stop Narkoba”, namun upaya tersebut dinilai sangat mengena karena dilakukan di antara puluhan ribu penonton yang memadati lokasi konser.

Menurut dia, langkah tersebut dari bagian pencegahan agar anak-anak muda tak berani mencoba-coba narkoba jenis apapun sehingga berpengaruh positif kepada kehidupan berbangsa.

“Mereka ini generasi penerus Indonesia yang sangat dibanggakan. Kalau terpengaruh narkoba maka siapa nanti yang melanjutkan menjadi pemimpin di negeri ini,” ucapnya.

Perwira polisi wanita berpangkat dua melati di pundak tersebut berharap dari para penonton yang mayoritas berusia sekolah tingkat menengah tersebut berani menolak dan mengatakan tidak terhadap narkoba.

“Kasihan kalau mereka sampai menjadi korban. Di usia yang masih labil dan rentan pengaruh, mereka harus dilindungi dan dibiasakan untuk lebih berani melawan narkoba,” kata mantan Kasubag Humas Polrestabes Surabaya tersebut.

Turut bersosialisasi Ketua Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI) Jawa Timur, Wira Lina, beserta sejumlah relawan lainnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf mengapresiasi sosialisasi yang dilakukan BNN dengan harapan mencegah agar anak-anak muda Indonesia terbebas dari obat-obatan terlarang.

“Sosialisasi merupakan upaya dari pencegahan dan perlindungan terhadap generasi muda. Mari bersama-sama mewujudkan cita-cita bangsa ini dengan memiliki pemuda-pemuda yang antinarkoba,” kata Gus Ipul, sapaan akrabnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_282" align="alignleft" width="300"] Dalam Pilkada Jatim sebenarnya yang menang adalah pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman S Sumawiredja, bukan KarSa. (DOK)[/caption] POSKOTA.CO – Terungkap. Mantan Ketua MK Akil Mochtar mengaku, pemenang dalam Pilkada Jatim sebenarnya adalah pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman S Sumawiredja, bukan KarSa. Putusan terhadap kemenangan Khofifah-Herman itu sudah diputuskan 7 hari sebelum amar putusan dibacakan MK pada 7 Oktober 2013. "Jadi keputusan MK itu sebenarnya sudah ada 7 hari sebelum amar putusan. Dan, itu Pak Akil menegaskan bahwa Bu Khofifah dan Pak Herman yang menang. Tapi ini tiba-tiba putusannya incumbent yang menang," kata kuasa hukum Akil, Otto Hasibuan di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (28/1/2014). Otto mengatakan, pada 2 Oktober 2013 Akil ditangkap KPK karena kasus dugaan suap pengurusan sengketa Pilkada Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah 2013. Padahal, amar putusan PHPU Jatim belum dibacakan, sementara dia adalah Ketua Panel PHPU tersebut. "Pak Akil Ketua Panel, putusan 7 hari sebelum dibacakan sudah ada, tapi pasca ditangkap Pak Akil itu tiba-tiba pihak sana (KarSa) yang menang. Ini ada apa?" kata Otto. Sebelum ditangkap Akil, kata Otto pernah mengirim surat ke MK. Isinya meminta klarifikasi kepada para hakim konstitusi lain, kenapa putusan itu tiba-tiba berubah. "Jadi tadi Pak Akil minta kepada saya untuk menyurati MK, mengklarifikasi masalah tersebut," ucap dia. Dalam amar putusannya, MK memerkuat keputusan KPUD Jatim yang menetapkan pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf (KarSa) sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih untuk Provinsi Jatim periode 2013-2018. Akil Mochtar oleh KPK ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap pengurusan sengketa Pilkada Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah 2013 dan Pilkada Kabupaten Lebak, Banten 2013 di MK. KPK juga menyematkan status tersangka pada bekas politisi Partai Golkar itu dalam kasus dugaan pencucian uang yang diduga berasal dari uang suap. Kejaksaan Agung menyatakan telah menerima surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) tindak pidana narkoba atas tersangka M. Akil Mochtar dari penyidik Badan Narkotika Nasional. Surat tersebut dibuat oleh penyidik BNN pada 20 November 2013 dan diterima oleh Kejaksaan Agung pada 22 November 2013. (djoko)