oleh

BPJamsostek Berikan Santunan kepada Ahli Waris dan Pekerja Migran Korban Kecelakaan Kerja

-Nasional-29 views

POSKOTA.CO – Para pekerja migran Indonesia (PMI) semakin dilindungi dan dijamin oleh negara, salah satu bukti nyata adalah santunan dari BPJamsostek terhadap PMI yang meninggal dunia dan mengalami kecelakaan kerja.

Penegasan itu disampaikan Direktur Utama BPJamsostek, Agus Susanto, ketika hadir dalam salah satu rangkaian peringatan Migrant Day 2020, yang diselenggarakan oleh Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) bertempat di Kantor Unit Layanan BP2MI Kota Jakarta Timur, Rabu (18/11/2020).

“Kami bangga dan terhormat bekerjasama dengan BP2MI untuk memberikan perlindungan kepada pekerja migran Indonesia, sesuai ketentuan yang diberilakukan pemerintah untuk melindungi mereka dimana pun berada. Salah satunya pada hari ini kami menyerahkan santunan kepada ahli waris pekerja migran Indonesia yang meninggal dunia dan mengalami kecelakaan kerja. Kami akan senantiasa terus meningkatkan pelayanan karena pekerja migran Indonesia merupakan warga negara utama yang harus mendapatkan pelayanan khusus,” kata Agus usai memberikan santunan kepada ahli warius pekerja migran yang meninggal dunia dan mengalami kecelakaan kerja.

Menurut Agus, santunan terhadap PMI yang mengalami risiko meninggal dunia disebabkan sakit maupun risiko meninggal dunia karena kecelakaan kerja ini diberikan sebagai langkah seperti yang diharapkan BP2MI terhadap pekerja migran Indonesia.

Direktur Utama BPJamsostek Agus Susanto memborong produk dari purna pekerja Indonesia yang kini beralih sebagai pengusaha. (dk)

Di acara rangkaian hari migran ini, BP2MI melakukan kunjungan ke daerah-daerah kantung-kantung PMI di Pulau Jawa dengan mengusung tema BP2MI Bergerak, Mewujudkan Pekerja Migran Indonesia dan Keluarga yang Merdeka dan Sejahtera.

Ditambahkan Agus, program jaminan sosial yang diselenggarakan oleh BPJS Ketenagakerjaan sama halnya dengan program jaminan sosial yang diselenggarakan oleh negara lain di seluruh dunia.

“Pengelolaan jaminan sosial BP Jamsostek tentunya didasarkan pada beberapa prinsip, di antaranya gotong royong dan nirlaba yang artinya seluruh peserta berkontribusi dalam penyelenggaraan jaminan sosial dan pengelolaan dana dipergunakan untuk sebesar-besarnya manfaat bagi peserta,” tutur Agus.

Agus mengatakan melalui prinsip tersebut, BPJamsostek menjamin secara penuh nilai manfaat yang akan diterima oleh peserta maupun ahli waris apabila peserta mengalami risiko kecelakaan kerja dan kematian serta risiko lain yang telah diatur dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2018 tentang Jaminan Sosial Pekerja Migran Indonesia.(dk)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *