oleh

Akui Kurang Beri Jaminan Terbaik kepada Pekerja Migran, BPJamsostek Sebut Jalankan UU

-Nasional-51 views

POSKOTA. CO – Badan Pengelola Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJamsostek d.h BPJS TK) mengakui asuransinya tidak meng-cover sejumlah fasilitas kepada pekerja migran (TKI) sebagimana konsorsium asuransi swasta kendati sama-sama menetapkan premi Rp 400 ribu/orang.

“Benar bahwa iuran tersebut tidak mencakup sejumlah risiko karena dibatasi UU nomor 18 tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia,” ujar Utoh Banja Irvansyah, deputi Direktur Humas  dan  Antar Lembaga BPJamsostek kepada media melalui WhatsApp.

Dia menjelaskan risiko itu di antaranya masalah hukum, gaji tidak dibayar & risiko penempatan tidak sesuai. Seperti Pasal 21 UU 18/2017 menyatakan masalah hukum itu kewenangan pemerintah pusat dan/atau perwakilan RI.

Soal gaji PMI tidak dibayar tapi dikaver swasta, katanya, yang perlu ditegakkan adalah kepastian dari pemberi kerja untuk memenuhi kewajiban sebagaimana tercantum dalam perjanjian kerja termasuk gaji sebagaimana pasal 6 ayat (1).

Untuk risiko penempatan tidak sesuai itu tertuang dalam pasal 19 UU 18 tahun 2017 bahwa menjadi kewajiban Pelaksana Penempatan untuk menempatkan PMI sesuai perjanjian kerja. “Sedangkan untuk Perlindungan Jamsos tetap berlaku sesuai periode kontrak yang didaftarkan ke BPJS Ketenagakerjaan,” jelas Utoh.

 ISYARAT TINGGALKAN BPJAMSOSTEK

Sementara Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Rhamdani, mengisyaratkan untuk meninggalkan BPJamsostek sebagai asuransi pemerintah. BP2MI menilai BPJamsostek hanya mengeksploitasi PMI (Pekerja Migran Indonesia) dengan mengurangi fasilitas perlindungan dibanding dengan Konsorsium Asuransi Swasta.

“Kami tengah berperang dengan penghisap darah PMI, pahlawan devisa negara. Mulai pengijon berkedok koperasi, sampai orang-orang yang berlindung di balik jabatan negeri,” kata Benny. ” Dan, ini sudah saya laporkan kepada Presiden Joko Widodo. Kami juga telah bekerjasama dengan Polri-TNI dan stakeholder terkait untuk ikutan memberantas para penghianat bangsa dan negara,” ujar Benny, yang juga politikus Partai Hanura itu. (dk)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *