oleh

Kisah Dokter Mesum dari Jember

DI mana ada kesempatan di situ ada jalan. Pepatah ini banyak diterapkan laki- laki atau wanita yang hobi selingkuh. Di kantor ada teman kerja lain jenis, buatnya itu adalah jalan menuju kesempatan melakukan perselingkuhan.

Dokter Amran yang sehari- hari berprofesi sebagai Kepala Puskesmas Curahnongko, Jember, Jawa Timur. Perselingkuhan sang dokter dengan Bidan Ayu yang sempat viral beberapa hari lalu, ternyata kemudian menguak tabir kalau sebelumnya ada perselingkuhan dalam satu tempat kerja, yakni antara dokter Amran dengan Rini, anak buah si dokter di Puskesmas tersebut.

Begitu video mesum dokter Amran dan Bidan Ayu viral di media sosial, Warto suami Rini pun memberanikan diri buka suara atas perselingkuhan dokter Amran dengan isterinya dua belas tahun lalu.

Ketika itu dunia maya atau media sosial memang belum seramai sekarang. Jadi perselingkuhan dokter Amran dengan Rini tidak menjadi heboh di jagat maya, tetapi hanya di lingkungan tempat kerja dan tetangga Rini saja.

Warto yang saat itu juga bekerja di Puskesmas lain di Jember, mendapat tugas belajar ke Belanda. Kesempatan ini rupanya dimanfaatkan keduanya untuk menjalankan Cinlok alias cinta lokasi. Bahkan pengakuan Warto, perselingkuhan dokter Amran dan istrinya berjalan sampai setahun selama 2008 hingga 2009.

Awalnya, Warto tidak mengetahui bila ada perselingkuhan antara istrinya dengan dokter Amran. Dia baru mengetahui setelah ada desas-desus dari warga setempat. Akhirnya, dia pulang dari Belanda.

“Saat kejadian saya ada di Belanda, tidak di rumah,” kata SW, kepada Kompas.com, via telepon, Senin (16/11/2020).

Kasus ini pun oleh SW dilaporkan ke Dinas Kesehatan Jember dan melakukan proses perceraian di Pengadilan Agama.

Niat Warto melaporkan kasus dokter mesum itu ke Dinas Kesehatan, Badan Kepegawaian Daerah dan Inspektorat, terkandung maksud agar dokter Amran mendapatkan sanksi tegas.

Namun sanksinya super ringan, dokter Amran hanya dipindahkan menjadi kepala Puskesmas di tempat lain.Dengan begitu oleh dokter Amran jadilah Puskesmas sebagai Pusat Kesenangan Mesum yang Aman Senantiasa. Aman karena kalau ketahuan sanksinya cuma dirotasi ke Puskesmas lain. (agus suzana)

Catatan: nama dalam peristiwa ini disamarkan demi menjaga privasi

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *