oleh

Dokter Masuk Desa, ‘Nyuntik’ Sembarangan

Sebagai dokter yang sedang tugas belajar di luar daerah, sejatinya Rahman bisa menjaga amanah, untuk tidak ‘nyuntik’ sembarangan. Jaga kode etik dan jaga norma- norma.

Tapi bertugas di sebuah daerah terpencil, membuat sang dokter gelisah. Apalagi di tengah situasi Pandemi yang mengharuskan orang menghindari kontak fisik dan juga tidak keluyuran ke mana-mana menghindari kerumunan.

Buat dokter Rahman ( nama disamarkan), menghindari kerumunan sih bisa-bisa aja. Menghindari ‘ kontak fisik’ itu yang dia gak kuat. Apalagi kontak fisik’ untuk memanjakan urusan bawah perutnya.

Belum didapat konfiormasi bagaimana hal ihwalnya hingga kemudian dokter Rahman bisa mendapatkan wanita yang dibawanya masuk hotel. Tentunya dengan ‘ jarum tumpul’ yang selalu dibawa ke mana dia pergi.

Cuma apesnya, sepulangnya dari sebuah hotel di Palembang itu, dokter Rahman yang PNS Pemda Bangka Barat itu ada yang memergokinya.

Tak ayal, sang dokter pun dilaporkan ke Bupati Bangka Barat hingga kemudian kena sanksi diturunkan pangkatnya dari III/B menjadi III/A. Selanjutnya, ditunda pula kenaikan pangkatnya selama tiga tahun.

Apes ya dok? Gara-gara ‘ nyuntik’ sembarangan, karir jadi tertunda. ( Agus suzana)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *