DIDUGA MENISTAKAN AGAMA, RAPPER MALAYSIA DITANGKAP – Poskota.co

DIDUGA MENISTAKAN AGAMA, RAPPER MALAYSIA DITANGKAP

POSKOTA.CO – Pihak Polisi Diraja Malaysia (PDRM) melakukan penangkapan terhadap seorang penyanyi rap kontroversial di negeri jiran itu, Namewee. Lewat lagu dan video musik terbarunya, ia dianggap menghina Islam.

Namewee yang bernama asli Wee Meng Chee ditangkap di Bandara Internasional Kuala Lumpur, saat baru kembali dari Singapura pada Minggu (21/8).

Musisi kelahiran Johor berusia 33 tahun itu ditahan di bandara sekitar pukul 15.30 waktu setempat. Kemudian petugas berwenang membawanya ke Penang untuk penyelidikan lebih lanjut. Wee Meng Chee akan diproses di pengadilan.

Wee Meng Chee penyanyi Malaysia (tengah) ditangkap DPRM di Bandara Internasional Kuala Lumpur, saat baru kembali dari Singapura pada Minggu (21/8). Wee ditangkap karena diduga menghina Islam dalam video lagu terbarunya yang diunggah ke Youtube.
Wee Meng Chee penyanyi Malaysia (tengah) ditangkap DPRM di Bandara Internasional Kuala Lumpur, saat baru kembali dari Singapura pada Minggu (21/8). Wee ditangkap karena diduga menghina Islam dalam video lagu terbarunya yang diunggah ke Youtube.

Kepala Kepolisian Penang, Komisaris Datuk Abdul Ghafar Rajab mengatakan, penangkapan Wee Meng Chee akan memudahkan penyelidikan laporan diajukan atas video musiknya yang menampilkan masjid terapung Penang di Tanjung Bungah sebagai latar belakang.

Diklaim bahwa Wee Meng Chee diduga menghina Islam dalam produksi video musik terbarunya. Organisasi nonpemerintah telah mengajukan 20 laporan ke polisi terhadap rapper yang sudah tak asing lagi dengan hal kontroversial.

Dalam video lagu terbarunya berjudul ‘Oh My God’ yang diunggah ke kanal Youtube, yang mengumumkannya melalui Facebook. “PDRM sila tengok MV baru Namewee!” tulis Wee dalam akun Facebook-nya. Wee terlihat menyanyi rap di sekitar area beberapa tempat ibadah di Malaysia. Tak sendiri, dirinya juga diiringi beberapa orang yang meramaikan klip video itu.

Kontroversi
Wee Meng Chee memang berhasil meraih popularitas berkat aksi-aksi kontroversi sebelumnya. Video musik berdurasi empat menit tersebut disutradarai sekaligus diproduksi oleh Wee Meng Chee sendiri juga menampilkan band asal Taiwan, Nine-One-One.

Menurut Wee, lagu terbarunya itu dimaksudnya untuk memperlihatkan kerukunan antarumat beragama di Malaysia. Video klip lagu itu pertama kali dirilis Juli dan diperbarui pada 20 Agustus.

Pada video yang dirilis Juli, Wee bernyanyi di depan kuil Buddha, gereja dan masjid. Namun, saat mengeluarkan versi terbaru, tidak ada penampilan dirinya di depan masjid.

Karena keluhan dari orang-orang yang menonton video itu, termasuk beberapa lembaga swadaya masyarakat di Malaysia, pihak kepolisian negara itu akhinya menangkap Wee. Saat ini, dirinya tengah dalam proses interogasi.

Sebelumnya, penyanyi yang dikenal melantunkan lagu-lagu berbahasa Mandarin itu juga pernah hampir tersangkut kasus hukum akibat karya seninya. Dalam sebuah lagu, Wee seakan mempertanyakan dari mana energi nasional Malaysia berasal. Ia juga menampilkan parodi lagu kebangsaan negara itu yang dianggap sebagai lelucon. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_11694" align="alignleft" width="406"] Komjen Budi Gunawan[/caption] POSKOTA.CO - Jimly Asshiddiqie salah sati tim 9 yang dimintai pendapat Jokowi setuju dengan usulan Mensesneg Pratikno mengimbau agar Komjen Budi Gunawan mundur sebagai Kapolri. "Itu sangat indah dan ideal," ungkapnya di gedung KPK, Jakarta Selatan, Selasa (3/2/2015). Menurutnya masalah konflik KPK Vs Polri memang berawal dari ditetapkannya Komjen Budi Gunawan sebagai tersangka transaksi mencurigakan, padahal saat itu selangkah lagi mantan ajudan Megawati itu akan menjadi Kapolri. Kepada masyarakat dan khususnya jajaran Polri diminta untuk mensuport tegaknya hukum. "Ini untuk kepentingan bersama,Kita harus sama-sama menyelamatkan institusi KPK maupun Polri" tambahnya. Sebelumnya, Mensesneg Pratikno mengimbau agar Komjen Budi Gunawan mundur sebagai Kapolri. Menurut mantan Rektor UGM itu, akan sangat indah jika Budi mundur. Kalau tidak mundur berarti dilema antara politik dan hukum ini harus diselesaikan," kata Pratikno kepada wartawan di Istana Negara.