UNIT PPA POLRES JAKBAR SELENGGARAKAN SOSIALISASI PENGUATAN JARINGAN KERJA BERBASIS KOMUNITAS RPTRA DAN PTSP – Poskota.co

UNIT PPA POLRES JAKBAR SELENGGARAKAN SOSIALISASI PENGUATAN JARINGAN KERJA BERBASIS KOMUNITAS RPTRA DAN PTSP

Unit PPA Polres Jakbar sosialisasi

POSKOTA.CO – Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Metro Jakarta Barat yang dipimpin Iptu Reliana, menyelenggarakan kegiatan ‘Sosialisasi Penguatan Jaringan Kerja Berbasis Komunitas Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), Selasa (25/4).

Kegiatan sosialisasi yang berlokasi di RPTRA dan PTSP Krendang, RT 005/007, Kelurahan Krendang Tambora, Jakarta Barat ini dibuka Kapolsek Tambora Kompol M Syafi’i SIK, yang juga dihadiri Bhabinkamtibmas beserta jajaran Polsek Tambora lainnya, dengan narasumber Ibu Ismiarti dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak.

Unit PPA Polres Jakbar sosialisasi-1
Hadir sebagai peserta dalam acara tersebut, Bhabinkamtibmas jajaran Polsek Tambora, lurah se-Kecamatan Tambora, perwakilan dari ketua RT dan ketua RW se-Kecamatan Tambora, perwakilan dari PTSP kelurahan se-Kecamatan Tambora dan beberapa ibu-ibu PKK

Sosialisasi dilaksanakan dengan memaparkan dan menjelaskan berbagai aspek yang dapat mempengaruhi pertumbuhan anak dan berbagai potensi ganguan terhadap anak, terlebih khususnya anak perempuan yang rentan mengalami kekerasan termasuk tinjauan dari aspek hukum, sosial dan ekonomi. (*/hariri)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_3182" align="alignnone" width="300"] ilustrasi[/caption] POSKOTA.CO- Hukuman mati yang disandang Silvester Obiekwe alias Mustofa,50, Warga Negara Nigeria tidak membuatnya sadar. Justru Silvester Obiekwe alias Mustofa kembali menjalankan bisnis haramnya. Ulah si hitam itu akhirnya dibongkar aparat Badan Narkotika Nasional (BNN), dari dalam Lembaga Pemasyarakatan(Lapas) Pasir Putih, Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Aksi Obiekwe dibantu oleh teman satu selnya bernama Andi,32.” Dia mengendalikan bisnis narkobanya dari balik jeruji besi. Meski sudah divonis mati tidak membuatnya jera,” kata Kepala BNN Komjen Anang Iskandar, Jumat(30/1). Anang menjelaskan, kasus tersebut terungkap setelah petugas BNN menerima inpormasi intelijen, yang menyebutkan bisnis narkoba asal Goangzu, Tiongkok dikendalikan oleh Silvester Obiekwe alias Mustofa, yang mendekam di Lapas Nusakambangan. Berkat informasi itu, kata Anang, petugas melakukan penyelidikan dan menangkap tersangka Dewi disebuah parkiran hotel Gunung Sahari, Jakarta Pusat, pada pukul 22.30 WIB. Dari tangan Dewi petugas menyita barang bukti berupa 1.794 gran shabu. "Kami lakukan pengembangan ke kontrakan di kawasan Kemayoran dan kembali menemukan barang bukti sabu 5.828 gram. Disembunyikan di dalam kardus. Sabu tersebut dikemas dalam 56 pastik berukuran sedang. Jadi total sabunya 7.622 gram," ungkap mantan Deputy Pencegahaan BNN ini. (sapuji)