PANGDAM III/SLW: PELANGGARAN SERIUS, DANDIM LEBAK SAYA COPOT – Poskota.co

PANGDAM III/SLW: PELANGGARAN SERIUS, DANDIM LEBAK SAYA COPOT

adilindonesia.com – Panglima Kodam III Siliwangi Mayjen Muhammad Herindra menegaskan, Komandan Kodim (Dandim) 06/03 Lebak Letkol Czi Ubaidilah dicopot dari jabatannya karena melakukan pelanggaran serius.

Pangdam III/Slw mengakui, sebelum Ubaidilah dicopot, Kamis pekan lalu, telah ada pelatihan bela negara yang dilakukan Kodim Lebak khususnya di wilayah Koramil Cipanas.

“Pelatihan bela negara itu tidak melalui SOP (Standar Operasional Prosedur) yang seharusnya dilakukan, sehingga saya ambil langkah Dandim Lebak saya copot,” ucap Pangdam III/Slw usai memimpin serah terima jabatan Komandan Korem 064/Maulana Yusuf Serang dari Kolonel Inf Wirana Prasetya Budi kepada Kolonel Czi Ito Hediarto di Alun-Alun Barat Kota Serang, Senin (9/1) dilansir dari Antara.

Mayjen Muhammad Herindra
Mayjen Muhammad Herindra

Herindra menjelaskan, dalam pelatihan bela negara, seharusnya melalui izin berjenjang, mulai dari Dandim izin ke Danrem, kemudian dari Danrem izin ke Pangdam. Yang menentukan iya atau tidaknya Pangdam. “Karena ini pelanggaran serius, maka Dandim saya copot,” tandasnya.

Setelah melakukan pencopotan terhadap Dandim Lebak, Pangdam juga memastikan sudah menempatkan pejabat penggantinya. “Penggantinya Letkol Safa, sebelumnya dia di Kasiter (kepala seksi teritorial),” ungkap Herindra.

Berkaitan dengan serah terima jabatan Danrem 064/Maulana Yusuf Serang, Herindra menyatakan, serah terima jabatan ini sudah lama direncanakan, karena pejabat Danrem 064/Maulana Yusuf Kolonel Infantri Wirana Prasetya Budi SE mendapat jabatan baru di Mabes AD sebagai asisten personel kepala staf Angkatan Darat sehingga hari ini diganti dengan pejabat baru, Kolonel Czi Ito Hediarto SSos, MSc.

“Mudah-mudahan dengan adanya pergantian ini ada peremajaan sekaligus menambah kinerja bagi jajaran Korem 064/Maulana Yusuf Serang,” ucap Herindra.

Herindra meminta TNI di Korem 064/Maulana Yusuf Serang tetap menjaga netralitas TNI, dan tidak mendukung salah satu calon berkaitan dengan menghadapi Pilkada Banten. TNI berkomitmen menjaga netralitasnya serta membantu kepolisian dalam pengamanan Pilkada Banten.

“Sudah diatur dalam undang-undang bahwa TNI harus netral dalam pilkada ini serta membantu pengamanan sehingga Pilkada Banten berlangsung aman dan lancar,” pungkas Pangdam III Siliwangi Mayjen Muhammad Herindra. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_2898" align="alignnone" width="300"] Anang Iskandar[/caption] POSKOTA.CO- Kepala Badan Narkotika Nasional(BNN) Komjen Anang Iskandar mendesak kepada Jaksa Agung Prasetyo untuk segera mengeksekusi terpida mati kasus narkoba. Salah satunya adalah terpidana mati yang kembali mengendalikan bisnis narkoba Warga Negara Nigeria, Silvester Obiek. "Iya, ingin (Silvester) segera dieksekusi mati? Saya laporkan tadi ke Pak Jaksa Agung," kata Anang kepada wartawan di Kejagung, Senin(2/2). Anang berharap, eksekusi mati yang dijalankan pihak kejaksaan, diharapkan tidak terlalu lama waktunya dari eksekusi mati pertama. "Kami ingin efek jera bagi mereka, eksekusi hukuman mati perlu tapi jangan sekali dan jedanya jangan terlalu panjang. Semoga gelombang kedua nggak tahun depan. Kami ingin penegak hukum punya integritas yang tinggi," ujar mantan Kapolda Jambi ini. Sementara itu, Jaksa Agung M Prasetyo mengaku, pihaknya masih menunggu grasi yang diajukan Silvester Obiek ke Presiden Joko Widodo(Jokowi). "Yang bersangkutan (Silvester) ajukan grasi, nanti kita cek lagi,‎" kata Prasetyo. Sebelumnya, petugas BNN mencokok seorang kurir shabu bernama Dewi disebuah parkiran hotel Gunung Sahari, Jakarta Pusat, pada pukul 22.30 WIB.Dari tangan Dewi petugas menyita barang bukti 1.794 gram shabu. Kepada penyidik, Dewi mengaku, dirinya disuruh Andi teman satu sel Silvester Obiek, untuk mengirimkan shabu tersebut kepada seseorang berinsial E yang masih buron. Belakangan diketahui, bisnis narkoba tersebut dikendalikan oleh Silvester Obiek yang mendekam di Lembaga Pemasyarakatan(LP) Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, dan sudah beberapa kali tersangkut kasus narkoba dan divonis hukuman mati.(sapuji)