KODIM KEDIRI TERUS MEMANTAU SERGAB – Poskota.co

KODIM KEDIRI TERUS MEMANTAU SERGAB

Meninjau Sergab
Meninjau Sergab

POSKOTA.CO – Target swasembada pangan mutlak dan absolut untuk direalisasikan. Untuk itu Brigjend TNI Agus Heru Prasetyo dari Mabes AD dan Kolonel Arm Winarto melihat langsung kondisi serapan gabah yang ada di Kediri dan mengambil random sampling di Kecamatan Gurah dan Banyakan, jumat (22/07/2016).

Tim Sergab (serapan gabah) dari Mabes AD dan Litbang Kabupaten Malang, yang diwakili Wisnu Unjoyo, Kabid. Budidaya Dispertan Kabupaten Kediri, Sutrisno, dan Bulog Sub Drive V yang diwakili Ir.Hesti serta didampingi Dandim Kediri, Letkol Inf Purnomosidi, terlebih dahulu berkunjung di penggilingan padi CV.Sentosa yang berlokasi di Desa Gurah Kecamatan Gurah, dan langsung disambut hangat Danramil Gurah Kapten Inf Tugas M.Ali dan Setyo Budi ,selaku pemilik penggilingan padi.

Brigjend TNI Agus Heru Prasetyo melihat secara langsung kondisi penggilingan padi baik dari kondisi masuknya gabah dari petani ke penggilingan padi , proses penggilingan dari padi menjadi beras, hingga teknis pengiriman beras dari tempat penggilingan padi ke Bulog, sebagai dasar utama cadangan pangan nasional.

“Intensitas curah hujan juga sangat berpengaruh dan berdampak pada hasil produktifitas pertanian, khususnya tanaman padi, dan tidak dapat dipungkiri, kondisi saat ini di beberapa desa masih menjalani musim tanam, tetapi sebagian kecil juga mengalami musim panen walau tidak sebesar bulan-bulan sebelumnya,” terang Letkol Inf Purnomosidi, disela-sela kunjungan kerja Tim Sergab Mabes AD.

“Setiap Babinsa sudah dibebankan target sesuai dengan luas areal pertanian di masing-masing desa, demikian juga peran Danramil dalam mengambil setiap keputusan dan inisiatif menghubungkan Bulog dengan para petani yang ada di Kecamatan Gurah,” tambah Kapten Inf Tugas M.Ali.

Usai di Gurah rombongan langsung tancap gas menuju Banyakan, tepatnya di penggilingan padi CV.Krekep Jaya, dan disana juga sudah siap Danramil Grogol Kapten Inf Suliyono dan Andik Wijaya ,selaku pemilik penggilingan padi, sekaligus dilanjutkan untuk menunaikan shalat jumat di Masjid Al Ukhuwah yang berlokasi di Desa Paron.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_282" align="alignleft" width="300"] Dalam Pilkada Jatim sebenarnya yang menang adalah pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman S Sumawiredja, bukan KarSa. (DOK)[/caption] POSKOTA.CO – Terungkap. Mantan Ketua MK Akil Mochtar mengaku, pemenang dalam Pilkada Jatim sebenarnya adalah pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman S Sumawiredja, bukan KarSa. Putusan terhadap kemenangan Khofifah-Herman itu sudah diputuskan 7 hari sebelum amar putusan dibacakan MK pada 7 Oktober 2013. "Jadi keputusan MK itu sebenarnya sudah ada 7 hari sebelum amar putusan. Dan, itu Pak Akil menegaskan bahwa Bu Khofifah dan Pak Herman yang menang. Tapi ini tiba-tiba putusannya incumbent yang menang," kata kuasa hukum Akil, Otto Hasibuan di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (28/1/2014). Otto mengatakan, pada 2 Oktober 2013 Akil ditangkap KPK karena kasus dugaan suap pengurusan sengketa Pilkada Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah 2013. Padahal, amar putusan PHPU Jatim belum dibacakan, sementara dia adalah Ketua Panel PHPU tersebut. "Pak Akil Ketua Panel, putusan 7 hari sebelum dibacakan sudah ada, tapi pasca ditangkap Pak Akil itu tiba-tiba pihak sana (KarSa) yang menang. Ini ada apa?" kata Otto. Sebelum ditangkap Akil, kata Otto pernah mengirim surat ke MK. Isinya meminta klarifikasi kepada para hakim konstitusi lain, kenapa putusan itu tiba-tiba berubah. "Jadi tadi Pak Akil minta kepada saya untuk menyurati MK, mengklarifikasi masalah tersebut," ucap dia. Dalam amar putusannya, MK memerkuat keputusan KPUD Jatim yang menetapkan pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf (KarSa) sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih untuk Provinsi Jatim periode 2013-2018. Akil Mochtar oleh KPK ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap pengurusan sengketa Pilkada Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah 2013 dan Pilkada Kabupaten Lebak, Banten 2013 di MK. KPK juga menyematkan status tersangka pada bekas politisi Partai Golkar itu dalam kasus dugaan pencucian uang yang diduga berasal dari uang suap. Kejaksaan Agung menyatakan telah menerima surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) tindak pidana narkoba atas tersangka M. Akil Mochtar dari penyidik Badan Narkotika Nasional. Surat tersebut dibuat oleh penyidik BNN pada 20 November 2013 dan diterima oleh Kejaksaan Agung pada 22 November 2013. (djoko)