KODAM XVI/PATTIMURA GELAR PELATIHAN PENGOLAHAN KELAPA – Poskota.co
Saturday, September 23

KODAM XVI/PATTIMURA GELAR PELATIHAN PENGOLAHAN KELAPA

Kelapa sebagai bahan baku
Kelapa sebagai bahan baku

POSKOTA.CO – Kodam XVI/Pattimura menggelar Pembekalan dan Pelatihan Pengolahan Kelapa yang melibatkan sekitar 700 peserta, terdiri dari kepala pemerintah negeri, masyarakat, mahasiswa Universitas Pattimura Ambon, dan Babinsa, di Negeri Hitu Lama, Pulau Ambon, Maluku Tengah.

Siaran pers Penerangan Kodam XVI/Pattimura yang diterima Antara, Selasa, menyatakan kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari ( 26-27 September).

Pada hari pertama dilaksanakan kegiatan praktek pembuatan kecap dan gula dengan bahan dasar kelapa, dan hari kedua praktek pembuatan sabun dan kue kelapa.

Pangdam XVI/Pattimura Mayjen. TNI Doni Monardo dalam sambutan yang dibacakan oleh Kasdam, Brigjen TNI M. Bambang Taufik, mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan untuk membekali para peserta dalam memahami ilmu-ilmu dan keterampilan pengolahan kelapa sehingga mampu menerapkannya dengan metode sederhana demi menunjang kewirausahaan dan meningkatkan perekonomian masyarakat.

Pangdam berharap semua peserta memanfaatkan pembekalan itu dengan sebaik-baiknya, dan para pemateri diminta memberikan penjelasan dengan cara dan bahasa yang mudah dipahami.

Kegiatan pembekalan dan pelatihan tersebut dihadiri oleh Prof. Wisnu Gardjito selaku pemberi materi juga sebagai ketua rombongan, Irdam, para staf ahli Pangdam, para asisten Kasdam, para Kabalak, Dansat Kodam XVI/Pattimura, para Pa Ahli Kodam XVI/Pattimura, Kakorda Provinsi Maluku, Perwakilan dari Disperindag Maluku, Wakapolsek Leihitu, serta tim pemateri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_2327" align="alignleft" width="300"] Ilustrasi[/caption] POSKOTA.CO - Komisi Pemberantasan Korupsi menerima sembilan laporan penerimaan gratifikasi berupa pemutar musik elektronik Ipod Shuffle yang diterima saat resepsi pernikahan anak Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi. "Sudah ada sembilan orang yang melaporkan Ipod kepada KPK," kata Juru Bicara KPK Johan Budi, Jumat (21/3). Sembilan orang yang melaporkan penerimaan itu adalah Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) DKI Jakarta Ratiyono, satu orang hakim Pengadilan Tinggi, Ketua Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Made Rawa Aryawan, dua orang hakim Mahkamah Agung, satu orang pejabat Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan, satu pejabat Komisi Yudisial dan dua orang pejabat dari Ombudsman. "Laporan ini akan kita analisa dan klarifikasi," kata Direktur Gratifikasi KPK Giri Suprapdiono. Sebelumnya, Ketua Ikatan Hakim Indonesia (IKAHI) cabang Mahkamah Agung Gayus Lumbuun saat datang ke KPK bersama empat hakim agung lain pada Kamis (19/3) mengatakan bahwa para hakim akan melaporkan pemberian tersebut ke KPK. "Kami akan mempersiapkan surat laporan dari IKAHI cabang MA karena penerima iPod sebagian besar adalah hakim-hakim di MA, hakim agung dan hakim-hakim yang ditugaskan di lingkungan MA," kata Gayus, Kamis (19/3). Gayus juga menyerahkan contoh iPod yang akan dinilai KPK. "Menurut hitungan kami, data yang kami miliki (harganya) di bawah Rp500 ribu, jadi kami berpandangan ini bukan gratifikasi yang dilarang, tapi kami menyerahkan pada KPK untuk menilai, oleh karena itu yang kami urus adalah hakim-hakim yang menerima," ujar Gayus.