HUT KE-69: PRAJURIT KOPASKHAS HARUS TINGKATKAN PROFESIONALITAS DAN MEMBENAHI DIRI – Poskota.co
Saturday, September 23

HUT KE-69: PRAJURIT KOPASKHAS HARUS TINGKATKAN PROFESIONALITAS DAN MEMBENAHI DIRI

POSKOTA.CO – Korps Pasukan Khas (Paskhas) TNI Angkatan Udara (AU) atau yang dikenal dengan Pasukan Baret Jingga menggelar Upacara Peringatan HUT Ke-69 Kopaskhas TNI AU di Mako Wing I Kopaskhas Jakarta, Senin (17/10).

Dalam upacara yang diikuti ratusan prajurit Paskhas TNI AU dengan mengenakan pakaian tempur lengkap itu, Komandan Paskhas Marsda TNI Adrian Wattimena, melalui amanat yang dibacakan Komandan Wing I Paskhas Kolonel Pas Roy Bait, menginstruksikan agar seluruh prajurit Paskhas dapat berperilaku sesuai protab yang berlaku.

“Prajurit Paskhas dalam berbuat dan bertindak harus senantiasa mengutamakan prosedur, sesuai protab yang diberlakukan agar sorotan negatif terhadap tindakan prajurit tidak menjadi salah kaprah bagi masyarakat, khususnya media massa,” ujar Komandan Paskhas Marsda TNI Adrian Wattimena melalui amanat yang dibacakan Komandan Wing I Paskhas Kolonel Pas Roy Bait.

Marsda Adrian menekankan, saat ini media massa dan media sosial bukan lagi instrumen asing di tengah kehidupan masyarakat. Adrian mengatakan, saat ini miliaran manusia tidak bisa terlepas dari interaksi media massa.

Oleh karena itu, menurut Adrian, setiap prajurit Paskhas TNI AU harus dapat senantiasa menjaga perilakunya.

Marsda Adrian juga menekankan, usia ke-69 tahun Paskhas TNI AU harus dijawab seluruh prajurit dengan senantiasa meningkatkan profesionalitas dan terus membenahi diri guna menjaga kesiapsediaan semua unsur yang ada.

“Korps Paskhas sebagai satuan yang dirancang melaksanakan tugas-tugas khusus dan strategis dituntut selalu meningkatkan profesionalisme prajurit dalam menghadapi setiap kemungkinan ancaman. Seluruh prajurit harus selalu tampil dalam mendukung keutuhan NKRI,” pungkas Adrian. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_1031" align="alignleft" width="300"] Hakim sang wakil Tuhan di dunia[/caption]POSKOTA.CO - Wakil Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Fadli Zon mengharapkan hakim Mahkamah Konstitusi (MK) jangan ada yang berasal dari partai politik. "Hakim MK haruslah merupakan orang yang benar-benar kompeten dalam bidang hukum tata negara dan bukanlah seseorang yang pernah bergabung dengan partai politik," kata Wakil Ketua Umum Partai Gerindra dalam rilisnya, di Jakarta, Jumat. Menurut dia, bila hakim MK yang terpilih berasal dari partai politik dikhawatirkan hanya mementingkan kepentingan golongannya saja sehingga mengakibatkaan potensi penyelewengan menjadi sangat besar. "Independensi hakim MK sangat penting untuk menjaga kredibilitas MK sebagai lembaga hukum tertinggi. Perlu diperhatikan juga bahwa keputusan yang dibuat MK adalah bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat. Oleh karena itu Hakim MK sebagai pembuat keputusan haruslah orang yang benar-benar mempunyai integritas," paparnya. Kasus Akil Mochtar hendaknya menjadi pelajaran bagi MK untuk bisa menjaga kredibilitasnya. "Kredibilitas MK dalam penegakan hukum tengah disorot karena kasus Akil Mochtar. Oleh karena itu MK harus memastikan bahwa kasus seperti itu tidak terulang kembali. Jangan sampai rakyat hilang kepercayaan terhadap penegakan hukum," kata Fadli. Di tempat terpisah, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh berpendapat persoalan pemilihan anggota Hakim MK bukan pada asas legalitas tetapi adalah asas kepantasan, etika, dan moral.