POLISI CIDUK PEMILIK TAS HITAM YANG MENGHEBOHKAN WARGA DEPOK – Poskota.co

POLISI CIDUK PEMILIK TAS HITAM YANG MENGHEBOHKAN WARGA DEPOK

POSKOTA.CO – Aparat Polresta Depok mengamankan Daseng Rustana, pemilik tas ransel berwarna hitam yang sempat menghebohkan warga di Jalan Margonda Raya, kemarin. Daseng menjalani pemeriksaan oleh tim penyidik Reskrim Polresta Depok, Selasa (4/7) pagi. Saat diperiksa, Daseng kerap menyampaikan keterangan berbeda-beda, hingga pihak kepolisian berencana memeriksa kejiwaan Daseng di RS Polri Kramat Jati.

Terkait pemeriksaan Daseng, penyidik Reskrim Polresta Depok Iptu Sugiri mengatakan, Daseng sempat mengaku hilang konsentrasinya setelah membaca tulisan Arab. Bahkan, ketika ditanya soal tasnya, Daseng mengaku lupa di mana ia meninggalkan tasnya itu.

“Sebelum pergi dari rumahnya di kawasan Parung Bogor, Daseng sempat membaca tulisan Arab. Setelah itu, dia mengaku tak ingat apa-apa lagi. Sampai soal tas pun, ketika ia ditanya ayahnya saat kembali ke rumah, juga tidak ingat,” papar Sugiri.

Diakui Sugiri, Daseng kerap memberikan keterangan berubah-ubah. “Termasuk soal dia berdua atau sendiri saat membawa tas itu, masih belum jelas. Sebab, waktu ditanya dia bilang sendiri, tapi saat ditanya lagi, dia bilang berdua,” tambah Sugiri.

Pemilik tas hitam yang hebohkan warga Depok, Daseng, saat diperiksa penyidik Reskrim Polresta Depok, Selasa (4/7).

Atas keterangan Daseng yang kerap berubah-ubah itu, pihak kepolisian akan memeriksa kejiwaan Daseng di RS Polri Kramat Jati. “Rencananya siang ini akan kami bawa ke Kramat Jati untuk pemeriksaan kejiwaannya,” tambah Sugiri lagi.

Sementara itu, ayah Daseng, Idang Suparman yang datang ke Mapolresta Depok mengatakan, selama ini kejiwaan Daseng normal. Namun Idang sempat bingung saat Daseng pulang tak membawa tas yang ia bawa sebelumnya. “Waktu ditanya, dia bilang lupa ninggalin tasnya di mana. Selama ini sih dia norman-normal saja,” ujar Idang.

Idang menyerahkan kasus yang dialami putranya itu kepada pihak kepolisian. Namun ia berharap agar putranya itu tidak berurusan dengan masalah hukum.

Sebelumnya, pada Senin (3/7) pagi, warga di sekitar Terminal dan ITC Depok sempat dihebohkan dengan penemuan tas ransel berwarna hitam di pinggir Jalan Margonda Raya, Depok. Tas tersebut ditinggal pemiliknya, di antara pintu masuk Terminal Depok dengan pintu masuk ITC. (*/arya)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_11694" align="alignleft" width="406"] Komjen Budi Gunawan[/caption] POSKOTA.CO - Jimly Asshiddiqie salah sati tim 9 yang dimintai pendapat Jokowi setuju dengan usulan Mensesneg Pratikno mengimbau agar Komjen Budi Gunawan mundur sebagai Kapolri. "Itu sangat indah dan ideal," ungkapnya di gedung KPK, Jakarta Selatan, Selasa (3/2/2015). Menurutnya masalah konflik KPK Vs Polri memang berawal dari ditetapkannya Komjen Budi Gunawan sebagai tersangka transaksi mencurigakan, padahal saat itu selangkah lagi mantan ajudan Megawati itu akan menjadi Kapolri. Kepada masyarakat dan khususnya jajaran Polri diminta untuk mensuport tegaknya hukum. "Ini untuk kepentingan bersama,Kita harus sama-sama menyelamatkan institusi KPK maupun Polri" tambahnya. Sebelumnya, Mensesneg Pratikno mengimbau agar Komjen Budi Gunawan mundur sebagai Kapolri. Menurut mantan Rektor UGM itu, akan sangat indah jika Budi mundur. Kalau tidak mundur berarti dilema antara politik dan hukum ini harus diselesaikan," kata Pratikno kepada wartawan di Istana Negara.