PERINGATAN ISRA DAN MIRAJ NABI MUHAMMAD SAW DI MASJID ASHOFA WALMARWA DIHADIRI BIMAS KELURAHAN ANGKE – Poskota.co

PERINGATAN ISRA DAN MIRAJ NABI MUHAMMAD SAW DI MASJID ASHOFA WALMARWA DIHADIRI BIMAS KELURAHAN ANGKE

POSKOTA.CO – Untuk lebih meningkatkan ketakwaan kepada Allah Swt, pemuda karang taruna lingkup RW 07 Angke, menyelenggarakan peringatan Isra dan Miraj Nabi Muhammad SAW di Masjid Ashofa Walmarwa di Gang Masjid Jl Pangeran Tubagus Angke, Tambora Jakarta Barat, Jumat (19/5) malam.

Al Habib Ahmad bin Umar Al Athos tampil sebagai penceramah pada acara yang dihadiri sekitar ratusan jemaah dari berbagai kalangan yang datang memadati area masjid untuk mendengarkan tausiyah, dan tak ketinggalan pula para tokoh agama, tokoh masyarakat, beserta tiga pilar Kelurahan Angke yang turut hadir pada acara tersebut.

Bimas Keluarahan Angke, tokoh agama dan masyarakat, serta tiga pilar Keluarahan Angke ketika menghadiri Isra dan Miraj Nabi Muhammad SAW yang diadakan pemuda karang taruna lingkup RW 07 Angke di Masjid Ashofa Walmarwa, Gang Masjid Jl Pangeran Tubagus Angke, Tambora Jakarta Barat, Jumat (19/5) malam.

Ketua panitia, Fatin menuturkan, giat peringatan isra dan miraj ini bertujuan selain meningkatkan iman dan takwa kita kepada Allah Swt, juga menjalin tali silaturahmi dan kedekatan dengan warga.

Sementara itu, Bimas Kelurahan Angke Polsek Tambora Polrestro Jakarta Barat Aiptu Cecep Supriadi yang hadir pada acara tersebut berkesempatan menyampaikan rasa terima kasih atas terselenggaranya acara isra dan mirah yang berjalan khidmat.

Al Habib Ahmad bin Umar Al Athos tampil sebagai penceramah pada acara isra dan miraj yang dihadiri sekitar ratusan jemaah RW 07 Angke dan sekitarnya.
Tak ketinggalan, kaum ibu RW 07 Angke dan sekitarnya ikut hadir dalam peringatan Isra dan Miraj Nabi Muhammad SAW.

Aiptu Cecep juga mengimbau kepada warga agar ikut berpartisipasi menjaga kamtibmas, mengantisipasi remaja agar tidak terlibat tawuran, miras, narkoba, dan kenakalan remaja lainnya.

“Menjelang puasa Ramadan arahkan putra-putri kita ke arah kegiatan yang lebih positif, kita semua harus saling menghormati, menghargai, dan bertoleransi antarumat beragama tanpa memilih suku, ras, warna kulit, maupun status sosial, sehingga persatuan dan kesatuan bangsa dapat tercapai,” pungkas Cecep. (*/hariri/johan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_1031" align="alignleft" width="300"] Hakim sang wakil Tuhan di dunia[/caption]POSKOTA.CO - Wakil Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Fadli Zon mengharapkan hakim Mahkamah Konstitusi (MK) jangan ada yang berasal dari partai politik. "Hakim MK haruslah merupakan orang yang benar-benar kompeten dalam bidang hukum tata negara dan bukanlah seseorang yang pernah bergabung dengan partai politik," kata Wakil Ketua Umum Partai Gerindra dalam rilisnya, di Jakarta, Jumat. Menurut dia, bila hakim MK yang terpilih berasal dari partai politik dikhawatirkan hanya mementingkan kepentingan golongannya saja sehingga mengakibatkaan potensi penyelewengan menjadi sangat besar. "Independensi hakim MK sangat penting untuk menjaga kredibilitas MK sebagai lembaga hukum tertinggi. Perlu diperhatikan juga bahwa keputusan yang dibuat MK adalah bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat. Oleh karena itu Hakim MK sebagai pembuat keputusan haruslah orang yang benar-benar mempunyai integritas," paparnya. Kasus Akil Mochtar hendaknya menjadi pelajaran bagi MK untuk bisa menjaga kredibilitasnya. "Kredibilitas MK dalam penegakan hukum tengah disorot karena kasus Akil Mochtar. Oleh karena itu MK harus memastikan bahwa kasus seperti itu tidak terulang kembali. Jangan sampai rakyat hilang kepercayaan terhadap penegakan hukum," kata Fadli. Di tempat terpisah, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh berpendapat persoalan pemilihan anggota Hakim MK bukan pada asas legalitas tetapi adalah asas kepantasan, etika, dan moral.