PRESIDEN MINTA ANJING UNTUK PASUKAN K-9 DIPERBANYAK – Poskota.co

PRESIDEN MINTA ANJING UNTUK PASUKAN K-9 DIPERBANYAK

24anjingPOSKOTA.CO – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta pasukan K-9 atau pasukan anjing pelacak pintar binaan polisi diperbanyak agar bisa memperkuat dan membantu upaya pemberantasan narkoba di Tanah Air.

“Presiden juga meminta sesuai usulan BNN untuk istilahnya pasukan K-9 atau anjing-anjing yang mengendus, mengetahui narkoba untuk dipersiapkan dalam jumlah yang cukup signifikan sehingga bisa membantu untuk pemberantasan narkoba,” kata Sekretaris Kabinet Pramono Anung dalam jumpa pers di Kantor Presiden Jakarta, Rabu.

Presiden Jokowi memimpin Rapat Terbatas dengan topik Pemberantasan Narkoba dan Program Rehabilitasi Korban Penyalahgunaan Narkoba yang diikuti oleh menteri dan pemimpin lembaga terkait.

Pada kesempatan itu Presiden menyatakan perang terhadap narkoba sehingga setiap kementerian/lembaga diminta untuk mempersiapkan langkah untuk penindakan, pencegahan, dan rehabilitasi korban narkoba.

Sementara itu, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Budi Wasesa mengatakan sampai saat ini baru dua negara yang bisa melatih dan menyiapkan jenis ras anjing yang memang khusus untuk masalah narkotika.

“Satu dari Belanda, satu dari Jerman. Seleksi untuk menyeleksi anjing ini ternyata tidak mudah. Karena kemarin BNN membutuhkan 50 anjing dari 112 yang ditawarkan dan diseleksi, itu hanya terpenuhi hanya 9 ekor. Itu yang baru terseleksi, belum dia terlatih. Baru terseleksi bakatnya, kemampuannya baru terseleksi,” katanya.

Budi berharap bisa memenuhi target 50 anjing pelacak terlatih yang bisa dididik dan dilatih termasuk pawangnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_2898" align="alignnone" width="300"] Anang Iskandar[/caption] POSKOTA.CO- Kepala Badan Narkotika Nasional(BNN) Komjen Anang Iskandar mendesak kepada Jaksa Agung Prasetyo untuk segera mengeksekusi terpida mati kasus narkoba. Salah satunya adalah terpidana mati yang kembali mengendalikan bisnis narkoba Warga Negara Nigeria, Silvester Obiek. "Iya, ingin (Silvester) segera dieksekusi mati? Saya laporkan tadi ke Pak Jaksa Agung," kata Anang kepada wartawan di Kejagung, Senin(2/2). Anang berharap, eksekusi mati yang dijalankan pihak kejaksaan, diharapkan tidak terlalu lama waktunya dari eksekusi mati pertama. "Kami ingin efek jera bagi mereka, eksekusi hukuman mati perlu tapi jangan sekali dan jedanya jangan terlalu panjang. Semoga gelombang kedua nggak tahun depan. Kami ingin penegak hukum punya integritas yang tinggi," ujar mantan Kapolda Jambi ini. Sementara itu, Jaksa Agung M Prasetyo mengaku, pihaknya masih menunggu grasi yang diajukan Silvester Obiek ke Presiden Joko Widodo(Jokowi). "Yang bersangkutan (Silvester) ajukan grasi, nanti kita cek lagi,‎" kata Prasetyo. Sebelumnya, petugas BNN mencokok seorang kurir shabu bernama Dewi disebuah parkiran hotel Gunung Sahari, Jakarta Pusat, pada pukul 22.30 WIB.Dari tangan Dewi petugas menyita barang bukti 1.794 gram shabu. Kepada penyidik, Dewi mengaku, dirinya disuruh Andi teman satu sel Silvester Obiek, untuk mengirimkan shabu tersebut kepada seseorang berinsial E yang masih buron. Belakangan diketahui, bisnis narkoba tersebut dikendalikan oleh Silvester Obiek yang mendekam di Lembaga Pemasyarakatan(LP) Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, dan sudah beberapa kali tersangkut kasus narkoba dan divonis hukuman mati.(sapuji)