KRISHNA MURTI DIANGKAT JADI WAKAPOLDA LAMPUNG – Poskota.co
Saturday, September 23

KRISHNA MURTI DIANGKAT JADI WAKAPOLDA LAMPUNG

Krishna Murti
Krishna Murti

POSKOTA.CO – Polisi Republik Indonesia (Polri) kembali melakukan mutasi untuk perwira menengahnya. Direktur Reserse Kriminal Umum (Reskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti menjadi wakil kapolda Lampung.

Dari surat Telegram Rahasia (TR) terdapat sejumlah perwira menengah Polri yang dirotasi. Hal tersebut tercantum dalam Surat Telegram Kapolri Nomor: ST/1738/VII/2016 tertanggal 22 Juli 2016.

Dalam TR tersebut diketahui, Kombes Krishna digantikan oleh Kombes Pol Rudy Heriyanto Adi Nugroho. Sebelumnya Kombes Rudy menjabat sebagai Kapolres Metro Jakarta Barat. Kombes Krishna menggantikan Kombes Bonifasius Tampoi yang kini menjadi Seslem Sespim Polri Lemdikpol.

Selain Krishna, perwira yang dirotasi lainnya seperti Kasubdit III Ditpidum Bareskrim Polri Kombes Pol Umar Surya Fana diangkat menjadi kapolresta Bekasi. Kemudian Kapolresta Bandara Soekarno-Hatta Kombes Pol Roycke Harry Langie diangkat menjadi kapolres Metro Jakarta Barat menggantikan Kombes Rudy.

Sementara itu, jabatan Kapolresta Bandara Soekarno-Hatta kini dijabat oleh Kombes Pol Heri Sumarji yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolresta Bekasi Kota. Rotasi ini telah dibenarkan oleh Kabag Penum Polri Kombes Martinus Sitompul. “Oh iya benar. TR keluar malam tadi,” ujarnya, Jumat (22/7) malam.

Menurut Martinus, mutasi terhadap para perwira Polri merupakan suatu hal yang biasa. Ini dilakukan untuk penyegaran di jajaran Polri. “Kan ini rutin ya kalau mutasi, memang untuk penyegaran. Sudah lama itu. Kalau dari eselon golongan IIB-2 naik dia menjadi IIB-1,” ucap Kombes Martinus Sitompul. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_2327" align="alignleft" width="300"] Ilustrasi[/caption] POSKOTA.CO - Komisi Pemberantasan Korupsi menerima sembilan laporan penerimaan gratifikasi berupa pemutar musik elektronik Ipod Shuffle yang diterima saat resepsi pernikahan anak Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi. "Sudah ada sembilan orang yang melaporkan Ipod kepada KPK," kata Juru Bicara KPK Johan Budi, Jumat (21/3). Sembilan orang yang melaporkan penerimaan itu adalah Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) DKI Jakarta Ratiyono, satu orang hakim Pengadilan Tinggi, Ketua Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Made Rawa Aryawan, dua orang hakim Mahkamah Agung, satu orang pejabat Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan, satu pejabat Komisi Yudisial dan dua orang pejabat dari Ombudsman. "Laporan ini akan kita analisa dan klarifikasi," kata Direktur Gratifikasi KPK Giri Suprapdiono. Sebelumnya, Ketua Ikatan Hakim Indonesia (IKAHI) cabang Mahkamah Agung Gayus Lumbuun saat datang ke KPK bersama empat hakim agung lain pada Kamis (19/3) mengatakan bahwa para hakim akan melaporkan pemberian tersebut ke KPK. "Kami akan mempersiapkan surat laporan dari IKAHI cabang MA karena penerima iPod sebagian besar adalah hakim-hakim di MA, hakim agung dan hakim-hakim yang ditugaskan di lingkungan MA," kata Gayus, Kamis (19/3). Gayus juga menyerahkan contoh iPod yang akan dinilai KPK. "Menurut hitungan kami, data yang kami miliki (harganya) di bawah Rp500 ribu, jadi kami berpandangan ini bukan gratifikasi yang dilarang, tapi kami menyerahkan pada KPK untuk menilai, oleh karena itu yang kami urus adalah hakim-hakim yang menerima," ujar Gayus.