LAKSMA M RICHAD JABAT DANLANTAMAL III JAKARTA – Poskota.co
Wednesday, September 20

LAKSMA M RICHAD JABAT DANLANTAMAL III JAKARTA

POSKOTA.CO – Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar) Laksamana Muda (Laksda) TNI Aan Kurnia SSos, memimpin Upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Danlantamal) III Jakarta dari Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI (Mar) I Ketut Suardana SH kepada penggantinya, Laksamana Pertama (Laksma) TNI Muchammad Richad SH, MM, di Lapangan Apel Markas Komando (Mako) Lantamal Jakarta, Jalan Gunung Sahari, Jakarta Utara, Rabu (15/3).

Selanjutnya Brigjen TNI (Mar) I Ketut Suardana SH yang sebelumnya menjabat danlantamal III ke-41 sejak 24 Juni 2016, akan melanjutkan pengabdiannya sebagai komandan Pusat Polisi Militer Angkatan Laut (Danpuspomal) menggantikan Laksamana Pertama TNI Muchammad Richad SH, MM.

Upacara Sertijab Danlantamal III Jakarta dari Brigjen TNI (Mar) I Ketut Suardana SH kepada Laksma TNI Muchammad Richad SH, MM, dipinpin Pangarmabar Laksda TNI Aan Kurnia SSos, di Lapangan Apel Mako Lantamal Jakarta, Jalan Gunung Sahari, Jakarta Utara, Rabu (15/3).
Upacara Sertijab Danlantamal III Jakarta dari Brigjen TNI (Mar) I Ketut Suardana SH kepada Laksma TNI Muchammad Richad SH, MM, dipinpin Pangarmabar Laksda TNI Aan Kurnia SSos, di Lapangan Apel Mako Lantamal Jakarta, Jalan Gunung Sahari, Jakarta Utara, Rabu (15/3).

Laksma TNI Muchammad Richad adalah perwira tinggi TNI Angkatan Laut kelahiran Kudus 9 Juni 1960, yang menjabat sebagai danlantamal III Jakarta ke-42. Sosoknya bukan orang baru di lingkungan Lantamal III Jakarta, karena pada 2012 beliau selama 19 bulan menjabat sebagai wadanlantamal III.

Riwayat jabatan lain yang pernah diemban Muchammad Richad antara lain danpuspomal, kapusbintal TNI, sekdispotmar, sekdispamal, paban I Ren Spam Kasal, paban V Prodin Spam Kasal, wadanpuspomal, paban III Intelmar Spam Kasal, asbinfung Satinduk Bais TNI, danlanal Sorong, komadan KRI Teluk Tomini-508, komandan KRI Teluk Manado-537 serta komandan KRI Sigurot-864.

Acara Pembacaan Memorandum Sertijab Danlantamal III Jakarta dari Brigjen TNI (Mar) I Ketut Suardana SH kepada Laksma TNI Muchammad Richad telah dilaksanakan pada Selasa (14/3) di Rupat Mako Lantamal III yang dihadiri seluruh pejabat utama Lantamal III. (*/rel)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
POSKOTA.CO - BRI Cabang Kabupaten Majene mangkir dari panggilan Ombudsman Provinsi Sulawesi Barat untuk melakukan klarifikasi terkait raibnya tabungan warga Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar di Bank BRI Cabang Majene. "Kami sudah melakukan panggilan kepada Kepala Bank BRI Majene untuk melakukan klarifikasi atas raibnya tabungan warga di BRI Majene, namun Bank BRI Majene mangkir dari panggilan," kata Asisten Bidang Pencegahan Ombudsman Perwakilan Provinsi Sulbar, Muhammad Sukriadi Azis S,Ip di Mamuju, Jumat. Ia mengatakan, Ombudsman kembali memanggil Kepala BRI Cabang Majene sampai pada panggilan ketiga dan bila belum diindahkan panggilan yang ketiga maka akan dilakukan pemanggilan paksa dengan melibatkan aparat kepolisian. "Kami akan lakukan panggilan sesuai dengan kewenangan Ombudsman Sulbar kami harap BRI Majene bersedia menerima panggilan Ombudsman Sulbar," katanya. Menurut dia, Ombudsman Sulbar telah menerima laporan nasabah BRI Majene yang tabungannya raib di BRI Majene sebanyak Rp400 juta, raib, "Kami telah menerima laporan dari seorang warga Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polman, atas nama Subli Sukardi, yang mengaku uang tabungannya raib senilai Rp400 juta, di Bank BRI Cabang Majene, sehingga kita panggil BRI Majene melakukan klarifikasi," katanya. Ia mengatakan, warga itu menyampaikan jika uangnya raib diduga karena telah terjadi penggelapan dana di Bank BRI Majene. "Pelapor mengaku bahwa diduga salah seorang oknum pegawai negeri sipil di lingkup Pemkab Majene, telah bersekongkol dengan staf Bank BRI Majene, mencairkan tabungannya sehingga tabungannya raib," katanya. Menurut dia, uang tabungan pelapor telah ditarik sebanyak tiga kali direkeningnya sehingga tabungannya itu raib sejak bulan Juli tahun 2013. Ia menyampaikan bahwa atas laporan tersebut maka pihak Ombudsman Sulbar menindaklanjutinya dengan memanggil Kepala BRI Majene dan melakukan pemeriksaan terhadap staf Bank BRI dan oknum PNS yang dimaksud, namun yang dipanggil ternyata mangkir.