KERJA SAMA TNI AD BIDANG PERTANIAN DI KEDIRI – Poskota.co

KERJA SAMA TNI AD BIDANG PERTANIAN DI KEDIRI

HARIANTERBIT.CO – Program ketahanan pangan berdasarkan Memorandum of Understanding (MoU) Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) dengan Kementerian Pertanian RI sudah berjalan hampir tiga tahun, termasuk di Kediri.

Ir Imam Widodo Santoso MAP

Dua petinggi di Dinas Pertanian Kota dan Kabupaten Kediri mengeluarkan statemen mengenai kinerja TNI yang sebenarnya di lapangan, dalam hal ini Kodim 0809/Kediri yaitu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kediri Ir Imam Widodo Santoso MAP, dan Kepala Dinas Pertanian Kota Kediri Ir Sumeru Singgih MM, dalam wawancara eksklusifnya, Kamis (15/6).

“Hampir tiga tahun ini kami sudah bekerja sama dengan TNI, dalam hal ini adalah Kodim 0809. Kegiatan yang dimaksud ialah, sukses dan tercapainya program upsus (upaya khusus) pajale yaitu, padi, jagung dan kedelai. Di mana kerja sama ini kita mulai dari penanaman, pemeliharaan sampai dengan penanganan pascapanen. Di dalam rangka penanaman, kami juga mengadakan kegiatan-kegiatan membantu pemeliharaan tanaman, khususnya penanggulangan penyakit, termasuk juga ada gerakan-gerakan di mana sering kita ketahui bahwa tanaman padi juga ada yang namanya serangan hama wereng dan hama tikus. Kami bersama TNI, tentu jajaran yang paling bawah yaitu Babinsa bersama PPL dan petani bekerjasama menjaga ketahanan pangan,” jelas Ir Imam Widodo Santoso MAP.

Lebih lanjut, Ir Imam Widodo Santoso MAP mengatakan, kami juga mendistribusikan alat mesin pertanian seperti handtracktor, mesin tanam dan lain-lainnya. Kami bersama TNI memberikan pengawalan agar petani mendapatkan alat tersebut dengan mudah, termasuk juga nanti pada pascapanen. Di mana panen petani untuk padi, memang diwajibkan dari Bulog selaku penyangga produksi padi ini, untuk diharuskan membeli, tentu dengan kualitas standar dengan harga yang standar. Hal ini dilakukan untuk melindungi petani, agar jangan sampai nanti hasil petani termakan oleh pengijon.

Ir Sumeru Singgih MM

“Jadi kami memang bersama-sama, kami dari Dinas Pertanian, Bulog dan TNI, memberikan pengertian pada petani, agar menjual gabahnya ke Bulog. Karena Bulog juga merasa bahwa tenaganya kurang, maka tenaga dari kami ialah penyuluh dan tenaga dari TNI ialah Babinsa, memberikan informasi kepada Bulog bahwa di sini ada panen, di sana ada panen. Kami setiap bulan menyampaikan di daerah ini akan ada panen, sesuai jadwal itu Bulog kita ajak turun ke lapangan,” pungkas Ir Imam Widodo Santoso MAP.

Beda lagi dengan Ir Sumeru Singgih MM yang mengeluarkan argumennya, kalau saya menyimak ada pemberitaan di salah satu media, menurut saya agak kurang tepat. Selama ini dari pihak TNI, tidak pernah melakukan pemaksaan gabah petani kepada Bulog. TNI hanya menunjukkan bahwa di daerah ini lho ada yang panen, sedangkan pembelian sepenuhnya tanggung jawab Bulog, baik itu kualitasnya, kriterianya. Jadi TNI tidak pernah memaksakan agar Bulog membeli gabah dari petani yang diluar kualitas. *

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
POSKOTA.CO - BRI Cabang Kabupaten Majene mangkir dari panggilan Ombudsman Provinsi Sulawesi Barat untuk melakukan klarifikasi terkait raibnya tabungan warga Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar di Bank BRI Cabang Majene. "Kami sudah melakukan panggilan kepada Kepala Bank BRI Majene untuk melakukan klarifikasi atas raibnya tabungan warga di BRI Majene, namun Bank BRI Majene mangkir dari panggilan," kata Asisten Bidang Pencegahan Ombudsman Perwakilan Provinsi Sulbar, Muhammad Sukriadi Azis S,Ip di Mamuju, Jumat. Ia mengatakan, Ombudsman kembali memanggil Kepala BRI Cabang Majene sampai pada panggilan ketiga dan bila belum diindahkan panggilan yang ketiga maka akan dilakukan pemanggilan paksa dengan melibatkan aparat kepolisian. "Kami akan lakukan panggilan sesuai dengan kewenangan Ombudsman Sulbar kami harap BRI Majene bersedia menerima panggilan Ombudsman Sulbar," katanya. Menurut dia, Ombudsman Sulbar telah menerima laporan nasabah BRI Majene yang tabungannya raib di BRI Majene sebanyak Rp400 juta, raib, "Kami telah menerima laporan dari seorang warga Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polman, atas nama Subli Sukardi, yang mengaku uang tabungannya raib senilai Rp400 juta, di Bank BRI Cabang Majene, sehingga kita panggil BRI Majene melakukan klarifikasi," katanya. Ia mengatakan, warga itu menyampaikan jika uangnya raib diduga karena telah terjadi penggelapan dana di Bank BRI Majene. "Pelapor mengaku bahwa diduga salah seorang oknum pegawai negeri sipil di lingkup Pemkab Majene, telah bersekongkol dengan staf Bank BRI Majene, mencairkan tabungannya sehingga tabungannya raib," katanya. Menurut dia, uang tabungan pelapor telah ditarik sebanyak tiga kali direkeningnya sehingga tabungannya itu raib sejak bulan Juli tahun 2013. Ia menyampaikan bahwa atas laporan tersebut maka pihak Ombudsman Sulbar menindaklanjutinya dengan memanggil Kepala BRI Majene dan melakukan pemeriksaan terhadap staf Bank BRI dan oknum PNS yang dimaksud, namun yang dipanggil ternyata mangkir.