KEJUARAAN MENEMBAK MERIAHKAN HUT KE-56 KOSTRAD – Poskota.co

KEJUARAAN MENEMBAK MERIAHKAN HUT KE-56 KOSTRAD

POSKOTA.CO – Ratusan petembak dari kalangan TNI-Polri serta berbagai klub di Tanah Air mengikuti Lomba Menembak International Practical Shooting Confederation (IPSC) Level II yang digelar Komando Cadangan Strategi Angkatan Darat (Kostrad) di Lapangan Tembak Markas Divisi I Kostrad Cilodong, Depok, Jawa Barat.

Pembukaan lomba ini dilakukan Panglima Kostrad Letnan Jenderal TNI Edy Rahmayadi. Sebelum menggelar lomba, Pangkostrad yang mendapat kesempatan untuk berbicara di hadapan para peserta dan tamu undangan, sempat mengingatkan kepada para peserta, bahwa lomba yang digelar ini memiliki risiko yang sangat tinggi. “Untuk itu, saya mengingatkan agar semua berhati-hati,” tutur Edy Rahmayadi dalam pidato pembukaan lomba, Sabtu (18/3).

Pangkostrad Letjen TNI Edy Rahmayadi membuka Lomba Menembak International Practical Shooting Confederation (IPSC) Level II yang digelar Kostrad di Lapangan Tembak Madiv I Kostrad Cilodong, Depok, Jawa Barat, Sabtu (18/3).
Pangkostrad Letjen TNI Edy Rahmayadi membuka Lomba Menembak International Practical Shooting Confederation (IPSC) Level II yang digelar dalam rangka HUT Ke-56 Kostrad di Lapangan Tembak Markas Divisi I Kostrad Cilodong, Depok, Jawa Barat, Sabtu (18/3).

Usai memberikan pidato pembukaan lomba, Pangkostrad Letjen Edy Rahmayadi yang ditemui wartawan mengatakan, selain bertujuan menjalin silaturahmi di kalangan anggota TNI dan Polri, ajang lomba ini sekaligus merupakan sarana dalam melakukan evaluasi para atlet menembak dalam negeri.

“Lomba ini menampilkan beberapa materi lomba yang terdiri dari kategori pistol dan senjata laras panjang. Kita juga akan mengevaluasi atlet-atlet tembak kita. Ke depan, mudah-mudahan kita bisa membuat atlet-atlet tembak kita bisa berjaya di Asia maupun kancah internasional,” tegas Pangkostrad.

Edy menambahkan, yang perlu diingat dalam upaya perekrutan atlet-atlet menembak di Tanah Air itu adalah luasnya wilayah NKRI serta mahalnya sarana dan prasarana penunjangnya. “Jadi kita harus seefektif dan seefisien mungkin melakukannya. Dengan adanya lomba ini, kita manfaatkan juga sebagai sarana untuk melakukan evaluasi para atlet,” ujar Edy.

Terkait HUT Kostrad yang memasuki usia ke-56, Edy berharap, Kostrad bisa lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, juga menjadi salah satu tugas dari para prajurit Kostrad.

Dalam kesempatan ini, Pangkostrad Letjen Edy Rahmayadi juga menyempatkan diri untuk mengikuti lomba menembak bersama para peserta lainnya.

Lomba menembak IPSC Level II dalam menyambut HUT Kostrad Ke-56 ini diikuti 185 peserta yang terbagi dalam berbagai kategori lomba yakni, eksekutif pistol, presisi pistol, reaksi pistol dan presisi senapan. Lomba ini memperebutkan hadiah total jutaan rupiah. (arya)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_282" align="alignleft" width="300"] Dalam Pilkada Jatim sebenarnya yang menang adalah pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman S Sumawiredja, bukan KarSa. (DOK)[/caption] POSKOTA.CO – Terungkap. Mantan Ketua MK Akil Mochtar mengaku, pemenang dalam Pilkada Jatim sebenarnya adalah pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman S Sumawiredja, bukan KarSa. Putusan terhadap kemenangan Khofifah-Herman itu sudah diputuskan 7 hari sebelum amar putusan dibacakan MK pada 7 Oktober 2013. "Jadi keputusan MK itu sebenarnya sudah ada 7 hari sebelum amar putusan. Dan, itu Pak Akil menegaskan bahwa Bu Khofifah dan Pak Herman yang menang. Tapi ini tiba-tiba putusannya incumbent yang menang," kata kuasa hukum Akil, Otto Hasibuan di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (28/1/2014). Otto mengatakan, pada 2 Oktober 2013 Akil ditangkap KPK karena kasus dugaan suap pengurusan sengketa Pilkada Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah 2013. Padahal, amar putusan PHPU Jatim belum dibacakan, sementara dia adalah Ketua Panel PHPU tersebut. "Pak Akil Ketua Panel, putusan 7 hari sebelum dibacakan sudah ada, tapi pasca ditangkap Pak Akil itu tiba-tiba pihak sana (KarSa) yang menang. Ini ada apa?" kata Otto. Sebelum ditangkap Akil, kata Otto pernah mengirim surat ke MK. Isinya meminta klarifikasi kepada para hakim konstitusi lain, kenapa putusan itu tiba-tiba berubah. "Jadi tadi Pak Akil minta kepada saya untuk menyurati MK, mengklarifikasi masalah tersebut," ucap dia. Dalam amar putusannya, MK memerkuat keputusan KPUD Jatim yang menetapkan pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf (KarSa) sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih untuk Provinsi Jatim periode 2013-2018. Akil Mochtar oleh KPK ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap pengurusan sengketa Pilkada Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah 2013 dan Pilkada Kabupaten Lebak, Banten 2013 di MK. KPK juga menyematkan status tersangka pada bekas politisi Partai Golkar itu dalam kasus dugaan pencucian uang yang diduga berasal dari uang suap. Kejaksaan Agung menyatakan telah menerima surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) tindak pidana narkoba atas tersangka M. Akil Mochtar dari penyidik Badan Narkotika Nasional. Surat tersebut dibuat oleh penyidik BNN pada 20 November 2013 dan diterima oleh Kejaksaan Agung pada 22 November 2013. (djoko)