KPAI APRESIASI KINERJA POLSEK TAMBORA UNGKAP KASUS PENGANIAYAN PADA ANAK – Poskota.co

KPAI APRESIASI KINERJA POLSEK TAMBORA UNGKAP KASUS PENGANIAYAN PADA ANAK

POSKOTA.CO – Kepala Unit Reserse Kriminal (Kanit Reskrim) Polsek Tambora AKP Antonius SH mewakili Kapolsek Tambora Polres Metro Jakarta Barat Kompol M Syafi’i SIK bersama LBH Mawar Saron Wakil Direktur Pidana Juliandy Dasdo Tambun SH beserta tim yang beranggotakan tujuh orang pengacara publik, menggelar konferensi pers di ruang aula lantai tiga Mapolsek Tambora Jakarta Barat, Jumat (19/5) siang.

Pada kesempatan itu, Kanit Reskrim bersama Kasi PPA Polsek Tambora Aiptu Nyoman Pirantika menyampaikan kronologis awal serta rangkaian penanganan kasus tentang penganiayaan terhadap Iqbal Maisya, bocah berusia empat tahun di Mal Season City, Tambora, Jakarta Barat, beberapa waktu lalu.

Kanit Reskrim Polsek Tambora AKP Antonius SH bersama LBH Mawar Saron Wakil Direktur Pidana Juliandy Dasdo Tambun SH beserta tim yang beranggotakan tujuh orang pengacara publik, foto bersama usai menggelar konferensi pers di ruang aula lantai tiga Mapolsek Tambora Jakarta Barat, Jumat (19/5) siang.
Kanit Reskrim Polsek Tambora AKP Antonius SH bersama LBH Mawar Saron Wakil Direktur Pidana Juliandy Dasdo Tambun SH beserta tim yang beranggotakan tujuh orang pengacara publik, foto bersama usai menggelar konferensi pers di ruang aula lantai tiga Mapolsek Tambora Jakarta Barat, Jumat (19/5) siang.

Acara yang dihadiri Sekjen Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Erlinda dalam keterangan persnya menyampaikan keprihatinan atas masih maraknya penganiayaan terhadap anak, KPAI dalam hal ini juga memberikan apresisasi terhadap kinerja Kepolisian Sektor Tambora yang berhasil mengungkap kasus sekaligus menangkap para pelakunya.

Menurut Erlinda, perlindungan terhadap anak bukan hanya tugas pemerintah saja, akan tetapi merupakan tugas dan tanggung jawab kita semua. “Masyarakat harus peduli terhadap tumbuh-kembang anak, serta peran orang tua sangat dibutuhkan utamanya dalam pendidikan usia dini, karena anak merupakan tunas harapan bangsa,” tuturnya. (hariri/johan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
POSKOTA.CO - BRI Cabang Kabupaten Majene mangkir dari panggilan Ombudsman Provinsi Sulawesi Barat untuk melakukan klarifikasi terkait raibnya tabungan warga Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar di Bank BRI Cabang Majene. "Kami sudah melakukan panggilan kepada Kepala Bank BRI Majene untuk melakukan klarifikasi atas raibnya tabungan warga di BRI Majene, namun Bank BRI Majene mangkir dari panggilan," kata Asisten Bidang Pencegahan Ombudsman Perwakilan Provinsi Sulbar, Muhammad Sukriadi Azis S,Ip di Mamuju, Jumat. Ia mengatakan, Ombudsman kembali memanggil Kepala BRI Cabang Majene sampai pada panggilan ketiga dan bila belum diindahkan panggilan yang ketiga maka akan dilakukan pemanggilan paksa dengan melibatkan aparat kepolisian. "Kami akan lakukan panggilan sesuai dengan kewenangan Ombudsman Sulbar kami harap BRI Majene bersedia menerima panggilan Ombudsman Sulbar," katanya. Menurut dia, Ombudsman Sulbar telah menerima laporan nasabah BRI Majene yang tabungannya raib di BRI Majene sebanyak Rp400 juta, raib, "Kami telah menerima laporan dari seorang warga Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polman, atas nama Subli Sukardi, yang mengaku uang tabungannya raib senilai Rp400 juta, di Bank BRI Cabang Majene, sehingga kita panggil BRI Majene melakukan klarifikasi," katanya. Ia mengatakan, warga itu menyampaikan jika uangnya raib diduga karena telah terjadi penggelapan dana di Bank BRI Majene. "Pelapor mengaku bahwa diduga salah seorang oknum pegawai negeri sipil di lingkup Pemkab Majene, telah bersekongkol dengan staf Bank BRI Majene, mencairkan tabungannya sehingga tabungannya raib," katanya. Menurut dia, uang tabungan pelapor telah ditarik sebanyak tiga kali direkeningnya sehingga tabungannya itu raib sejak bulan Juli tahun 2013. Ia menyampaikan bahwa atas laporan tersebut maka pihak Ombudsman Sulbar menindaklanjutinya dengan memanggil Kepala BRI Majene dan melakukan pemeriksaan terhadap staf Bank BRI dan oknum PNS yang dimaksud, namun yang dipanggil ternyata mangkir.