oleh

Wali Kota Bogor Minta SKPD agar Lelang Proyek Jangan Menumpuk di Akhir Tahun

POSKOTA.CO – Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menegaskan kepada jajarannya untuk tidak menumpuk proyek-proyek besar di akhir tahun seperti kegiatan-kegiatan tahun sebelumnya. Menurutnya, semua program pembangunan infrastruktur harus dijalankan sesuai dengan jadwal.

“Ini saya ingatkan sangat keras. Tidak ada lagi kegiatan yang mepet di akhir tahun. Jadi, semua pelaksanaan tender dimulai Januari. Tidak ada lagi yang mepet di akhir tahun,” tegas Bima saat briefing staff awal tahun di Alun-Alun Kota Bogor.

Dalam keterangannya kepada wartawan, Selasa (4/1/2022), Bima meminta Bagian Pengadaan Barang/Jasa dan Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Bogor untuk segera menyusun jadwal lelang kegiatan-kegiatan besar. “Pembangunan jalan R3 senilai Rp5 miliar, trotoar pedestrianisasi senilai Rp6 miliar, pembangunan masjid agung senilai Rp26 miliar, trotoar alun-alun Rp2 miliar, pembangunan Gor dan pusat kuliner di Kecamatan Bogor Selatan dan Kecamatan Bogor Utara masing-masing Rp10 miliar, perpustakaan kota Rp10 miliar, drainase Taman Persada Rp1,8 miliar, kemudian ada unit sekolah baru senilai Rp9,6 miliar. Itu contohnya beberapa,” ujar Bima.

“Jadi, kita benahi secara total. Tolong diingatkan ini semua. Rabu ini saya minta Kabag PBJ bersama Bappeda sudah presentasi di ruangan saya terkait jadwal kegiatan lelang awal tahun,” tegasnya.

Bima Arya menyebut, bahwa 2022 sebagai komitmen Pemkot Bogor untuk terus melakukan akselerasi pembangunan berbasis kelurahan. Sehingga, menuju 2024 nanti tidak ada lagi jalan rusak dan tidak ada lagi persoalan infrastruktur terbengkalai di perbatasan, tidak ada lagi warga di wilayah yang merasa tidak disentuh dan lain sebagainya. “Karena itu, 2022 kita teruskan komitmen kita untuk penguatan di wilayah. Itu paradigma besarnya, pembangunan berbasis kelurahan. Pimpinan aparatur wilayah, siap-siap kita akan melakukan penataan ulang,” ujarnya.

Masih terkait pembangunan berbasis kelurahan, Bima Arya meminta Diskominfo dan Bappeda untuk memperbaiki dan membangun integrasi data terpadu kesejahteraan sosial serta mengoordinasikan dengan dinas terkait. Data yang dimaksud diantaranya stunting, disabilitas, ODF (Open Defecation Free) dan lainnya.

Aktivasi lainnya yang diminta Bima adalah aplikasi dasawisma secara digital untuk mendukung pembangunan berbasis kelurahan agar didapat data dan angka terbaru secara real time serta terpantau.

Briefing staff di Alun-Alun Kota Bogor menjadi agenda pertama Pemerintah Kota Bogor mengawali rutinitas di 2022. Tampak hadir Wakil Wali Kota Bogor Dedie Abdu Rachim, Sekretaris Daerah Kota Bogor Syarifah Sofiah Dwikorawati dan para asisten serta dihadiri jajaran Pemerintah Kota Bogor. Mulai dari kepala perangkat daerah, pimpinan aparatur wilayah, pimpinan Badan Usaha Milik daerah (BUMD) Kota Bogor serta Ketua Tim Penggerak PKK Kota Bogor Yane Ardian. (*/yopi)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.