oleh

Tiga Pilar Bungur Gerebek Masker di Tiga RW, Jaring 26 Pelanggar

-Megapolitan-280 views

POSKOTA.CO – Tiga pilar menggelar gerakan edukatif dalam kegiatan gerebek masker di kawasan Pasar Poncol, Jalan Kalibaru Timur Raya, Bungur, Senen, Jakarta Pusat, Rabu (13/1/2021).

“Duh, ada razia masker. Maaf pak petugas maskernya lupa ketinggalan di rumah,” ujar salah satu pelanggar saat terjaring petugas di lokasi.

Selain di sekitar pasar, petugas gabungan juga melakukan gerebek maskar dengan woro-woro menggunakan alat pengeras suara di pemukiman warga di lingkungan tiga RW antara lain RW 01, 03 dan RW 04 Bungur.

Belasan petugas gabungan Kelurahan Bungur yang diterjunkan untuk mengingatkan pedagang maupun warga masyarakat ini guna memutus mata rantai dalam pencegahan penyebaran Covid-19 terdiri dari, Aparat Sipil Negara (ASN) Kelurahan Bungur, Sekkel Bungur, Kasi Ekbang Bungur, Satpol PP, Polri dan TNI, Bimaspol, Babinsa, Pokdarkamtibmas, FKDM dan pengurus Pasar Poncol.

Pelaksana Tugas (Plt) Lurah Bungur Ihrsan Prasetiawan menerangkan, kegiatan gerebek masker dilaksanakan pada pukul 08.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB ini menyisir sekitar Pasar Poncol dan pemukiman warga masyarakat di tiga RW.

Alhasil, kata Ihsran, ada sebanyak 26 pelanggar yang tidak memakai masker terdiri dari pedagang dan karyawan percetakan yang terjaring.

“Puluhan pelanggar yang terjaring dikenakan sanksi hukuman kerja sosial dengan membersihkan sampah di fasum, fasos kemudian juga diberikan surat teguran,” ucapnya di lokasi, Rabu (13/1/2021).

Ihsran menambahkan, dalam kegiatan gerebek masker juga kami menyosialisasikan dan memberikan pengertian maupun pemahaman akan pentingnya gerakan 3M, memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, dan menjaga jarak atau physical distancing.

Pada kegiatan gerebek masker, sambung Ihsran, pihaknya juga membagikan masker sebanyak 60 buah secara gratis kepada masyarakat umum untuk dipakai dalam mencegah volusi udara dan virus. Warga masyarakat diharapkan dapat memakai maskernya untuk melindungi diri karena sebagian warga masyarakat memakai masker tidak standar dan sudah tidak layak pakai.

“Alasannya para pelanggar tidak pakai masker antara lain, lupa, ketinggalan di rumah karena terburu-buru. Selain itu, ada juga yang alasan pakai masker pengap, dan juga karena habis makan,” paparnya. (van)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *