oleh

Seluruh Perusahaan di Jakut Harus Jadikan Karyawannya sebagai Aset Pencegahan Covid

-Megapolitan-172 views

POSKOTA.CO –Seluruh perusahaan di Jakarta Utara diminta menjadikan karyawannya sebagai aset untuk pencegahan penyebaran COVID-19. Hal ini dilakukan Forum Komunikasi Pimpinan Kota (Forkompimko) Jakarta Utara melakukan monitoring dan evaluasi (Monev) penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di PT Bogasari, Senin (14/9).

Wali Kota, Jakarta Utara Sigit Wijatmoko mengakui kalau Forkompimko Jakarta Utara meminta kepada seluruh perusahaan di Jakarta Utara menjadikan karyawannya sebagai asset pencegahan penyebaran Covid-19.

“Pemerintah Kota Jakarta Utara, Polre Metro Jakarta Utara, Kodim 0502 Jakarta Utara bersama dengan Lantamal 3 bersama-sama meminta kepada perusahaan-perusahaan di Jakarta Utara menjadikan karyawannya sebagai asset pencegahan Penyebaran Covid-19.
Selain itu kami juga bertukar informasi bagaimana pola penanganan Covid-19 di lingkungan industri esensial maupun industri non esensial,”kata Sigit Wijayanto memantau protocol kesehatan di Bogasari.

Menurutnya, perusahaan Bogasari sebagai industri esensial dengan karyawan yang banyak tentu mempunyai cara tersendiri dalam penerapan protokol kesehatan untuk memutus penyebaran COVID-19. Makanya atas kunjungan ini Forkompimko Jakarta Utara sangat berterimakasih atas dukungan PT Bogasari sekaligus upayanya dengan menerapkan protokol kesehatan COVID-19 di lingkungannya.

“Tidak menjadikan karyawan sebagai aset korporasi saja, tetapi juga dijadikan agen agen perubahan. Baik di tempatnya bekerja maupun di lingkungan masyarakatnya, sehingga munculnya klaster perkantoran dan keluarga bisa diminimalisir,” tambahnya.

Dengan begitu kata Walikota Jakarta Utara, harapannya, apa yang sudah dilakukan oleh Bogasari ini bisa membantu pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19. “Khususnya di Jakarta Utara. Kesimpulannya, kami Forkompimko berharap penerapan tersebut bisa dilakukan secara kontinu sebagai wujud tanggung jawab bersama memerangi COVID-19,” ucapnya.

Sementara Wakil Kepala Divisi PT Bogasari Erwin Sudarma mengatakan bimbingan dari pemerintah sangatlah diperlukan dalam penanganan Covid-19. Menurutnya, wabah Covid019 ini memang tidak main-main dan dianggap remeh.

“Covid-19ini bukanlah hal main-main. Selain mengangkut nyawa manusia juga terkait dengan pergerakan ekonomi. Jadi paling penting adalah mengikuti arahan dari pemerintah dan juga menjalankan sekaligus merubah budaya kerja. Kami sadar ini untuk kepentingan semua, untuk kepentingan bangsa kita, juga untuk kelangsungan perusahaan dan negara,” kata Erwin Sudarma.

Dalam monitoring protocol kesehatan di PT Bogosari ini, Walikota bersama dengan jajarannya, Wakapolres Jakarta Utara AKBP Aries Andi, Dandim 0502 Jakarta Utara Kolonel Inf. Roynald Sumedap dan Danlantamal 3 Brigjen TNI Marinir Hermanto. (wandhy)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *