oleh

Puluhan Sopir Angkot Tiga Rute di Depok Minta Dishub Tidak Seenaknya Operasikan BTS

DEPOK – Rencana memberlakukan angkutan layanan massal melalui Buy The Service (BTS) di beberapa ruas jalan utama di Kota Depok oleh Pemkot Depok melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Depok bekerjasama dengan BPTJ Kementerian Perhubungan diharapkan warga Depok, pemilik angkutan kota (Angkot) maupun sopir atau pengemudi tidak.menimbulkan masalah baru dikemudian hari.

“Warga Depok pemakai angkutan umum atau Angkot dan kendaraan pribadi sudah pusing tujuh keliling tiap hari terjebak kemacetan akibat sarana jalan yang masih kurang dan kondisi Angkot hanya segitu gitunya,” ujar Ny. Nuni, warga Depok II Tengah, Sukmajaya, Senin (4/3).

Adanya kerjasama dengan BPTJ Kementerian Perhubungan terkait program BTS dengan Pemkot Depok melalui Dishub Depok harus disikapi dengan baik terlebih sarana, prasarana penunjang seperti kondisi lebar jalan dan aarana lainnya yang sangat dibutuhkan masyarakat untuk kenyamanan memakai kendaraan umum atau pribadi.

Menurut dia, boleh saja kerjasama dengan BPTJ untuk BTS tapi semua harus disiapkan secara matang agar tidak muncul masalah dikemudian hari yabg merugikan seluruh masyatakat Kota Depok termasuk para pemilik Angkot di tiga rute yaitu D 02, D 06 dan D 10 terlebih pengemudi atau sopir Angkota.yangnhidupnya berbantung terhadap penghasilan mencari penumpang tiap hari.

Hal serupa dikatakan, Dudung, sopir D 02, yang meminta harus ada kejelasan terkaiat rencana kehadiran angkutan massal baru. “Jangan sampai lahan mencari nafkah tiap hari berkuarng bahkan hilang akibat kehadiran BTS tersebut,” ujarnya.

Ditempat terpisah, Kepala Dishub Depok, Jamrowi usai melakukan penandatanganan kerja sama dengan Direktur Angkutan Jalan Kementerian Perhubungan, Tatan Rustandi, mengatakan pihaknya telah melakukan kajian tentang kebutuhan bus stop/halte ada 28 titik telah dipetakan dan terinventarisir 58 titik untuk arah pulang pergi dan sebaliknya.

Pihaknya, imbuh dia, juga fokus pengamanan yang berkoordinasi dengan Organda dengan harapan ada sejumlah Angkot nantinya menjadi feeder bagi angkutan.massal baru. “Ini dimaksudkan agar tidak ada yang dirugikan baik calon penumpang, pemilik Angkot maupun sopir khuususnya di rute D 02, D 06 dan D 10,” ujarnya.

Konsep BTS sendiri intinya mengurangi kemacetan di beberapa ruas jalan yang ada termasuk mengintegrasian layanan kereta commuter line, LRT Jabodebek dan angkutan jalan yaitu dari Terminal Depok ke Stasiun LRT Harjamukti, ujarnya. (anton/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *