oleh

Potong Dana BST Warga Klapanunggal, Polres Bogor Kejar Pelakunya

POSKOTA.CO – Pemotongan bantuan tunai Presiden yang dilakukan oknum Desa Klapanunggal, Bogor terhadap seribu lebih penerima, terus diselidiki polisi.

Kapolres Bogor AKBP Harun dengan tegas mengatakan, akan memproses kasus dugaan pemotongan Bantuan Sosial Tunai (BST) Presiden Joko Widodo yang dilakukan Pemdes Klapanunggal, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor.

“Laporan warga akan dugaan pemotongan BST Jokowi Rp300 ribu per penerima, akan kami proses. Untuk hal ini, tidak ada kata damai,” kata AKBP Harun kepada wartawan, Selasa (20/4/2021).

Orang nomor satu di jajaran kepolisian Kabupaten Bogor ini mengungkapkan, hingga saat ini jajaran Satreskrim Polres Bogor baru meminta atau menghimpun keterangan dari para pelapor.

“Saat ini kami baru menghimpun keterangan dari para pelapor, pihak terlapor atau pihak lain yang terlibat dalam pengambilan keputusan untuk dugaan pemotongan BST. Pasti akan kami periksa. Keterangan korban nanti kami panggil pelaku yang potong dana bantuan,” ujarnya.

Tati Erawati (62), warga RT 01/02 Desa/Kecamatan Klapanunggal yang jatahnya dipotong Rp300 ribu dari bantuan yang seharusnya dia terima Rp600 ribu ikut melaporkan dugaan pemotongan BST Jokowi ke polisi.

Ia bersyukur aduannya direspons positif Satreskrim Polres Bogor. Dia mengaku, dari jatah seharusnya Rp600 ribu itu dipotong setengahnya hanya Rp300 ribu.

“Alhamdulilah kalau aduan kami direspons positif dengan bukti bahwasannya akan ada proses penyelidikan bagi pihak-pihak yang melakukan pemotongan BST Jokowi,” ucap Tati.

Ibu dua orang anak ini menuturkan, menurut informasi ada 1.905 penerima BST Jokowi di Desa Klapanungal. Jika semuanya dipotong Rp300 ribu maka dana yang terumpul sebesar Rp328.500.000.

“Kami juga menuntut kejelasan bahwa dana potongan BST Jokowi milik kami memang disalurkan ke warga lain yang katanya belum dapat bantuan sosial atau langsung tunai, kepolisian harus mengusut tuntas permasalahan ini,” tegas Tati. (yopi)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *