oleh

Peringati Hari Santri 2022, Pelajar di Pulau Tidung Serukan Jaga Martabat Kemanusiaan

POSKOTA.CO-Ratusan pelajar dan dan sejumlah guru madrasah di Kelurahan Pulau Tidung, Kepulauan Seribu menggelar pawai akbar dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional Ke-8 Tahun 2022.  Mereka menyerukan agar lebih Berdaya Menjaga Martabat Kemanusiaan.

Sejak pagi, sekitar pukul 07.00 WIB para pelajar mengenakan pakaian islami mulai berkumpul di halaman Gedung Olahraga Kelurahan Pulau Tidung. Mereka tampak khidmat mengikuti rangkaian acara berupa apel nasional.

Lalu, sekitar pukul 08.15 WIB, ratusan pelajar yang didampingi para guru mulai berpawai menelusuri jalan utama Pulau Tidung sembari bershalawat. Kemeriahan pawai cukup mendapat perhatian warga. Warga turut bershalawat sembari menyemangati para peserta.

Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kepulauan Seribu, H. Mawardi.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kepulauan Seribu, H. Mawardi mengatakan, Hari Santri Nasional diperingati tiap tanggal 22 Oktober sejak ditetapkan oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.

“Hari Santri Nasional ini bertujuan untuk mengenang perjuangan para ulama dan santri yang terlibat dalam perjuangan bangsa. Santri juga bagian penting dalam membentuk dan menjaga martabat kemanusiaan,” katanya disela-sela Pawai Akbar, Sabtu (22/10/2022).

Ditambahkan Mawardi, adapun peringatan ini diikuti 500 pelajar madrasyah diantaranya Madrasyah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 17 Jakarta, Madrasyah Tsanawiyah Negeri (MTSN) 26 Jakarta serta Madrasah Aliyah (MA PKU) Pulau Tidung.

“Selain pawai akbar dan Apel Nasional juga dilakukan istighosah oleh para ulama dan masyarakat pada malam peringatan Hari Santri Nasional di Masjid Agung Nurul Huda Pulau Tidung,” sebut Mawardi.

Kepala Seksi Kesejahteraan Masyarakat Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, Ikhwan mengatakan, menyambut baik peringatan Hari Santri Nasional yang diadakan oleh Kemenag Kabupaten Kepulauan Seribu dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kepulauan Seribu.

“Peringatan Hari Santri ini diharapkan dapat memotivasi  para pelajar di Kepulauan Seribu untuk lebih mendalami lagi ilmu agama dan selalu menjaga kesatuan dan keutuhan bersama,” harapnya.

Salah seorang siswa peserta pawai, Tiara (11) mengaku senang mengikuti acara tersebut. Dirinya berkeinginan melanjutkan pendidikan ke pondok pesantren agar lebih banyak mendapat pendidikan agama.

“Bilang Abi (Bapak) kalau ingin jadi santri harus sekolah di pesantren. Tiara ingin jadi santri dan berbakti kepada orang tua,” ungkap siswi kelas XI MIN 17 Jakarta ini. (furqon/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *