oleh

Pemilik Panti Pijat yang Digerebek di Jakut Akan Dikenakan Denda Maksimal

-Megapolitan-486 views

POSKOTA.CO – Panti pijat di Komplek Ruko Gading, nekad buka praktik saat penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) digrebeg. Pemilik usaha bakal dikenakan denda maksimal dan para terapis dikirim ke Kedoya untuk dibina. Hal itu ditegaskan Wakil Walikota Ali Maulana Hakim.

Dari penggerebegan Selasa(22/9) petang diamankan 21 orang diantaranya merupakan terapis, karyawan, dan pelanggannya.”Sembilan orang adalah terapis, dan sembilan lagi pembantu atau yang melaksanakan bantuan operasional di tempat tersebut,” kata Wakapolres Metro Jakarta Utara, AKBP Aries Andhi, Selasa (22/9/2020).

Pihaknya juga menetapkan 3 orang tersangka akibat membuka di masa PSBB ini. Mereka adalah DD yang bertindak sebagai supervisor, TI dan AF sebagai kasir. “Mereka yang bertanggung jawab terhadap kegiatan usaha tersebut di masa pandemi Covid-19 ini,” ucap dia.

ilustrasi

Modus panti pijat yang buka secara sembunyi-bunyi di masa PSBB seperti ini. Supervisor menghubungi sejumlah pelanggan yang pernah mampir. Lalu menyampaikan bahwa di tempat tersebut masih beroperasi. Caranya yaitu mengirim pesan pendek dan disertai foto para terapis yang ada di situ. Sehingga para pelanggan ini datang ke tempat itu.

Kepada penyidik, pengelola mengaku setiap pelanggan dikenakan tarif Rp 160 ribu per jam. Biasanya terapis akan minta tambahan apabila melakukan kegiatan lain yang sampai mengarah ke perbuatan cabul. Guna mempertanggungjawabkan perbuatanya para tersangka dijerat Pasal 296 KUHP jo Pasal 506 KUHP dengan ancaman pidana selama 1 tahun 4 bulan.

Sementara itu, Wakil Walikota Ali Maulana Hakim menyampaikan akan membawa 9 orang terapis Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya 1, Kedoya, Jakarta Barat untuk dilakukan pembinaan selama enam bulan sampai 1 tahun. Sementara pemilik usaha dikenakan denda maksimal.(wandhy)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *