oleh

Moge Terobos Operasi PPKM Pos Gadog, Bupati dan Kapolres Bogor Berang

POSKOTA.CO – Rombongan motor gede (moge) yang menerobos Operasi PPKM di Gadog menuju kawasan wisata Puncak, Bogor, membuat Bupati Bogor Ade Yasin dan Kapolres Bogor AKBP Harun berang.

Dengan tegas kedua pimpinan Forkopinda Kabupaten Bogor lalu melakukan koordinasi dengan pos pemeriksaan lanjutan.

“Mereka boleh lolos di Pos Gadog tapi kena nanti di pos berikut. Tidak ada ampun. Kami tegas,” kata Bupati Ade Yasin kepada wartawan.

Diketahui, pada Jumat (12/2/2021), sekitar pukul 08.30 WIB, rombongan pengendara moge dengan lancarnya menerobos pemeriksaan di Gadog menuju kawasan Puncak, Kabupaten Bogor.

Saat melintas di Desa Gadog, Kecamatan Megamendung, Bogor, ratusan petugas Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor tengah melakukan Operasi Yustisi di Jalan Raya Puncak.

Sikap tak patuh aturan oleh pengendara moge ini disikapi Bupati Bogor Ade Yasin. “Walaupun lolos dalam operasi di Jalan Raya Puncak, Desa Gadog mereka akan juga diperiksa di titik Operasi Yustisi lainnya. Jangan senang dulu karena ada Operasi Yustisi lainnya di Pasar Cisarua, objek wisata, hotel dan Rindu Alam serta Puncak Pass,” kata Ade kepada wartawan.

Ade Yasin yang juga ketua Satgas Penanganan Covid-19 ini meminta jajarannya tegas dalam menegakkan aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 2021 dan Keputusan Bupati (Kepbup) Nomor: 443/14/Kpts/Per-UU/2021 tentang Perpanjangan Kedelapan Pemberlakuan PSBB Pra AKB melalui Sistem PPKM.

“Satgas Penanganan Covid 19 Kabupaten Bogor harus tegas dalam menegakkan aturan PPKM. Kami akan memulangkan wisatawan yang tidak menunjukkan hasil nonreaktif rapid test antigen paling lama tiga hari sebelumnya. Sikap tegas itu perlu karena penularan Covid-19 tidak berkompromi dengan kita. Angka masyarakat yang terpapar Covid-19 masih terbilang tinggi di Kabupaten Bogor,” ujar Ade Yasin.

Di tempat yang sama, Kapolres Bogor AKBP Harun menginstruksikan jajarannya, agar tegas dalam memeriksa wisatawan ke puncak.
Wisatawan wajib menunjukkan hasil nonreaktif rapid test antigen. Jika tidak, maka tidak ada toletansi. Kendaraan harus berputar balik.

“Semua wisatawan harus diperiksa, bagi yang tidak bisa menunjukkan hasil nonreaktif rapid test antigen, pasti kami putar balik ke arah Tol Jagorawi Jakarta atau ke arah dia berkendara sebelumnya,” tegas AKBP Harun. (yopi)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *